PT Lion Metal Works Tbk Paparkan Kinerja dan Lonjakan Saham dalam Public Expose Insidentil

- Jurnalis

Jumat, 13 Februari 2026 - 12:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Suararealitas.co – PT Lion Metal Works Tbk (LION) menggelar Paparan Publik Insidentil pada 13 Februari 2026 melalui virtual zoom, menyusul lonjakan signifikan harga saham perseroan pada awal bulan ini. Paparan disampaikan langsung oleh Direktur Utama Cheng Yong Kim sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada investor dan publik.

Dalam paparannya, Cheng Yong Kim Direktur Utama Lion Metal Work, menjelaskan profil usaha, dinamika pergerakan saham, kinerja keuangan terkini, serta penjelasan manajemen atas volatilitas harga saham yang terjadi di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Saham Melonjak, Sempat Disuspensi

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Harga saham LION tercatat mengalami kenaikan tajam dalam beberapa hari perdagangan. Pada 4 Februari 2026, saham ditutup di level Rp390 dengan volume 97.100 saham. Sehari kemudian, 5 Februari, harga melonjak ke Rp486 atau naik 24,62 persen dengan volume 5,55 juta saham.

Kenaikan berlanjut pada 6 Februari 2026 ke level Rp605 atau menguat 24,49 persen dengan volume 11,50 juta saham. Pada 9 Februari 2026, saham kembali naik menjadi Rp710 atau menguat 17,36 persen dengan volume 9,42 juta saham.

Baca Juga :  Supervisi BRI KC Jelambar Unit Pejagalan lakukan sosialisasi digitalisasi untuk Perkuat Kinerja Layanan di Pasar Pagi

Dari harga penutupan 6 Februari sebesar Rp605 ke level tertinggi 9 Februari sebesar Rp740, terjadi kenaikan Rp135 atau sekitar 22,31 persen.

Seiring lonjakan tersebut, BEI melakukan suspensi perdagangan saham LION pada 10 Februari 2026. Setelah suspensi dibuka pada 11 Februari, saham sempat menyentuh Rp1.015 sebelum ditutup di level Rp655.

Menanggapi hal tersebut, Cheng Yong Kim menegaskan perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan maupun keputusan investasi pemodal.

“Perseroan tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat dan tidak mengetahui adanya aktivitas tertentu dari pemegang saham yang mempengaruhi pergerakan harga,” jelasnya. Manajemen menyebut pergerakan saham kemungkinan terjadi karena mekanisme pasar.

Kinerja Tertekan hingga Kuartal III 2025

Dari sisi fundamental, kinerja LION hingga 30 September 2025 (tidak diaudit) menunjukkan tekanan.

Penjualan tercatat Rp243,61 miliar, turun 16,93 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp293,25 miliar. Laba kotor juga turun 40,08 persen menjadi Rp43,73 miliar dari Rp72,97 miliar.

Perseroan membukukan rugi usaha sebesar Rp33,70 miliar, berbalik dari laba usaha Rp915,82 juta pada periode yang sama tahun 2024. Rugi tahun berjalan tercatat Rp26,10 miliar, dibandingkan laba Rp2,28 miliar pada periode sebelumnya.

Baca Juga :  MMLP Umumkan Pembagian Dividen Perdana Senilai Rp80 Miliar

Dari sisi neraca, total aset per 30 September 2025 tercatat Rp608,27 miliar, turun dari posisi 31 Desember 2024 sebesar Rp705,78 miliar. Total liabilitas sebesar Rp135,92 miliar dan ekuitas Rp472,35 miliar.

Cheng Yong Kim mengakui kondisi pasar manufaktur yang melemah turut memengaruhi kinerja perseroan.

Strategi Efisiensi dan Modernisasi

Untuk memperbaiki kinerja, LION melakukan sejumlah langkah strategis, termasuk peningkatan kualitas produksi dan modernisasi peralatan.

Perseroan melakukan pengadaan mesin laser cutting serta pengelasan robotik guna meningkatkan efisiensi dan daya saing. Selain itu, melalui entitas anak PT Singa Purwakarta Jaya, perseroan berupaya mengoptimalkan aset dengan memasarkan lahan di kawasan industri Purwakarta, Jawa Barat.

Paparan publik ini menegaskan komitmen manajemen dalam menjaga transparansi di tengah volatilitas saham, sekaligus memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi fundamental dan langkah strategis perseroan ke depan.

Berita Terkait

PRISMA Dorong Standar HSE Data Center Naik Kelas, Perkuat Kompetensi SDM Hadapi Proyek Mission Critical
GUT Perluas Bisnis ke Industri Data Center, Perkuat SDM dan Kapabilitas EPC
Rayakan Semangat Kemerdekaan, ‎Adira Expo Di Bogor Hadirkan Solusi Finansial Lengkap Untuk Wujudkan Beragam Impian
Grand Seminar Mining Nation Revolution Tegaskan Hilirisasi Minerba sebagai Pilar Industrialisasi dan Kedaulatan Ekonomi
150 Peserta Mancanegara Ramaikan The 6th FUN ASIA EXPO Indonesia 2026, Perkuat Industri Taman Rekreasi dan Ekosistem Pariwisata Nasional
Kapal Panamax Pertama Bersandar di Patimban, MSC BREMERHAVEN V Bawa Ratusan Kontainer Suku Cadang BYD
238 Korban KMP Mutiara Sentosa II Berhasil Dievakuasi, Kemenhub Audit Operator dan Dukung Investigasi KNKT
Menhub Dudy Pastikan Hak Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II Dipenuhi, 229 Selamat dan 5 Meninggal

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 08:42 WIB

PRISMA Dorong Standar HSE Data Center Naik Kelas, Perkuat Kompetensi SDM Hadapi Proyek Mission Critical

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:23 WIB

GUT Perluas Bisnis ke Industri Data Center, Perkuat SDM dan Kapabilitas EPC

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:59 WIB

Rayakan Semangat Kemerdekaan, ‎Adira Expo Di Bogor Hadirkan Solusi Finansial Lengkap Untuk Wujudkan Beragam Impian

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Grand Seminar Mining Nation Revolution Tegaskan Hilirisasi Minerba sebagai Pilar Industrialisasi dan Kedaulatan Ekonomi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 11:16 WIB

150 Peserta Mancanegara Ramaikan The 6th FUN ASIA EXPO Indonesia 2026, Perkuat Industri Taman Rekreasi dan Ekosistem Pariwisata Nasional

Berita Terbaru

Berita Aktual

Camat Leuwiliang Pimpin Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Senin, 17 Agu 2026 - 22:02 WIB

Hukum & Kriminal

Dugaan Peredaran Obat Keras di Tanah Abang, Publik Menanti Pemasok

Senin, 17 Agu 2026 - 21:37 WIB