Jakarta, Suararealitas.co – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersinergi dengan Komisi IV DPR RI serta PT Pupuk Indonesia memastikan program pupuk bersubsidi hadir untuk memperkuat perikanan budi daya, khususnya pembudi daya tradisional.
Di Kabupaten Gresik, salah satu sentra budidaya ikan bandeng terbesar di Indonesia, pupuk bukan sekadar input produksi, melainkan penggerak kehidupan. Dalam pola budidaya tradisional, pupuk dibutuhkan untuk menumbuhkan plankton sebagai pakan alami, yang menentukan keberhasilan panen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP, Tb Haeru Rahayu, mengungkapkan geliat budidaya ikan di Gresik terus menunjukkan tren positif. Jumlah pembudi daya meningkat dari 13.210 orang pada 2021 menjadi 32.505 orang pada 2025 (angka sangat sementara). Produksi bandeng Gresik pada 2025 tercatat sementara sebesar 112.590 ton, memberikan kontribusi besar terhadap total produksi bandeng Jawa Timur yang mencapai 203.338 ton.
“Bagi pembudi daya tradisional, pupuk adalah penopang utama. Tanpa pupuk, pertumbuhan ikan tidak optimal dan biaya produksi meningkat. Kami mendengar langsung rasa syukur mereka ketika program pupuk bersubsidi sektor perikanan hadir,” ujar Tebe dalam siaran resmi di Jakarta, Kamis (26/2).
Pelaksanaan program ini mengacu pada Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 22 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi Sektor Perikanan, yang menjamin penyaluran tertib dan tepat sasaran. Untuk Tahun Anggaran 2026, alokasi pupuk bersubsidi sektor perikanan di Jawa Timur sebesar 66.571 ton, sementara Kabupaten Gresik dialokasikan menerima total 9.825 ton.
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Panggah Susanto menyampaikan bahwa aspirasi Pemerintah Kabupaten Gresik telah dibahas dalam Panja Pupuk dan kini masuk dalam rekomendasi subsidi nasional. Dalam kunjungan reses Komisi IV DPR RI beberapa waktu lalu, ia menjelaskan bahwa alokasi subsidi pupuk untuk sektor perikanan budidaya mencapai sekitar 295 ribu ton secara nasional. Kebijakan ini menjadi langkah penting yang telah lama dinantikan para petambak dan diyakini mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya produksi.
Ia menegaskan distribusi pupuk harus tepat sasaran hingga ke tingkat petambak, disertai pengawasan penyaluran yang kuat di lapangan.
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menyampaikan apresiasi atas sinergi DPR RI dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. “Yang terpenting adalah kepastian pupuk. Terima kasih atas perhatian dan keberpihakan kepada petambak,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Gresik memiliki luasan tambak yang besar dan masyarakat menggantungkan hidup dari sektor budi daya. Perputaran ekonomi pesisir sangat dipengaruhi produktivitas tambak, sehingga dukungan pupuk menjadi faktor strategis untuk menjaga keberlanjutan usaha tradisional sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat pesisir.
Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mendorong geliat budidaya perikanan, termasuk yang dikelola oleh petambak tradisional. Bantuan pupuk subsidi untuk budi daya diyakini akan meningkatkan produktivitas petambak trandisional di Indonesia.


































