KKP dan Komisi IV DPR Pastikan Akses Pupuk Subsidi untuk Pembudi Daya Tradisional

- Jurnalis

Kamis, 26 Februari 2026 - 21:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jakarta, Suararealitas.co – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersinergi dengan Komisi IV DPR RI serta PT Pupuk Indonesia memastikan program pupuk bersubsidi hadir untuk memperkuat perikanan budi daya, khususnya pembudi daya tradisional.

Di Kabupaten Gresik, salah satu sentra budidaya ikan bandeng terbesar di Indonesia, pupuk bukan sekadar input produksi, melainkan penggerak kehidupan. Dalam pola budidaya tradisional, pupuk dibutuhkan untuk menumbuhkan plankton sebagai pakan alami, yang menentukan keberhasilan panen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP, Tb Haeru Rahayu, mengungkapkan geliat budidaya ikan di Gresik terus menunjukkan tren positif. Jumlah pembudi daya meningkat dari 13.210 orang pada 2021 menjadi 32.505 orang pada 2025 (angka sangat sementara). Produksi bandeng Gresik pada 2025 tercatat sementara sebesar 112.590 ton, memberikan kontribusi besar terhadap total produksi bandeng Jawa Timur yang mencapai 203.338 ton.

“Bagi pembudi daya tradisional, pupuk adalah penopang utama. Tanpa pupuk, pertumbuhan ikan tidak optimal dan biaya produksi meningkat. Kami mendengar langsung rasa syukur mereka ketika program pupuk bersubsidi sektor perikanan hadir,” ujar Tebe dalam siaran resmi di Jakarta, Kamis (26/2).

Baca Juga :  Camat Mauk Pimpin Kerja Bakti Massal: Wujudkan Lingkungan Bersih dan Sehat

Pelaksanaan program ini mengacu pada Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 22 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi Sektor Perikanan, yang menjamin penyaluran tertib dan tepat sasaran. Untuk Tahun Anggaran 2026, alokasi pupuk bersubsidi sektor perikanan di Jawa Timur sebesar 66.571 ton, sementara Kabupaten Gresik dialokasikan menerima total 9.825 ton.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Panggah Susanto menyampaikan bahwa aspirasi Pemerintah Kabupaten Gresik telah dibahas dalam Panja Pupuk dan kini masuk dalam rekomendasi subsidi nasional. Dalam kunjungan reses Komisi IV DPR RI beberapa waktu lalu, ia menjelaskan bahwa alokasi subsidi pupuk untuk sektor perikanan budidaya mencapai sekitar 295 ribu ton secara nasional. Kebijakan ini menjadi langkah penting yang telah lama dinantikan para petambak dan diyakini mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya produksi.

Baca Juga :  BRI Kanca BSD Gelar Sosialisasi dengan BRMP Mektan untuk Perkuat Koordinasi dan Sinergi Operasional

Ia menegaskan distribusi pupuk harus tepat sasaran hingga ke tingkat petambak, disertai pengawasan penyaluran yang kuat di lapangan.

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menyampaikan apresiasi atas sinergi DPR RI dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. “Yang terpenting adalah kepastian pupuk. Terima kasih atas perhatian dan keberpihakan kepada petambak,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Gresik memiliki luasan tambak yang besar dan masyarakat menggantungkan hidup dari sektor budi daya. Perputaran ekonomi pesisir sangat dipengaruhi produktivitas tambak, sehingga dukungan pupuk menjadi faktor strategis untuk menjaga keberlanjutan usaha tradisional sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat pesisir.

Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mendorong geliat budidaya perikanan, termasuk yang dikelola oleh petambak tradisional. Bantuan pupuk subsidi untuk budi daya diyakini akan meningkatkan produktivitas petambak trandisional di Indonesia.

Berita Terkait

Ristadi Dorong Reformasi Total SJSN, Serikat Buruh Siapkan Strategi Politik
KKP Mulai Lakukan Survei Pembangunan KNMP di Wilayah Indonesia Timur
IJRS Dorong Pembenahan Mekanisme Perintah Perlindungan dan Restitusi bagi Korban Kekerasan
Tinjau Huntap di Aceh Utara, Wamenko Polkam : Negara Hadir Bantu Rakyat Aceh terdampak Bencana
Wabup Intan Saat Menghadiri Peringatan Hari Penduli Sampah Nasional (HPSN) di Aula PT. Paragon Technology and Inovation
Prof Asep: Pendidikan Fondasi Bangsa, Bukan Sekadar Komoditas Pembangunan
Media Gathering UICI 2026 Tegaskan Komitmen Kampus Digital dengan Konsep Kuliah Fleksibel dan Kredibel
KKP Dorong Kemandirian Desa Pesisir di Kupang

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 21:03 WIB

KKP dan Komisi IV DPR Pastikan Akses Pupuk Subsidi untuk Pembudi Daya Tradisional

Kamis, 26 Februari 2026 - 16:48 WIB

KKP Mulai Lakukan Survei Pembangunan KNMP di Wilayah Indonesia Timur

Kamis, 26 Februari 2026 - 14:55 WIB

IJRS Dorong Pembenahan Mekanisme Perintah Perlindungan dan Restitusi bagi Korban Kekerasan

Kamis, 26 Februari 2026 - 11:01 WIB

Tinjau Huntap di Aceh Utara, Wamenko Polkam : Negara Hadir Bantu Rakyat Aceh terdampak Bencana

Rabu, 25 Februari 2026 - 21:25 WIB

Wabup Intan Saat Menghadiri Peringatan Hari Penduli Sampah Nasional (HPSN) di Aula PT. Paragon Technology and Inovation

Berita Terbaru

TNI-Polri

Program Ketahanan Pangan, Kodim 1710/Mimika Panen Padi Perdana

Kamis, 26 Feb 2026 - 20:28 WIB