Jakarta Timur Kota Idaman hingga Segitiga Emas Bagi Pemasok dan Pedagang Pil Koplo

- Jurnalis

Senin, 23 Februari 2026 - 21:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, suararealitas.co – Pada Rabu, 14 Januari 2026 lalu, kita melihat aparat kepolisian sempat menindak sejumlah lokasi yang diduga menjadi titik penjualan pil koplo di Jakarta Timur.

Penggerebekan dilakukan, barang bukti disita, dan pernyataan tegas disampaikan ke publik.

“Tidak ada lagi untuk di daerah wilayah hukum Jakarta Timur untuk jual obat yang terlarang daftar G. Kita hapuskan semua. Kita sikat semua, nggak ada alasan,” tegas Kombes Pol Alfian Nurrizal seperti dikutip dari video cuplikan Instagram @info_jakartatimur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, waktu berjalan, dan jejak-jejak peredaran itu kembali muncul saat tim investigasi suararealitas.co menyusuri di sudut-sudut perbatasan tepatnya di Jalan Bekasi Timur Raya, Kelurahan Cakung Barat, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Senin (24/2) malam.

Saat dikonfirmasi, seorang pria bertubuh gemuk dengan berkulit sawo matang dan berambut mullet yang bewarna pirang yang disinyalir sebagi penjaga toko enggan memberikan informasi secara terbuka soal jejak kartel pil koplo maupun dugaan oknum anggota berseragam coklat aktif dari wilayah sekitar Cakung, Jakarta Timur.

Pantauan dilokasi, transaksi penjualan berlangsung cepat melalui dibalik teralis atau jeruji besi dengan motif toko kosmetik abal-abal.

Baca Juga :  Gubernur DKI Resmikan Hak Penamaan Stasiun LRT Jakarta Boulevard Utara Summarecon Mall dan Fasilitas Jembatan Penghubung

Selain itu, sejumlah warga di kawasan seperti Cakung Barat, Cakung Timur, Jatinegara, hingga Penggilingan mengaku di bulan suci ramadhan ini mereka masih menemukan praktik jual beli pil koplo yang dilakukan secara terbuka maupun tersembunyi.

Adapun, menurut sumber bahwa peredaran pil koplo di Jakarta Timur dinilai sangat kuat.

“Toko itu sudah beroperasi selama bertahun-tahun. Kalau mau ada penggerebekan toko itu tutup lebih awal ketimbang APH nya, jadi kayak seolah-olah kongkalikong dan kebal hukum gitu mba, bang,” ujar sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan kepada suararealitas.co.

“Mekanisme penjualan nya, ya kalau lancar dan nggak ada aduan masyarakat atau wartawan mereka buka secara terang-terangan, tapi sebaliknya kadang sebagian dari mereka melayani sistem cash on delivery (COD) selama saya amatin sih,” sambungnya.

Sementara itu, seorang warga bernama Malik (bukan nama sebenarnya) yang resah melihat obat-obatan itu nyata beredar dilingkungannya hingga aktivitas tersebut juga semakin terbuka tanpa pengawasan dan belum ada tindakan tegas dari aparat penegak hukum setempat.

“Kalau benar ada koordinasi dengan oknum, ini sangat mencoreng nama baik institusi. Harus ada tindakan nyata,” tegasnya.

Hal senada dikatakan sejumlah warga lainnya yang mengaku telah lama mencurigai adanya aktivitas tersebut. Sehingga, waktu pasti dimulainya praktik itu belum dapat dipastikan.

Baca Juga :  Rano Karno Buka Musyawarah Kerja PMI DKI Jakarta

Kendati demikian, mereka menilai penindakan yang bersifat sesaat tanpa pengawasan berkelanjutan berpotensi membuat peredaran kembali tumbuh.

“Yang begini mah emang rantai pemasukan. Kalo rantai itu di putus, satu lobang pemasukan terputus juga 1 rantai, dan ada oknum yang ikut berputar disitu. Sampai detik ini juga aparat penegak hukum setempat masih ‘diam seribu bahasa’, tidak ada tindakan nyata untuk menutup permanen lapak obat ilegal tersebut dan menangkap para aktor dibalik layarnya,” sindirnya.

Bahkan selain dugaan keterlibatan penjual dan pembeli, beredar kabar adanya dugaan oknum anggota berseragam coklat aktif yang diduga mengetahui atau bahkan membekingi praktik tersebut.

Meski demikian, informasi itu hingga kini masih sebatas dugaan dan belum disertai klarifikasi resmi dari instansi terkait.

Kini, suararealitas.co tengah berusaha melakukan konfirmasi kepada pihak terkait. Konfirmasi akan dimuat pada kolom berikutnya.

Di saat situasi tidak menentu, suararealitas.co tetap berkomitmen memberikan fakta dan realita jernih dari situasi dan kondisi lapangan. Ikuti terus update terkini suararealitas.co.

Berita Terkait

Pelajar Jadi Korban, HIMMARAYA Desak Penegakan Tanpa Tawar
Aceng Syamsul Hadie: Menembus Kebuntuan SP3 Atas Kasus Pengrusakan Rumah Wastinah 2016 Indramayu: Ujian Serius bagi Akuntabilitas Polri
Satresmob Polri Berhasil Ringkus 3 Pelaku Perampokan Dengan Senpi Di Tulang Bawang Barat
Satpol PP Jakbar Sita Ribuan Botol Miras Ilegal
Perampasan Motor di Pasar Gotong Royong, Ketua LSM Barata Datangi Polsek Pasar Kemis
Diduga Libatkan Oknum Berseragam, Penjualan Obat Keras di Jakarta Timur Jadi Sorotan
Kodam I/BB Terima 8 Unit Jembatan Modular Tipe 3-1 untuk Percepat Pemulihan Infrastruktur
PASTI Indonesia Soroti Dugaan Diskriminasi dan Kekerasan Psikis Anak di Sorong

Berita Terkait

Senin, 23 Februari 2026 - 21:04 WIB

Jakarta Timur Kota Idaman hingga Segitiga Emas Bagi Pemasok dan Pedagang Pil Koplo

Senin, 23 Februari 2026 - 18:43 WIB

Pelajar Jadi Korban, HIMMARAYA Desak Penegakan Tanpa Tawar

Sabtu, 21 Februari 2026 - 04:13 WIB

Satresmob Polri Berhasil Ringkus 3 Pelaku Perampokan Dengan Senpi Di Tulang Bawang Barat

Jumat, 20 Februari 2026 - 11:26 WIB

Satpol PP Jakbar Sita Ribuan Botol Miras Ilegal

Kamis, 19 Februari 2026 - 02:37 WIB

Perampasan Motor di Pasar Gotong Royong, Ketua LSM Barata Datangi Polsek Pasar Kemis

Berita Terbaru

Berita Aktual

Pelajar Jadi Korban, HIMMARAYA Desak Penegakan Tanpa Tawar

Senin, 23 Feb 2026 - 18:43 WIB