RIAU, suararealitas.co – Kenegerian Kabun kembali menegaskan jati diri adatnya melalui prosesi penobatan Tuan Mohd Aidi sebagai Datuk Majalelo Kenegerian Kabun dan Tuan Tamrin Molok sebagai Tungkek Datuk Majalelo, yang berlangsung khidmat dan penuh dengan makna adat.
Penobatan tersebut dipimpin langsung oleh tokoh adat yang berwenang, Datuk Nuanso H. Abdul Maas, dan disaksikan oleh ratusan masyarakat serta para pemangku kepentingan.
Datuk Nuanso H. Abdul Maas menyampaikan, bahwa penobatan ini dilakukan menyusul wafatnya Datuk Majalelo sebelumnya, sehingga pengisian jabatan adat menjadi keharusan demi menjaga keberlanjutan kepemimpinan adat di Kenegerian Kabun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia mengaku, bahwa adat Kenegerian Kabun berpijak pada adat Melayu Siak, bukan adat Minangkabau.
Pengakuan tersebut dinilai penting untuk memperkuat arah dan konsistensi adat, sekaligus mencegah terjadinya pergeseran nilai budaya di tengah masyarakat.
“Gelar Datuk Majalelo dan Tungkek Datuk Majalelo adalah amanah besar. Bukan sekadar simbol kehormatan, tetapi tanggung jawab untuk menjaga marwah adat, mengayomi masyarakat, dan menjadi penengah dalam setiap persoalan sosial,” ujar Datuk Nuanso.
Sementara itu, Kepala Desa Kabun, Rafly Ashari menyampaikan harapan agar adat dan budaya lokal terus dijaga serta dilindungi dari pengaruh adat luar yang dapat menggerus nilai-nilai kearifan lokal, khususnya bagi generasi muda.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya prinsip “tali tigo berpilin satu”, yakni sinergi antara unsur adat, pemerintah, dan masyarakat sebagai fondasi untuk menjaga keharmonisan dan ketertiban sosial di Kenegerian Kabun.
Rafly pun turut mengucapkan selamat kepada Datuk Majalelo dan Tungkek Datuk Majalelo yang baru dinobatkan, seraya berharap kepemimpinan adat yang baru mampu membawa kebijaksanaan serta keberpihakan kepada kepentingan masyarakat.
Pantauan dilokasi, prosesi penobatan berlangsung tertib dan lancar, serta ditutup dengan doa yang dipimpin oleh H. Fahrul.
“Sebagai ungkapan syukur dan harapan agar kepemimpinan adat yang baru membawa keberkahan bagi Kenegerian Kabun,” tutup H. Fahrul.



































