Festival Budaya 2025 Jadi Polemik Lantaran Tidak Mencerminkan Budaya Tangerang Sebagai Kearifan Lokal

- Jurnalis

Senin, 8 Desember 2025 - 16:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hilman Santosa, Aktifis Poros Tengah Tangerang (Portas), menegaskan.

Hilman Santosa, Aktifis Poros Tengah Tangerang (Portas), menegaskan. "Yang namanya pesta budaya ya budaya tangerang yang harus dipertontonkan. Bukan undang artis ibukota yang notabene menghabiskan anggaran dan lebih ke pesta pora mana, lantaran dikala wilayah barat indonesia (Sumatera,red) sedang tertimpa bencana alam," tegasnya.

KOTA TANGERANG, Suararealitas.co – Telah Usai acara bergengsi dan Tahunan Festival Budaya 2025. Akhirnya menjadi Polemik Lantaran Tidak Mencerminkan Budaya Tangerang Sebagai Kearifan Lokal, Diduga terkesan foya – foya atau buang buang anggaran saja.Sejatinya festival budaya yang akan di laksanakan 27 – 29 Oktober 2025, molor dan di gelar pada tanggal 05 – 07 November 2025, yang berlokasi di perantara halaman Mall Modernland, terkesan lebih ke pesta hiburan di tengah tengah duka rakyat indonesia yg kena musibah di Sumatera bahkan tidak mencerminkan budalan kearifan lokal.

Hal ini menjadikan sorotan publik, Hilman Santosa, Aktifis Poros Tengah Tangerang (Portas), menegaskan. “Yang namanya pesta budaya ya budaya tangerang yang harus dipertontonkan. Bukan undang artis ibukota yang notabene menghabiskan anggaran dan lebih ke pesta pora mana, lantaran dikala wilayah barat indonesia (Sumatera,red)  sedang tertimpa bencana alam,” tegasnya, Senin (08/12/2025).

Lebih lanjut lagi, yang kerap disapa Kang Hilman , menjelaskan. Dengan anggaran ratusan juta kearifan lokal harus di tampilkan. Sehingga biaya anggaran relatif kecil bahkan terkesan tidak mencerminkan kaidah budayanya. Sehingga acara Festival budaya tidak mencerminkan budaya Tangerang tidak ada akan tetapi hanya menonjolkan ke hura – hura dan tidak bermanfaat. Tegasnya.

“Ya, mudah – mudahan ada festival baru lagi, seperti Festival Nataru atau Festival Akhir Tahun Baru(ATB,red) biar terkesan Kota Tangerang wilayah kaya anggaran dan peduli terhadap budaya serta musik dengan konsep Happy Pesta Pora dan No Kearifan Lokal,” imbuhnya.

Hal sama juga di katakan, Musisi Tangerang Raya Ncing Oji Kegiatan budaya seharusnya tidak hanya menjadi seremonial tanpa makna. Pemerintah diharapkan lebih peka dan mampu memanfaatkan momentum untuk menunjukkan kepedulian sosial.

“Harusnya sering-seringlah berdiskusi. Ajak perwakilan pelaku seni dari berbagai bidang. Jangan semena-mena menentukan konsep tanpa melibatkan kami,” tegasnya.

Ia mencontohkan, banyak band dan musisi Tangerang yang berkualitas, bahkan sering tampil di berbagai daerah, namun justru tidak dilibatkan dalam event di Tangerang. Seperti apa yang di bicarakan walikota berkolaborasi.

“Kota Tangerang banyak band-band keren. Libatkan mereka, berikan ruang. Pemerintah juga bisa bikin event tahunan yang mengakomodasi semua pelaku seni. Kasih panggung buat teman-teman,” ungkapnya.

Baca Juga :  BNN Dorong Generasi Muda Jadi Agen Perubahan dalam Pencegahan Narkotika

Ncing Oji,  juga menyinggung divisi budaya pada Dinas terkait yang menurutnya perlu berbenah total.

“Ya harus direvisi lagi lah divisinya. Mereka kan punya kewenangan, punya fasilitas. Tapi kok budaya malah dipotong-potong? Banyak karya dari teman-teman yang tidak pernah diangkat,” tuturnya.

Ia berharap Pemkot Tangerang ke depan lebih terbuka dan menjalankan fungsi pembinaan terhadap seniman lokal.

Terlepas dari kekecewaan tersebut, Ncing mengungkapkan bahwa dirinya bersama rekan-rekan musisi saat ini tengah membangun Lintas Komunitas Musik Tangerang Raya yang segera berjalan secara legal setelah turunnya akta notaris.

“Kami bergerak sesuai basic kami. Saya mengkomunikasikan teman-teman musik se-Tangerang Raya. Ini wadah agar kita bisa melangkah bersama,” ucapnya.

Di akhir percakapan, Ncing memberi pesan kepada pemerintah daerah agar lebih serius memperhatikan pelaku seni lokal.

“Saya sebagai seniman musik berharap pemerintah melibatkan yang belum tersentuh. Ajak bicara, libatkan, supaya kegiatan budaya benar-benar mencerminkan budaya Tangerang,” tutupnya.

Berita Terkait

Wartawan Online Sambangi Lurah Sunter Agung di Ruang Kerjanya
Komisi IV DPR RI Terima Aspirasi DPRD Pasangkayu Terkait Permukiman di Kawasan Hutan Lindung
Anggota Komisi I DPRD Kota Tangerang Terima Aspirasi Permasalahan Air dan Galian Liar
Makan Minum Rapat Rp1,49 Miliar di Rajeg Viral di Media Sosial, BARATA Layangkan Somasi
Jaga Jakarta On The Spot Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Nobar Piala Dunia 2026 Bersama Masyarakat, Perkuat Sinergi Kamtibmas 
JJOS Nobar Piala Dunia 2026, Pererat Silaturahmi dan Perkuat Kamtibmas di Terminal Nusantara Pura
Bungkam Soal Konsumsi Rp1,49 Miliar, Kini 40 Proyek Infrastruktur Rajeg Jadi Sorotan
Polsek Kawasan Sunda Kelapa Gelar Program ‘Jaga Jakarta On The Spot’ Bersama Pekerja dan Stakeholder Pelabuhan

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:50 WIB

Wartawan Online Sambangi Lurah Sunter Agung di Ruang Kerjanya

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:53 WIB

Komisi IV DPR RI Terima Aspirasi DPRD Pasangkayu Terkait Permukiman di Kawasan Hutan Lindung

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:33 WIB

Makan Minum Rapat Rp1,49 Miliar di Rajeg Viral di Media Sosial, BARATA Layangkan Somasi

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:54 WIB

Jaga Jakarta On The Spot Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Nobar Piala Dunia 2026 Bersama Masyarakat, Perkuat Sinergi Kamtibmas 

Senin, 22 Juni 2026 - 16:53 WIB

JJOS Nobar Piala Dunia 2026, Pererat Silaturahmi dan Perkuat Kamtibmas di Terminal Nusantara Pura

Berita Terbaru

Berita Aktual

Wartawan Online Sambangi Lurah Sunter Agung di Ruang Kerjanya

Rabu, 24 Jun 2026 - 08:50 WIB