Dialog LiraNews Soroti Setahun Pemerintahan Prabowo dan Tantangan Melepas “Sihir Jokowi”

- Jurnalis

Jumat, 24 Oktober 2025 - 16:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jakarta, Suararealitas.co – LiraNews.com menggelar Dialog Kebangsaan bertajuk “Satu Tahun Pemerintahan Prabowo: Sulitnya Melepas Sihir Jokowi” di Jakarta, Jumat (24/10/2025). Kegiatan ini menghadirkan sejumlah tokoh lintas lembaga dan kalangan masyarakat sipil yang menyoroti arah pemerintahan satu tahun terakhir.

Wakil Presiden LSM LIRA, Imam Bogie Yudha Swara, menilai Presiden Prabowo Subianto telah menunjukkan komitmen kuat dalam pemberantasan korupsi sejak awal masa pemerintahannya. Ia menyebut langkah simbolis Jaksa Agung yang menyerahkan aset negara senilai puluhan triliun rupiah sebagai tanda awal konsolidasi pemberantasan korupsi lintas institusi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Langkah itu menjadi sinyal bahwa negara serius memperkuat kembali fondasi penegakan hukum. Namun semangat reformasi hukum ini jangan berhenti di Kejaksaan Agung, tapi juga harus diperluas ke KPK dan Polri,” ujar Imam Bogie.

Ia menegaskan, pemberantasan korupsi tidak cukup dilakukan melalui tindakan hukum semata, tetapi harus dibarengi dengan revolusi mental dan perubahan nilai birokrasi agar program-program pro-rakyat dapat berjalan efektif dan berkeadilan.

Baca Juga :  Doa Orang Tua Jadi Kunci, Paslon Religius Reynaldy-Agus Raih Nomor Urut 2 di Pilbup Subang 2024

Dalam forum yang sama, Wakil Ketua DPP Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IP-KI) Mayjen (Purn.) Jan Pieter Ate, mengapresiasi upaya Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam membangun konsolidasi kabinet besar pasca-pelantikan.

Menurutnya, struktur pemerintahan yang besar dan kuat memang memberikan stabilitas politik, namun juga mengandung risiko inefisiensi bila koordinasi antarlembaga tidak berjalan optimal.

“Kabinet besar ini seperti mesin dengan tenaga luar biasa, tetapi butuh kendali yang presisi agar tidak menjadi motor terlalu besar yang sulit dikendalikan,” ujar Jan Pieter Ate.

Para pembicara dalam dialog itu sepakat bahwa “sihir politik Jokowi” masih terasa dalam gaya komunikasi, pola penunjukan pejabat, dan pendekatan populis di lapangan. Meski demikian, mereka menilai Presiden Prabowo kini memiliki peluang besar untuk memutus ketergantungan simbolik tersebut dengan menegaskan karakter kepemimpinan yang revolusioner, rasional, dan berbasis nilai keadilan.

Baca Juga :  Labuhkan Dukungan ke RIDO, Bang Japar: Warga Jakarta Harus Tetap Jadi Kreator Pembangunan

Imam Bogie menambahkan, keberhasilan pemerintahan Prabowo-Gibran akan sangat bergantung pada kemampuan membenahi struktur birokrasi hingga level terendah.

“Niat baik Presiden Prabowo harus disertai pembenahan hingga ke level camat dan lurah agar kebijakan benar-benar berdampak pada rakyat,” tuturnya.

Sementara itu, Jan Pieter Ate menekankan pentingnya masukan publik dalam proses pemerintahan.

“Kami berharap pemerintahan Prabowo mampu menjaga stabilitas nasional dan menjawab harapan rakyat yang menanti perubahan nyata. Rakyat ingin melihat pemerintahan yang bekerja dalam kesederhanaan, bukan sekadar pencitraan,” ujarnya.

Dialog kebangsaan yang digelar LiraNews ini menegaskan bahwa perjuangan membangun bangsa tidak berhenti pada pergantian kekuasaan semata. Tantangan ke depan, menurut para tokoh, adalah keberanian untuk melepaskan “sihir masa lalu” dan menegakkan politik rasional, berintegritas, serta berkeadaban.

Berita Terkait

PIKI Soroti Intimidasi Jemaat GKPI Rajeg: Minta Maaf Tak Cukup, Hukum Harus Tegak
Konflik Agraria Tak Kunjung Tuntas, RUU Reforma Agraria Didorong Jadi Solusi
Polemik Kepala Bapenda DKI Rangkap Komisaris Utama Jakpro, Pengamat Sebut Lukai Hati Masyarakat yang Sulit Cari Pekerjaan
APBD Perubahan Tanggamus Defisit Rp101,3 Miliar, Anggaran 2027 Diproyeksikan Rp1,74 Triliun
Puan Pimpin Paripurna, DPR Setujui Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia
9.205 Aduan Membanjiri DPR dalam Setahun, Puan Maharani: Kritik Bukan Jarak dengan Rakyat
Pembangunan RTH Sunter Jaya Disorot Warga: Pengamanan, Batas Lahan hingga Akses Jalan Dipertanyakan
Mahasiswa Soroti Korupsi dan Konsentrasi Kekuasaan di Era Prabowo-Gibran

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 20:54 WIB

PIKI Soroti Intimidasi Jemaat GKPI Rajeg: Minta Maaf Tak Cukup, Hukum Harus Tegak

Jumat, 4 September 2026 - 21:40 WIB

Konflik Agraria Tak Kunjung Tuntas, RUU Reforma Agraria Didorong Jadi Solusi

Jumat, 4 September 2026 - 12:02 WIB

Polemik Kepala Bapenda DKI Rangkap Komisaris Utama Jakpro, Pengamat Sebut Lukai Hati Masyarakat yang Sulit Cari Pekerjaan

Rabu, 2 September 2026 - 22:28 WIB

APBD Perubahan Tanggamus Defisit Rp101,3 Miliar, Anggaran 2027 Diproyeksikan Rp1,74 Triliun

Selasa, 1 September 2026 - 23:24 WIB

Puan Pimpin Paripurna, DPR Setujui Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia

Berita Terbaru