Upaya Pemulihan Danau Tercemar Limbah  Tidak Menghentikan Proses Hukum

- Jurnalis

Minggu, 13 April 2025 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KABUPATEN TANGERANG, Suararealitas.co – Praktisi hukum dan HAM Andi Akbar SH menyebut kendati secara sosial sudah diselesaikan dengan bertanggung jawab dan meminta maaf atas kerusakan lingkungan namun tidak serta merta dapat menghapus proses hukum.

Hal tersebut diungkapkan Andi pasca pengelola limbah mengaku telah kembali mensterilkan danau buatan yang sebelumnya sempat Tercemar limbah yang diduga bahan berbahaya dan beracun (B3).

“”Kalau semua perbuatan melanggar hukum bisa diselesaikan dengan minta maaf, dan dianggap selesai gampang dong. Jadi upaya pemulihan yang sudah dilakukan oleh pengelola limbah tidak serta merta mengantikan proses hukum,” jelas Andi

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Andi menilai, dugaan pengelolaan limbah yang tidak sesuai dengan apa yang telah ditentukan tidak dapat dibenarkan terlebih pengolahan limbah yang diduga bahan beracun dan berbahaya (B3) tersebut sempat membuat resah warga sekitar.

“Kalau ngga salah sample tanah dari sekitaran pengelolaan limbah dan air dari danau yang tercemar dan sungai Wulungan sudah diambil sample airnya oleh temen – temen dari aktifis lingkungan, ya tinggal kita tunggu aja hasil lab mereka saat hasil lab keluar tinggal kita kawal mereka untuk membuat laporan ke pihak yang berwajib,” ungkap Andi.

Baca Juga :  Karangan Bunga 'Pansuskan PT BDS Selamatkan Investasi Iklim' Muncul di Gedung DPRD dan Bupati Bandung

Kata Andi, ada beberapa undang undang yang diduga dilanggar oleh pengusaha pengelola limbah yang disebutnya telah meresahkan warga diantaranya Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

“Disitu sudah tertuang secara jelas dan eksplisit mengatur tentang pengelolaan limbah B3 dan sanksi bagi pelaku yang melanggar,” papar Andi.

Selain itu, Andi menambahkan Peraturan Pemerintah No. 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun juga dapat disangkakan kepada pengelola limbah yang tidak sesuai dengan yang telah ditetapkan.

“Pidana Penjara maksimal 10 tahun, dan denda maksimal 10 Milyar,” pungkas Andi Akbar.

Andi yang saat ini menjadi kuasa hukum dari Konsorsium masyarakat peduli lingkungan (KOPEL) berharap pemerintah Kabupaten Tangerang dalam hal ini Dinas lingkungan hidup dapat pro aktif dalam menyingkapi persoalan tersebut.

“Minimal turut memberikan rekomendasi untuk dilakukan penyegelan oleh satpolPP, karna sudah menjadi tugas melindungi masyarakat dalam persoalan pencemaran lingkungan,” ungkap Andi.

Baca Juga :  KBPP POLRI Resor Metro Jakarta Utara dan FKPPI PC Jakarta Utara Kolaborasi dengan Polsek Tanjung Priok Berbagi Takjil di Bulan Ramadan

Sebelumnya, Polemik terkait keluhan warga atas dugaan pengelolaan limbah B3 di wilayah pasar Kemis diklaim pengusaha telah diselesaikan dengan baik.

Melalui vidio yang dikirimkan ke redaksi pada Sabtu (12/4/2025) danau yang sebelumnya tercemar saat ini sudah kembali jernih seperti sediakala.

“Alhamdulillah sudah tidak menimbulkan bau lagi, dan saat ini sudah mulai steril,” ungkap Tedy Nusantara perwakilan pengusaha kepada wartawan.

Dalam Vidio tersebut Tedi juga mengkonfirmasi bahwa danau bekas galian yang sebelumnya telah tercemar limbah B3 tersebut benar adanya.

“Bisa dibuktikan langsung dengan datang langsung ke lokasi dan vidio tersebut benar adanya dan bisa dipertangungjawabkan,” kata Tedi.

Dirinya juga mengklaim sudah menjalin komunikasi kepada warga – warga sekitar yang terdampak atas kelalalaiannya dalam mengelola limbah yang disebut sudah meresahkan.

“Alhamdulillah kami sudah menjalin komunikasi yang baik dengan warga sekitar, bahkan dalam unggahan disalahsatu akun media sosial kantor berita  pak Nandang sudah menyampaikan permohonan maafnya kepada semua pihak yang merasa dirugikan atas persolan itu,” pungkas Tedi.(CIL)

Berita Terkait

Penuh Khidmat, Danramil Leuwiliang dan Kapolsek Ikuti Upacara HUT ke-81 RI
Camat Leuwiliang Pimpin Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI
HUT Ke-81 RI, Menjadi Momen Istimewa bagi Pemerintah Desa Puraseda Leuwiliang
HUT RI ke-81, PAUD PKBM Mutiara Hati Satukan Semangat, Prestasi dan Kebersamaan
Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Rajeg Berlangsung Khidmat, Danramil Tekankan Makna Kemerdekaan
Makna Kemerdekaan Indonesia bagi Anggota Komisi III DPRD Kota Tangerang
Satu Tahun Perjalanan Alap-Alap News Group Ditutup dengan Doa dan Santunan
SPPG di Mojokerto Meledak Saat Perbaikan, 5 Orang Jadi Korban, Polisi Turun Tangan

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:52 WIB

Penuh Khidmat, Danramil Leuwiliang dan Kapolsek Ikuti Upacara HUT ke-81 RI

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:02 WIB

Camat Leuwiliang Pimpin Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Senin, 17 Agustus 2026 - 21:52 WIB

HUT Ke-81 RI, Menjadi Momen Istimewa bagi Pemerintah Desa Puraseda Leuwiliang

Senin, 17 Agustus 2026 - 20:09 WIB

HUT RI ke-81, PAUD PKBM Mutiara Hati Satukan Semangat, Prestasi dan Kebersamaan

Senin, 17 Agustus 2026 - 18:32 WIB

Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Rajeg Berlangsung Khidmat, Danramil Tekankan Makna Kemerdekaan

Berita Terbaru