Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Kasus Korupsi Minyak Mentah PT Pertamina, Negara Rugi Rp193,7 Triliun

- Jurnalis

Selasa, 25 Februari 2025 - 16:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Suararealitas.co – Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan tujuh tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina, Subholding, serta Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) periode 2018-2023. Dugaan korupsi ini menyebabkan kerugian negara yang ditaksir mencapai Rp193,7 triliun. Selasa, (25/2/2025).

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Abdul Qohar, menjelaskan bahwa para tersangka terdiri dari empat petinggi anak perusahaan PT Pertamina dan tiga lainnya berasal dari pihak swasta.

“Perbuatan melawan hukum tersebut telah mengakibatkan adanya kerugian keuangan negara sekitar Rp193,7 triliun,” ujar Abdul Qohar dalam konferensi pers di Gedung Kejaksaan Agung, Senin (24/02) malam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Modus Operandi: Manipulasi dan Mark Up Kontrak

Kejagung mengungkap bahwa modus dugaan korupsi yang dilakukan para tersangka melibatkan berbagai cara, termasuk:

  1. Manipulasi Produksi Minyak Bumi Dalam Negeri
    • Para tersangka diduga dengan sengaja mengkondisikan produksi minyak mentah dalam negeri agar tampak berkurang dan dianggap tidak memenuhi nilai ekonomis. Akibatnya, muncul kebutuhan untuk meningkatkan impor minyak dari luar negeri.
  2. Pengoplosan Minyak Mentah
    • Impor minyak mentah dengan kadar oktan (RON) 90 yang setara dengan Pertalite kemudian diolah menjadi RON 92 yang setara dengan Pertamax.
  3. Mark Up Kontrak Pengiriman Minyak
    • Para tersangka diduga melakukan penggelembungan (mark up) harga dalam kontrak pengiriman minyak impor.
  4. Kerugian dari Ekspor dan Impor Minyak Mentah
    • Kerugian negara disebut berasal dari beberapa aspek, antara lain:
      • Kerugian ekspor minyak mentah dalam negeri.
      • Kerugian impor minyak mentah melalui perantara (broker).
      • Kerugian impor bahan bakar minyak (BBM) melalui broker.
      • Kerugian akibat pemberian kompensasi serta subsidi.
Baca Juga :  Koptu Rohiman Berikan Komsos Kepada Para Petani Desa

Daftar Tersangka

Tujuh orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini adalah:

  1. RS – Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga
  2. SDS – Direktur Feed Stock and Product Optimization PT Kilang Pertamina Internasional
  3. YF – Direktur Utama PT Pertamina Internasional Shipping
  4. AP – VP Feed Stock Management PT Kilang Pertamina Internasional
  5. MKAR – Beneficial Owner PT Navigator Khatulistiwa
  6. DW – Komisaris PT Navigator Khatulistiwa dan Komisaris PT Jenggala Maritim
  7. GRJ – Komisaris PT Jenggala Maritim dan Direktur PT Orbit Terminal Merak

Kapuspen Kejagung, Harli Siregar, menyebut bahwa penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik memeriksa 96 saksi dan dua orang saksi ahli. Setelah ditetapkan sebagai tersangka, ketujuhnya langsung ditahan oleh penyidik di Jampidsus Kejagung.

Baca Juga :  Gubernur Aceh Muzakir Sampaikan Selamat kepada Tito Karnavian atas Penganugerahan Gelar Adat dari Wali Nanggroe

“Penyidik juga pada jajaran Jampidsus berketetapan melakukan penahanan terhadap tujuh orang tersebut,” ujar Harli.

Sanksi Hukum dan Proses Penyelidikan

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan:

  • Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 3 jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi
  • Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, kuasa hukum para tersangka belum memberikan pernyataan resmi terkait kasus ini.

Respons PT Pertamina

Menanggapi kasus ini, PT Pertamina (Persero) menyatakan bahwa pihaknya akan menghormati proses hukum yang tengah berjalan dan menyerahkan sepenuhnya kepada Kejaksaan Agung.

“Pertamina menghormati Kejaksaan Agung dalam menjalankan tugas serta kewenangannya dalam proses hukum yang tengah berjalan,” kata VP Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, dalam keterangannya, Selasa (25/02).

Kasus ini menjadi salah satu skandal korupsi terbesar di sektor energi dalam beberapa tahun terakhir. Kejagung berkomitmen untuk mengusut tuntas dugaan tindak pidana korupsi ini demi menegakkan supremasi hukum dan menyelamatkan keuangan negara.

Berita Terkait

Pererat Ukhuwah Islamiyah Antar Warga, Pemdes Purasari Gelar Dzikir Maulid Nabi dan Pengajian Bulanan
Persija vs Persib Digelar Hari Ini, Kapolres Bogor Turun Langsung Pastikan Keamanan Wilayah
Benda Misterius Mirip Bom Rakitan Gegerkan Warga Tawang, Polisi Bergerak Cepat Amankan Bekas Pabrik Engsun
PWJU “Membangun Utara” Siapkan Pelatihan Jurnalistik dan Program Sosial untuk Masyarakat
Parkir CNI Ditutup, Warga Protes Harus Ada Solusi
Parkir Liar Depan RS Hermina Membandel, Warga Desak Kepala UP Parkir hingga Kasudinhub Jakbar Bertindak Tegas
Bukti Polisi Peduli Masyarakat, Polsek Teluknaga Bagikan Masker Gratis
Patroli Jaga Jakarta Jaga Priok di Pelabuhan Sambil Bagikan Masker

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 12:53 WIB

Pererat Ukhuwah Islamiyah Antar Warga, Pemdes Purasari Gelar Dzikir Maulid Nabi dan Pengajian Bulanan

Sabtu, 12 September 2026 - 15:42 WIB

Persija vs Persib Digelar Hari Ini, Kapolres Bogor Turun Langsung Pastikan Keamanan Wilayah

Kamis, 10 September 2026 - 21:19 WIB

Benda Misterius Mirip Bom Rakitan Gegerkan Warga Tawang, Polisi Bergerak Cepat Amankan Bekas Pabrik Engsun

Kamis, 10 September 2026 - 16:55 WIB

PWJU “Membangun Utara” Siapkan Pelatihan Jurnalistik dan Program Sosial untuk Masyarakat

Kamis, 10 September 2026 - 12:32 WIB

Parkir CNI Ditutup, Warga Protes Harus Ada Solusi

Berita Terbaru