Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Iklan
Iklan

Pasang Iklan Hubungi Admin

Baca berita tanpa iklan. Gabung Suara Realitas

Suara Realitas Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Suara Realitas Masuk
S+
Tranding
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Suara Realitas. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTKegiatan Peningkatan Jalan Pulau Cangkir Diduga Rusak Pohon MangroveKomentar: 0

Kegiatan Peningkatan Jalan Pulau Cangkir Diduga Rusak Pohon Mangrove

Suara Realitas, 31 Mei 2023, 14:07 WIB · 2 menit bacaBaca di App
Huruf

Suararealitas.com Kronjo – Akibat kegiatan peningkatan jalan Kronjo-Pulo Cangkir yang asal asalan, berimbas rusaknya ratusan tanaman mangrove di kawasan Pulo Cangkir, Kec. Kronjo, Kab. Tangerang.

Tampak dalam potho pohon mangrove disekitar saluran air antara jalan dengan tambak warga roboh. Diduga robohnya pohon mangrove itu akibat aktifitas alat berat excavator yang mengeruk lumpur di saluran itu.

Aktivis lingkungan untuk Mangrove di Pulo Cangkir (Mapuca) H. Makdis Adhari menyayangkan hal itu. Dia mendukung pembangunan yang sedang dilaksanakan. Hanya saja, aktifitas itu jangan sampai berdampak pada lingkungan, yakni rusaknya tanaman mangrove yang ada di wilayah pesisir polo cangkir yang sudah di tanami secara bersama sama dengan aktivis dan pihak Pemda Kabupaten Tangerang.

Baca Juga :  Ditjen Polpum Kemendagri Gandeng Pemuda Indonesia Center, Laksanakan Pendidikan Politik bagi Pemilih Pemula

“Pohon mangrove yang roboh itu umurnya sekitar 4 tahun. Waktu itu saya dan rekan-rekan aktifis lingkungan bersama Pemda setempat yang menanam program dari Dinas Perikanan,” ujar H. Heru, sapaan akrabnya.

Sebagai aktifis lingkungan hidup, pihaknya berupaya untuk berkomunikasi dengan pelaksana kegiatan itu, Namun sampai berita ini di turunkan pihak kontraktor sebagai pelaksana tidak bertemu. 

“Saya akan sampaikan hal ini ke pihak Kecamatan kronjo, pihak Dinas Perikanan dan pihak DBMSDA sebagai penanggung jawab proyek betonisasi tersebut” ucapnya.

Baca Juga :  Kelompok Wanita Tani Sri Wahyuni Desa Kohod Semakin Signifikan

Di sisi lain saat di konfirmasi terkait kegiatan dari DBMSDA yang anggarannya 2,3 milyard lebih Sunuhadi Yoni selaku Pejabat pelaksana Teknis Kerja (PPTK) melalui jejaring wastup mengatakan belum mengetahui kondisi di lapangan dan mengatakan dirinya akan segera berkordinasi ke pihak pengawas dan pelaksana pekerjaan.

“Trima kasih atas infonya, saya belum tau kondisi dan kronologinya, saya akan segera kroscek ke pengawas dan pelaksananya” jelasnya. (*SR/bar)

Lihat Berita Aktual Selengkapnya→
Memuat berita berikutnya…
Artikel Terkait Berita Aktual
NasionalKanal lain