BOGOR, Suararealitas.co – Penataan Dayeuh Pajajaran di Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor mencapai 80 persen. Meskipun belum rampung 100 persen, pengerjan tersebut sudah terlihat lebih tertata, rapi, dan elok dipandang.
Program penataan yang digagas oleh Bupati Bogor diharapkan mampu memperindah wajah wilayah sekaligus menjadikan Dayeuh Pajajaran sebagai ikon khas Sunda yang mencerminkan nilai budaya dan kearifan lokal masyarakat Bogor.
Di samping itu, pemerintah desa purasari terus menunjukkan komitmennya dalam membangun desa dengan mengedepankan keindahan dan kelestarian lingkungan.

Kepala Desa Purasari, Agus Soleh Lukman mengungkapkan bahwa pengerjaan Dayeuh Pajajaran ini baru mencapai 80 Persen, dan adapun untuk proses pengarjan ini sudah berjalan dua Minggu.
“Alhmdulillah pengerjaan ini sudah mencapai 80 persen, dan proses untuk pengerjaannya baru berjalan empat belas Hari, ini sudah tertata cukup rapih,” ujar Kades Purasari.
Kepala Desa Purasari, berharap dibangunnya Dayeuh Pajajaran di kampung Cikaret ini tidak hanya maju secara infrastruktur, akan tetapi juga lingkungan yang bersih dan asri adalah cerminan dari masyarakatnya yang sehat dan peduli
“Kami berharap melalui program penataan ini, tidak hanya maju secara infrastruktur, akan tapi indah dipandang serta Lingkungan yang bersih dan asri,” harapnya.
Pada kesempatan tersebut, Pemdes Purasari juga mengajak warga untuk memanfaatkan lahan pekarangan dengan tanaman produktif dan hias, sehingga menambah keindahan sekaligus nilai ekonomi.
Dengan penataan yang terus berjalan, Dayeuh Pajajaran diharapkan dapat menjadi kawasan yang semakin indah, tertib, dan representatif, sekaligus menjadi simbol kebanggaan budaya Sunda Pajajaran di wilayah Kabupaten Bogor.












