Kontribusi KKP Kembangkan Susu Ikan untuk Penuhi Gizi Masyarakat

- Jurnalis

Selasa, 17 September 2024 - 21:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, (17/9) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mendorong produktivitas susu ikan untuk pemenuhan gizi serta asupan protein masyarakat. Berbagai dukungan diberikan KKP agar hilirisasi produk perikanan, khususnya susu ikan semakin berkembang.

Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Budi Sulistiyo mengatakan, rata-rata masyarakat Indonesia saat ini masih kekurangan protein dalam mewujudkan generasi emas. Berdasarkan data BPS 2023, asupan protein masih sekitar 62,3 gram/kapita/hari, masih berada di bawah Kambodja, Thailand dan Filipina. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk mewujudkan generasi emas, sambungnya dibutuhkan asupan protein di atas 100 gram/kapita/hari. Untuk itu, pihaknya mendukung penuh program makanan bergizi yang dicanangkan Pemerintahan Prabowo Subianto – Gibran, dengan meningkatkan asupan protein ke tengah masyarakat, khususnya melalui  produk susu ikan.

“Asupan berbasis ikan, memiliki kandungan yang tidak kecil sebagai pendukung pertumbuhan otak, misalnya dalam mengatasi stunting,” kata Budi Sulistyo dalam kegiatan Bincang Bahari di Jakarta, Selasa (17/9/2024).

Mengenai pengembangan susu ikan ini, dukungan terus diberikan. Diantaranya penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI), permudah perizinan, memfasilitasi 

pelaku usaha dengan investor dan program modal usaha, serta menghubungkan ke pemerintah daerah maupun nelayan lokal selaku penyuplai bahan baku produksi. Termasuk mendekatkan industri dengan sumber bahan baku.

Baca Juga :  Perkumpulan Lions Indonesia Distrik 307-A1 menggelar Pemeriksaan Mata dan Pembagian Kacamata Gratis di 3 wilayah Jakarta

Budi optimis pengembangan usaha susu ikan akan memberikan multiplier effect yang cukup besar bagi pertumbuhan ekonomi, serta mendorong peningkatan asupan protein nasional. 

“Selain berdampak terhadap memerangi stunting dan membangun generasi tangguh, kuat dan cerdas, susu ikan juga berdampak pada UMKM dan tenaga kerja,” jelasnya.

Founder Berikan Protein, Yogie Arry menjelaskan, pihaknya mendukung pemerintah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya asupan protein bagi tubug. Berdasarkan data yang dimilikinya, 81 persen orang Indonesia itu defisiensi protein. Padahal, Indonesia memiliki sumber protein berasal dari ikan yang sangat melimpah.

“Data KKP hampir 12 juta ton surplus ikan yang jelas menjadi sumber protein terbaik. Ini harus dimanfaatkan, bangsa kita darurat protein,” jelasnya.

Dukungan ini salah satunya melalui inovasi susu ikan yang merupakan hasil dari teknologi Hidrolisat Protein Ikan (HPI). Dalam sebulan pihaknya mampu memproduksi 3.350.000 botol susu ikan. 

Usaha yang dirintis tidak hanya mempengaruhi peningkatan asupan protein, tapi juga produktivitas nelayan tradisional. 

“Kami bekerjasama dengan nelayan tradisional untuk mendapatkan ikan, banyak ikan hasil tangkapan nelayan yang bisa dimanfaatkan menjadi HPI. HPI itu sumber produksi susu ikan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Wujud Employee Well-being, Pegadaian Gelar The Gade Fest 2024

Sementara itu, Peneliti Ahli Utama pada PR BILD, BRIN, Prof. Ekowati Chasanah menuturkan susu ikan tidak dimaksudkan untuk menggantikan susu sapi, melainkan sebagai alternatif atau tambahan yang menawarkan manfaat gizi khusus dari protein ikan. 

Produk HPI itu dapat memberikan keunggulan nutrisi tertentu, seperti profil asam amino tertentu yang berbeda atau bioaktivitas, yang tidak tersedia dari susu sapi atau sumber protein lain.

“Dengan demikian, HPI berfungsi untuk melengkapi, bukan menggantikan, sumber protein lain dalam diet masyarakat yang memerlukannya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono menegaskan HPI akan menjadi faktor penting dalam mendorong hilirisasi perikanan. Menurutnya, Susu Ikan akan menjadi  pengungkit  daya saing produk perikanan, baik di pasar dalam negeri maupun global.  

Dikatakannya, produk ini merupakan produk inovasi yang menggabungkan antara manfaat protein ikan untuk kesehatan dengan diversifikasi produk olahan sehingga dapat meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk, sejalan dengan program prioritas.

Berita Terkait

Pemprov DKI Salurkan Bantuan Rp5,8 Miliar untuk Korban Gempa NTT
Polri Evakuasi Dua Warga Palue Lewat Jalur Udara, Lansia Korban Reruntuhan dan Ibu Hamil
Jaga Marwah DPD RI, Aliansi Kebhinekaan Bali Sampaikan Pengaduan terhadap Arya Wedakarna
Anak Mantan Lurah Pertama Pademangan Timur Sambangi Kantor Kelurahan, Kenangan Lama Kembali Terjalin
Polres Pelabuhan Tanjung Priok Edukasi 80 Siswa SMK Al Jihad tentang Pemanfaatan AI dan Bahaya Cybercrime
JJOS Pelayanan & Pengamanan Embarkasi KM Bukit Raya Tujuan Kijang Berlangsung Aman dan Lancar, 228 Penumpang Terlayani
Gelar Gerakan Pangan Murah, Kecamatan Mauk Dukung Pengendalian Inflasi Kabupaten Tangerang
Gubernur DKI Lantik Tujuh Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:35 WIB

Pemprov DKI Salurkan Bantuan Rp5,8 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 - 20:50 WIB

Polri Evakuasi Dua Warga Palue Lewat Jalur Udara, Lansia Korban Reruntuhan dan Ibu Hamil

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:30 WIB

Jaga Marwah DPD RI, Aliansi Kebhinekaan Bali Sampaikan Pengaduan terhadap Arya Wedakarna

Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:26 WIB

Anak Mantan Lurah Pertama Pademangan Timur Sambangi Kantor Kelurahan, Kenangan Lama Kembali Terjalin

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:23 WIB

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Edukasi 80 Siswa SMK Al Jihad tentang Pemanfaatan AI dan Bahaya Cybercrime

Berita Terbaru

Berita Aktual

Lima Hari di NTT, Mendagri Pastikan Negara Hadir untuk Korban Gempa

Kamis, 20 Agu 2026 - 22:24 WIB

Berita Aktual

Wamendagri Wiyagus Ingatkan Kepala Daerah Terus Belajar Cegah Korupsi

Kamis, 20 Agu 2026 - 22:20 WIB