Penanggulangan Sampah di Rusun Pesakih Daan Mogot Terus Diperkuat, Pengelola Tekankan Peran Aktif Warga

- Jurnalis

Senin, 14 September 2026 - 14:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, suararealitas.co – Persoalan sampah di lingkungan rumah susun menjadi salah satu perhatian penting pengelola Rusun Pesakih Daan Mogot, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.

Padatnya aktivitas warga setiap hari membuat pengelolaan sampah harus dilakukan secara teratur agar kebersihan, kenyamanan, dan kesehatan penghuni tetap terjaga.

Pengelola UPRS V terus mendorong penanggulangan sampah secara menyeluruh, mulai dari pengumpulan, pemilahan, pengangkutan hingga penataan lingkungan di kawasan rusun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah tersebut dinilai penting karena volume sampah akan terus meningkat seiring dengan aktivitas masyarakat apabila tidak dibarengi kesadaran dan kedisiplinan bersama.

Kepala UPRS V, Muhammad Ali menegaskan, bahwa persoalan sampah bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pengelola.

Menurutnya, seluruh penghuni rusun memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal.

“Penanggulangan sampah ini harus dilakukan bersama-sama. Pengelola mempunyai tanggung jawab untuk menangani dan mengatur sistemnya, tetapi warga juga harus ikut menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya dan mengikuti aturan yang sudah ditentukan,” ujar Muhammad Ali, Senin (14/9/2026).

Ia menjelaskan, pengelolaan sampah di kawasan Rusun Pesakih membutuhkan kerja sama yang berkesinambungan.

Sebab, kebersihan lingkungan tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan pengangkutan sampah, tetapi juga harus dimulai dari kebiasaan warga dalam mengelola sampah dari sumbernya.

Muhammad Ali juga mengingatkan warga agar tidak membuang sampah sembarangan, khususnya di area yang bukan diperuntukkan sebagai lokasi pembuangan.

Menurutnya, kebiasaan membuang sampah sembarangan dapat menimbulkan berbagai persoalan baru, seperti saluran air tersumbat, lingkungan menjadi kumuh, munculnya bau tidak sedap hingga berpotensi mengganggu kesehatan warga.

“Kami terus mengingatkan warga agar disiplin. Sampah rumah tangga harus ditempatkan pada titik yang telah disediakan.apaoagi sekarang sudah di sediakan wadah untuk mempermudah warga . Jangan sampai sampah dibuang di sembarang tempat karena akhirnya akan merugikan lingkungan dan warga sendiri,” tegasnya.

Baca Juga :  Serikat Pekerja PT.PJA dan TIJA Gelar Kegiatan Bersih Sampah di Area Rekreasi Pantai Ancol

Selain itu, pengelola juga terus mendorong kesadaran warga untuk memilah sampah. Sampah rumah tangga yang masih dapat dimanfaatkan atau didaur ulang diharapkan tidak langsung tercampur dengan sampah lainnya.

Upaya pemilahan tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif.

Dengan pemilahan dari sumbernya, sampah yang mempunyai nilai manfaat dapat dipisahkan, sedangkan sampah residu dapat ditangani sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.

Sementara itu, Sarana dan Prasarana UPRS V, Kevin Mario Nando mengatakan, pihaknya terus mendukung proses penanggulangan sampah dari sisi sarana maupun prasarana pendukung.

Menurut Kevin, keberadaan sarana kebersihan merupakan bagian penting dalam menjaga lingkungan rusun agar tetap tertata.

Namun, sarana tersebut harus dibarengi dengan kepedulian warga agar dapat berfungsi secara maksimal.

“Kami dari bagian Sarpras terus melakukan pemantauan dan mendukung kebutuhan sarana kebersihan di lingkungan rusun. Tetapi sarana yang tersedia harus digunakan dengan baik oleh warga. Kalau tempat sampah sudah disiapkan, maka penggunaannya juga harus sesuai peruntukannya,” kata Kevin.

Kevin menambahkan, penanganan sampah tidak hanya berbicara soal mengangkut sampah yang sudah menumpuk.

Lebih jauh dari itu, diperlukan sistem yang teratur mulai dari sumber sampah, tempat penampungan sementara hingga proses pengangkutan.

Karena itu, koordinasi antara pengelola, petugas kebersihan, pengurus lingkungan dan masyarakat menjadi sangat penting.

Setiap unsur memiliki peran masing-masing sehingga persoalan sampah tidak hanya diselesaikan ketika sudah menimbulkan masalah.

“Kami terus melakukan koordinasi agar penanganan sampah berjalan dengan baik. Kalau ada persoalan di lapangan, tentu akan kami evaluasi dan cari solusinya bersama. Intinya jangan menunggu masalah menjadi besar baru ditangani,” ungkap Kevin.

Menurutnya, kebersihan rusun juga merupakan bagian dari kenyamanan warga. Lingkungan yang bersih dan tertata akan memberikan dampak positif terhadap kehidupan sehari-hari penghuni, terutama anak-anak dan kelompok masyarakat yang banyak beraktivitas di lingkungan rusun.

Baca Juga :  Polisi Gagalkan Tawuran Bersenjata di Kesambi

Pengelola berharap kesadaran warga terhadap kebersihan terus meningkat. Edukasi mengenai pemilahan sampah dan larangan membuang sampah sembarangan juga dinilai perlu dilakukan secara konsisten agar menjadi kebiasaan.

Muhammad Ali menegaskan, pihaknya terbuka terhadap masukan dan laporan dari warga apabila menemukan kendala terkait kebersihan maupun pengelolaan sampah di kawasan Rusun Pesakih.

“Kami tidak menutup mata terhadap persoalan yang ada. Kalau ada kendala, silakan disampaikan kepada pengelola. Kita cari solusi bersama. Yang terpenting komunikasi berjalan dan warga ikut menjaga lingkungan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa menjaga kebersihan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama. Pengelola tidak mungkin bekerja sendiri apabila perilaku masyarakat dalam membuang sampah tidak berubah.

Karena itu, UPRS V mengajak seluruh penghuni Rusun Pesakih Daan Mogot untuk membangun budaya hidup bersih mulai dari lingkungan rumah masing-masing.

Sampah yang dihasilkan setiap hari diharapkan dapat dikelola dengan lebih tertib sehingga tidak mencemari lingkungan.

Di sisi lain, penanggulangan sampah di rusun juga diharapkan mampu mendukung terciptanya lingkungan hunian yang sehat dan nyaman.

Pengelolaan yang baik tidak hanya berdampak terhadap estetika kawasan, tetapi juga dapat mencegah berbagai masalah lingkungan yang bisa muncul akibat sampah yang tidak tertangani.

Dengan penguatan sistem pengelolaan, dukungan sarana dan prasarana serta meningkatnya kesadaran masyarakat, persoalan sampah di Rusun Pesakih Daan Mogot diharapkan dapat ditekan secara bertahap.

Pesan pengelola pun jelas: kebersihan rusun bukan hanya tugas petugas kebersihan dan pengelola, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh penghuni. Tanpa partisipasi warga, penanggulangan sampah tidak akan berjalan maksimal.

Karena itu, kolaborasi antara UPRS V, petugas lapangan, pengurus lingkungan dan seluruh warga menjadi kunci agar Rusun Pesakih Daan Mogot tetap bersih, sehat, nyaman dan tertata.

Berita Terkait

PWI Pusat Minta Hotman Paris Klarifikasi Usai Pernyataan yang Dinilai Merendahkan Wartawan
Polisi Gagalkan Tawuran Bersenjata di Kesambi
Arisan Online Twins_SJ Diduga Bodong, Puluhan Korban Rugi hingga Rp10 Miliar
Diduga Ada “Jual Beli Kursi” PJLP di Jaksel: Setor Puluhan Juta, Kerja Sebulan Langsung Dirumahkan
Komika Pandji Pragiwaksono Dilaporkan ke Polda Banten, Cuplikan Netflix Jadi Sorotan
Serikat Pekerja PT.PJA dan TIJA Gelar Kegiatan Bersih Sampah di Area Rekreasi Pantai Ancol
Merasa Difitnah, Teguh Nugraha dan Ferdiansyah Bakal Ambil Langkah Hukum
Dugaan Praktik Prostitusi Online Terbongkar di Rumah Kos Serang, Oknum Polisi Diduga Terlibat

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 14:51 WIB

Penanggulangan Sampah di Rusun Pesakih Daan Mogot Terus Diperkuat, Pengelola Tekankan Peran Aktif Warga

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:27 WIB

PWI Pusat Minta Hotman Paris Klarifikasi Usai Pernyataan yang Dinilai Merendahkan Wartawan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 14:36 WIB

Polisi Gagalkan Tawuran Bersenjata di Kesambi

Senin, 30 Maret 2026 - 08:50 WIB

Arisan Online Twins_SJ Diduga Bodong, Puluhan Korban Rugi hingga Rp10 Miliar

Kamis, 5 Maret 2026 - 21:41 WIB

Diduga Ada “Jual Beli Kursi” PJLP di Jaksel: Setor Puluhan Juta, Kerja Sebulan Langsung Dirumahkan

Berita Terbaru