Jakarta Utara, (14/8) Suararealitas.co – Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Utara,kasie drainase dan pemeliharaan Rizki, dan lurah pluit ahmad faizal di dampingi kasie Ekbang pluit samsu,melaksanakan sosialisasi rencana pekerjaan pembangunan turap tanggul mitigasi rob di Jalan Mandala Bahari, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Kegiatan tersebut menjadi langkah awal sebelum pelaksanaan pekerjaan, sekaligus untuk memastikan pembangunan dapat berjalan dengan baik dan memperhatikan kondisi di sekitar lokasi.
Sosialisasi tersebut diikuti sejumlah pihak yang berkaitan dengan rencana pekerjaan, mulai dari unsur pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, UP3 Muara Angke hingga penyedia jasa konstruksi. Pertemuan ini menjadi forum untuk menyamakan pemahaman mengenai rencana pembangunan serta membahas berbagai hal yang perlu dipersiapkan sebelum pekerjaan dimulai.
Dalam pembahasan, sejumlah aspek teknis dan kondisi lapangan turut menjadi perhatian. Di antaranya inventarisasi bangunan yang berpotensi terdampak, kondisi sistem drainase, rencana crossing saluran serta berbagai kemungkinan dampak sosial yang dapat muncul selama proses pembangunan berlangsung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Koordinasi lintas pihak dinilai penting mengingat pekerjaan pembangunan turap tanggul mitigasi rob berada di kawasan yang memiliki aktivitas masyarakat dan usaha. Dengan adanya sosialisasi sejak awal, berbagai persoalan yang berpotensi menghambat pekerjaan diharapkan dapat diidentifikasi dan dicarikan solusi bersama sebelum pekerjaan dilaksanakan.
Pembangunan turap tanggul mitigasi rob tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat perlindungan kawasan Jakarta Utara dari risiko banjir akibat pasang air laut. Keberadaan tanggul yang dibangun dan ditangani secara terencana diharapkan dapat meningkatkan perlindungan kawasan serta mengurangi dampak rob terhadap lingkungan dan aktivitas masyarakat.
Selain membahas aspek konstruksi, perhatian terhadap sistem drainase juga menjadi bagian penting dalam perencanaan. Integrasi antara tanggul, saluran drainase dan crossing saluran diperlukan agar pembangunan tidak menimbulkan persoalan baru terhadap aliran air di kawasan sekitar.
Keterlibatan masyarakat dan pihak-pihak yang berada di sekitar lokasi juga menjadi bagian dari proses sosialisasi. Masukan dari masyarakat maupun pelaku usaha diperlukan untuk mengetahui kondisi faktual di lapangan, sehingga pelaksanaan pekerjaan nantinya dapat disesuaikan dengan situasi dan kebutuhan kawasan.
Pemkot Jakarta Utara melalui Sudin SDA terus mengedepankan koordinasi, komunikasi dan keterlibatan masyarakat dalam pembangunan infrastruktur pengendalian rob. Langkah tersebut dilakukan agar pekerjaan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memperhatikan dampak terhadap lingkungan, aktivitas warga dan keberlangsungan kegiatan usaha di sekitar lokasi.
Melalui sosialisasi ini, seluruh pihak diharapkan memiliki pemahaman yang sama mengenai rencana pembangunan turap tanggul mitigasi rob di Jalan Mandala Bahari. Koordinasi yang dilakukan sejak tahap awal diharapkan mampu mendukung kelancaran pekerjaan sekaligus meminimalkan berbagai kendala yang mungkin terjadi saat pembangunan berlangsung.
Dengan adanya pembangunan infrastruktur mitigasi rob yang direncanakan secara matang dan melibatkan berbagai unsur, Jakarta Utara diharapkan semakin memiliki perlindungan terhadap ancaman banjir rob. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha dan pihak terkait menjadi bagian penting dalam mewujudkan kawasan pesisir yang lebih aman dan terlindungi.kipray




































