Hari Kebaya Nasional ke-3, KOWANI, PIM, dan Senayan City Perkuat Gerakan Pelestarian Budaya dan Karakter Anak

- Jurnalis

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Suararealitas.co – Ketua Umum DPP Perempuan Indonesia Maju (PIM), Lana T. Koentjoro, mengajak seluruh organisasi perempuan, komunitas budaya, pemerintah, akademisi, media, pelaku usaha, dan masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi dalam melestarikan kebaya sebagai identitas budaya bangsa sekaligus mewariskannya kepada generasi muda sebagai bagian dari jati diri Indonesia.

Menurut Lana, semangat tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Hari Kebaya Nasional ke-3 dan Hari Anak Nasional 2026 bertajuk “Indonesia Berkebaya, Anak Hebat, Indonesia Kuat” yang digelar Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) bersama Perempuan Indonesia Maju (PIM) serta organisasi-organisasi anggota federasi KOWANI pada Jumat (24/7) di The Hall, Senayan City, Jakarta.

Kegiatan ini juga dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia dan disiarkan secara langsung sebagai bentuk perayaan budaya sekaligus penghormatan kepada anak-anak Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Indonesia Berkebaya, Anak Hebat, Indonesia Kuat bukan sekadar tema kegiatan, tetapi menjadi gerakan bersama untuk menguatkan kecintaan terhadap budaya bangsa sekaligus membangun karakter generasi muda. Kebaya harus terus hidup di tengah masyarakat dan diwariskan kepada anak-anak Indonesia sebagai simbol jati diri, persatuan, serta kebanggaan bangsa,” ujar Lana.

Ia menjelaskan, penyelenggaraan Hari Kebaya Nasional ke-3 menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kebaya kepada generasi muda sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga warisan budaya Indonesia.

Hal tersebut sejalan dengan penetapan 24 Juli sebagai Hari Kebaya Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 19 Tahun 2023. Lana mengatakan, gerakan pelestarian kebaya merupakan hasil perjuangan panjang berbagai organisasi perempuan bersama Tim Nasional Kebaya Indonesia.

Perjuangan tersebut melahirkan dua tonggak sejarah penting, yakni penetapan Hari Kebaya Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 19 Tahun 2023 serta pengakuan Kebaya sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) UNESCO pada 4 Desember 2024 melalui nominasi bersama Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, dan Thailand.

“Kebaya bukan sekadar busana, tetapi simbol budaya, karakter perempuan Indonesia, sekaligus bagian dari sejarah bangsa yang harus terus diwariskan kepada generasi muda.

Pengakuan UNESCO bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal tanggung jawab kita untuk memastikan kebaya tetap hidup dalam keseharian masyarakat,” kata Lana.

Menurutnya, semakin banyak generasi muda mengenakan kebaya menjadi bukti bahwa budaya Indonesia mampu berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan nilai dan jati dirinya.

Di sisi lain, gerakan berkebaya juga memberikan manfaat nyata bagi pertumbuhan ekonomi kreatif melalui pemberdayaan para penenun, perajin kain tradisional, penjahit, desainer, pengrajin aksesori, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Lana menambahkan, semangat tersebut telah tercermin dalam Parade Perempuan Berkebaya Berkain Songket yang diselenggarakan DPD Perempuan Indonesia Maju (PIM) Sumatera
Selatan di kawasan Car Free Day (CFD) Palembang pada 19 Juli 2026.

Kegiatan itu berhasil memecahkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori Parade Perempuan Berkebaya Berkain Songket Terbanyak sekaligus menjadi rangkaian menuju puncak peringatan Hari Kebaya Nasional.

Baca Juga :  Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026, Papua Barat Angkat Produk Berbasis Kearifan Lokal

Keberhasilan parade tersebut mendapat dukungan luas dari berbagai tokoh perempuan nasional, di antaranya Ketua Umum KOWANI periode 2009–2014 Dewi Motik, Ketua Umum Komunitas Pertiwi Sinta Umar, Ketua I Komunitas Pertiwi Miranti Sirad Ginanjar, Ketua Umum KB Wirawati Catur Panca Pia Megananda, Prof. Dr. Ana Mariana selaku Ibu Tenun Nasional, serta jajaran Dewan Pimpinan KOWANI.

Sementara itu, Ketua Umum KOWANI (periode 2024-2029), Nannie Hadi Tjahjanto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh organisasi perempuan, pemerintah daerah, komunitas budaya, para relawan, serta seluruh pihak yang telah bersinergi menyukseskan rangkaian Hari Kebaya Nasional, termasuk keberhasilan Parade Perempuan Berkebaya Berkain Songket di Palembang yang memecahkan Rekor MURI.

“Kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bergotong royong menyukseskan rangkaian Hari Kebaya Nasional.

Semoga semangat kolaborasi ini terus memperkuat upaya melestarikan budaya bangsa serta berkontribusi mewujudkan perempuan Indonesia yang maju, mandiri, berdaya, berintegritas, dan berkarakter,” ujar Nannie.

Menurut Nannie, Hari Kebaya Nasional bukan sekadar momentum mengenakan busana tradisional, tetapi telah berkembang menjadi gerakan nasional untuk menjaga identitas budaya Indonesia.

Melalui kolaborasi lintas organisasi perempuan, pemerintah, dunia usaha, media, akademisi, dan masyarakat, kebaya diharapkan semakin dicintai sebagai simbol persatuan bangsa sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk bangga terhadap budaya Indonesia.

Ia juga menegaskan bahwa peringatan Hari Kebaya Nasional tahun ini dipadukan dengan Hari Anak Nasional sebagai bentuk komitmen untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya sejak usia dini.

Menurutnya, anak-anak Indonesia merupakan generasi penerus yang akan melanjutkan estafet pelestarian budaya bangsa di masa depan.

Lebih lanjut, Nannie menegaskan bahwa peringatan Hari Anak Nasional yang dipadukan dengan Hari Kebaya Nasional merupakan momentum untuk mengingatkan seluruh elemen bangsa bahwa membangun generasi unggul harus berjalan seiring dengan pelestarian budaya Indonesia.

Menurutnya, setiap anak merupakan pemilik sekaligus pewaris masa depan bangsa yang berhak memperoleh perlindungan, pendidikan, layanan kesehatan, ruang bermain, serta lingkungan yang aman untuk tumbuh dan berkembang.

Ia menekankan bahwa perlindungan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan merupakan tanggung jawab bersama keluarga, sekolah, organisasi masyarakat, dunia usaha, media, akademisi, dan seluruh elemen bangsa. Karena itu, KOWANI terus mendorong kolaborasi lintas sektor melalui Gerakan Serentak Nasional Hari Anak Nasional 2026 dengan tema “Anak Aman, Anak Bahagia, Anak Berani, Anak Bermain, Anak Terlindungi, Keluarga Tangguh, Indonesia Kuat.”

Nannie juga mengingatkan pentingnya memastikan seluruh anak Indonesia memperoleh perlindungan tanpa diskriminasi, termasuk anak berkebutuhan khusus, anak penyandang disabilitas, anak dalam situasi rentan, korban kekerasan dan eksploitasi, maupun anak yang berhadapan dengan hukum. Menurutnya, setiap anak harus diberi kesempatan yang sama untuk belajar, berkarya, dan meraih cita-cita sebagai generasi penerus bangsa.

Baca Juga :  Bhayangkari NTB Promosikan Tenun Lombok, Mutiara, dan Kuliner Khas di Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026

“Tidak boleh ada anak Indonesia yang ditinggalkan. Setiap anak harus dirangkul, didengar, dihormati, dilindungi, serta memperoleh kesempatan untuk bertumbuh dan menjadi versi terbaik dari dirinya. Dengan menanamkan kecintaan terhadap budaya sejak usia dini, kita tidak hanya melestarikan kebaya sebagai identitas bangsa, tetapi juga membentuk generasi Indonesia yang berkarakter, berbudaya, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” tutup Nannie.

Selvyn, Center Director Senayan City menambahkan, “Senayan City tidak hanya menjadi destinasi gaya hidup premium, tetapi juga menjadi ruang yang merayakan kreativitas, budaya, dan karya anak bangsa. Merayakan Hari Kebaya Nasional, Senayan City mendukung dan berkomitmen untuk turut melestarikan kekayaan dan budaya milik Indonesia. Dan, Senayan City juga mengajak anak-anak Indonesia untuk mengenal dan bangga akan kekayaan dan keberagaman budaya di Indonesia.

Senayan City percaya bahwa sebuah destinasi tidak hanya diukur dari apa yang dihadirkannya, tetapi juga dari kontribusinya dalam mendukung kreativitas, budaya, dan talenta Indonesia”.

Peringatan Hari Kebaya Nasional ke-3 dan Hari Anak Nasional 2026 diikuti ribuan peserta yang berasal dari anggota KOWANI, BKOW dan GOW se-Indonesia, organisasi perempuan, komunitas kebaya, komunitas budaya, anak-anak berkebutuhan khusus, berbagai yayasan
sosial, serta masyarakat umum.

Beragam kegiatan diselenggarakan dalam peringatan tersebut, di antaranya parade kebaya lintas profesi, fashion show kebaya dan busana daerah, permainan tradisional anak, talkshow edukatif, konser anak, layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang melibatkan para perajin kain tradisional, desainer, dan pelaku industri kreatif dari berbagai daerah.

Salah satu agenda utama yang menjadi perhatian adalah Special Show Anak Berkebutuhan Khusus, yang menampilkan pertunjukan seni dari siswa-siswi Sekolah Luar Biasa (SLB) di DKI Jakarta dan sekitarnya. Penampilan tersebut menjadi simbol komitmen bersama untuk menghadirkan ruang yang setara bagi setiap anak Indonesia agar dapat berkarya, berekspresi, dan menunjukkan potensi terbaiknya tanpa diskriminasi.

Sejumlah pejabat negara dijadwalkan menghadiri kegiatan ini, di antaranya Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Menteri Kebudayaan, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Wakil Ketua MPR RI, serta para tamu undangan lainnya. Acara ini juga didukung berbagai media nasional dan dimeriahkan oleh penampilan artis serta tokoh budaya Indonesia.

Melalui peringatan Hari Kebaya Nasional ke-3 dan Hari Anak Nasional 2026, KOWANI bersama Perempuan Indonesia Maju berharap gerakan “Indonesia Berkebaya, Anak Hebat, Indonesia Kuat” terus berkembang menjadi gerakan nasional yang menghidupkan kebaya sebagai identitas budaya bangsa, sekaligus membentuk generasi Indonesia yang berkarakter, inklusif, kreatif, berdaya saing, dan bangga terhadap warisan budayanya.

Berita Terkait

Bhayangkari NTB Promosikan Tenun Lombok, Mutiara, dan Kuliner Khas di Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026
Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026, Papua Barat Angkat Produk Berbasis Kearifan Lokal
Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026, Bhayangkari Kalimantan Tengah Promosikan Produk Unggulan Daerah
Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026, Bhayangkari Kepulauan Bangka Belitung Tampilkan Ragam UMKM dan Kain Cual Unggulan

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:28 WIB

Hari Kebaya Nasional ke-3, KOWANI, PIM, dan Senayan City Perkuat Gerakan Pelestarian Budaya dan Karakter Anak

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:44 WIB

Bhayangkari NTB Promosikan Tenun Lombok, Mutiara, dan Kuliner Khas di Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:29 WIB

Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026, Papua Barat Angkat Produk Berbasis Kearifan Lokal

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:18 WIB

Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026, Bhayangkari Kalimantan Tengah Promosikan Produk Unggulan Daerah

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:16 WIB

Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026, Bhayangkari Kepulauan Bangka Belitung Tampilkan Ragam UMKM dan Kain Cual Unggulan

Berita Terbaru