Hari Ketiga Kebakaran TPA Jatiwaringin, Pemkab Tangerang Minta Bantuan BPBD Kota Tangerang

- Jurnalis

Jumat, 3 Juli 2026 - 11:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG, suararealitas.co – Kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, hingga Kamis (2/7/2026) masih belum berhasil dipadamkan.

‎Pemerintah Kabupaten Tangerang pun meminta bantuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang untuk memperkuat upaya penanganan di lokasi.

‎Bupati Tangerang Maesyal Rasyid mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Tangerang agar mengerahkan tambahan armada mobil pemadam kebakaran beserta personelnya.

“Kami sudah coba hubungi Pemerintah Kota Tangerang supaya bisa membantu armada mobil damkarnya,” ujar Maesyal.

‎Menurutnya, tambahan armada dibutuhkan untuk mempercepat proses pemadaman sekaligus melakukan pembasahan pada area timbunan sampah yang belum terbakar guna mencegah api meluas.

‎”Kami meminta bantuan armada kebakaran dari Kota Tangerang untuk membantu menjaga agar timbunan sampah yang belum terbakar tetap dibasahi, di samping memadamkan titik-titik api yang masih menyala,” katanya.

Menindaklanjuti permintaan tersebut, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang Andia Rahman mengatakan pihaknya mengerahkan tiga unit submersible pump, satu armada water supply, serta 15 personel pemadam kebakaran ke lokasi kebakaran.

‎Menurut Andia, hasil asesmen di lapangan menunjukkan kendala utama dalam proses pemadaman adalah jauhnya sumber air dan terganggunya pasokan air menuju lokasi.

“Sesuai hasil asesmen, kendalanya sumber air yang jauh dan suplai yang terputus. Karena itu kami mengambil posisi untuk membantu suplai air agar proses pemadaman tidak terkendala,” ujar Andia.

Baca Juga :  Puluhan UMKM Jakbar Ikut Ramaikan Bazar Semarak Ramadan 1446 Hijriah

Kebakaran di TPA Jatiwaringin telah berlangsung sejak Selasa (30/6/2026) dan memasuki hari ketiga.

Hingga kini, api masih sulit dipadamkan karena dipicu embusan angin yang cukup kencang, titik api berada di dalam timbunan sampah yang sulit dijangkau, serta keterbatasan pasokan air di lokasi kejadian.

‎Petugas gabungan masih terus berupaya mengendalikan kebakaran agar tidak meluas ke area lain di sekitar TPA.

Berita Terkait

Api di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Seluruh Gajah Terpantau Aman
Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni : Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap
Mendagri Tito Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Penanganan Karhutla di Kalimantan Barat
Wamendagri Wiyagus Titip 4 Pesan ke Mahasiswa Untad untuk Akselerasi Penuntasan TB di Sulteng
Yandri Nale Kecam Keras Dugaan Aksi Premanisme Oknum Debt Collector di Jakarta Barat dan Tangerang
Bima Arya Dorong Kepala Daerah Ubah Paradigma Pembangunan untuk Perkuat Keadilan Ekologis
Mendagri dan Menteri PKP Bahas Penanganan Rumah Warga Terdampak Gempa NTT
Lima Hari di NTT, Mendagri Pastikan Negara Hadir untuk Korban Gempa

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 07:09 WIB

Api di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Seluruh Gajah Terpantau Aman

Minggu, 23 Agustus 2026 - 11:44 WIB

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni : Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:46 WIB

Mendagri Tito Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Penanganan Karhutla di Kalimantan Barat

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:29 WIB

Wamendagri Wiyagus Titip 4 Pesan ke Mahasiswa Untad untuk Akselerasi Penuntasan TB di Sulteng

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:15 WIB

Yandri Nale Kecam Keras Dugaan Aksi Premanisme Oknum Debt Collector di Jakarta Barat dan Tangerang

Berita Terbaru