JAKARTA, suararealitas.co – Terkait pemberitaan yang tayang di suararealitas.co pada Sabtu dan Minggu, tanggal 2-3 Mei 2026, bahwa redaksi telah menerima Hak Jawab dan Klarifikasi dari Tgh.
Sesuai ketentuan yang berlaku bersama dengan ini kami tayangkan Hak Jawab dan Klarifikasi dari Tgh dengan isi sebagai berikut :
Tgh mengklarifikasi terkait tudingan memberikan informasi keberadaan PKL usai diberitakan Media Suara Realitas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tgh menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah memberikan informasi apapun terkait Danau Sunter.
“Jadi begini pak, kemarin saya di sidang sama pedagang disana. Saya bingung, saya nggak pernah di wawancara. Itu bukan saya, tapi namanya Romansyah yang memberikan informasi ke bapak,” ungkap Tgh kepada suararealitas.co, Sabtu (16/5/2026) sore.
Tgh menyayangkan atas sikap Bapak U dan T yang diduga telah menghakimi keluarganya secara selihak tanpa adanya pertimbangan terlebih dahulu lantaran dirinya diduga memberi informasi berita kepada media.
“Jadi tadi malam itu, saya disuruh bikin surat pernyataan bahwasannya saya tidak akan memberikan informasi apapun tentang danau. Surat pernyataan itu buat saya sendiri pak. Saya kan merasa di fitnah sama orang-orang danau pak,” keluhnya.
Tgh mengaku bahwa dirinya pernah menjadi ketua para pedagang di Tribun Plaza Danau Sunter kurang lebih 2-3 tahun lalu, dan 2026 ini sudah tidak lagi menjabat atau terpilih.
Selain itu, selama dia terpilih menjadi ketua juga mengedepankan prinsip ‘Dari Kita Untuk Kita’ dan selama mengkoordinir, dirinya tidak ada permintaan pembayaran maupun pungutan apapun.
“Begini pak, jadi waktu saya yang jadi ditunjuk ketua ya Prinsipnya saya pun dari kita untuk kita. Sifat saya kan mengayomi, ayo kita guyub bareng-bareng. Nggak boleh ada pembayaran dan pungutan apapun,” ujarnya.
“Dari mulai Desember saya terakhir ke danau, dan sudah diawal Januari nggak pernah injak itu danau. Kalau sekarang saya nggak tau deh pak maaf banget, saya nggak ikut-ikut. Saya nggak tau perkembangan danau, dan saya nggak pernah namanya tau atau apapun begitu begini nggak tau pak. Kurang paham pak, saya nggak tau sekarang gantinya saya,” sambungnya.
Dia pun menambahkan, dirinya sempat meminta nomer redaksi untuk memberikan klarifikasi, namun tidak diberikan oleh Bapak U hingga T.
“Jadi begini pak, saya minta nomor bapak nggak di kasih, dan seakan-akan bapak gabisa di hubungin gituloh pak,” seraya menirukan bicara Bapak U.
“Padahal kata saya, kalau emang benar alangkah baiknya ditemukan sama saya karna bagaimana pun yang diberitakan adalah saya,” pungkasnya.
Penulis : Za




































