Warga Tantang Pemkot Jakut Bongkar Bangunan Liar di Bantaran Kali Sunter Agung

- Jurnalis

Senin, 15 Desember 2025 - 17:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

POTRET - bangunan liar (Bangli) di Bantaran Kali Sunter Agung marak dan menjamur. (Foto: Ekslusif Suara Realitas).

POTRET - bangunan liar (Bangli) di Bantaran Kali Sunter Agung marak dan menjamur. (Foto: Ekslusif Suara Realitas).

JAKARTA, suararealitas.coBangunan liar (Bangli) di Jl. Agung Barat I, RW 10, Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara oleh sejumlah kalangan diminta untuk dibongkar dan difungsikan kembali sebagai jalan inspeksi maupun taman atau ruang terbuka hijau.

Warga sekitar bernama Hans menilai, keberadaan usaha ilegal tersebut tidak cocok berada di dalam kawasan permukiman.

Bahkan keluhan juga datang dari warga berinisial DMT, bahwa kemacetan dan aroma tak sedap yang timbul dari aktivitas di area tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal senada dikatakan Hans, Klay mengatakan, siapapun yang punya bangunan dan apapun bentuk bangunannya, kalau dibangun di bantaran saluran air tetap dinilai melanggar aturan pemerintah.

Baca Juga :  Wakapolres Jakbar: Semangat Baru di Mapolres Jakarta Barat

Ia juga meminta kepada Pemkot Jakarta Utara kalau berani bisa bongkar bangunan semi permanen di lokasi tersebut.

“Kami sebagai warga meminta kepada Pemkot Jakarta Utara untuk segera meratakan semua bangunan yang di bantaran kali Sunter Agung tanpa pandang bulu,” ujarnya.

Kendati demikian, tokoh masyarakat, Ratmono mendukung penuh penertiban.

“Bangunan liar di sepanjang kali ini dapat menghambat normalisasi, meningkatkan risiko banjir, dan mengganggu pemandangan. Penertiban harus tegas dan adil, tidak hanya menyasar masyarakat kecil,” sebut mantan Ketua RW 10 (2013–2019) sekaligus juga mantan Ketua LMK Sunter Agung (2021–2023).

Baca Juga :  Hukuman Mati Tahanan Palestina || Aceng Syamsul Hadie (ASH): Ujian Nurani Dunia yang Tak Boleh Gagal

Sebelumnya, praktik jual-beli lapak di lahan pemerintah oleh oknum yang mengunakan kesempatan untuk meraup keuntungan sepihak terungkap.

Pasalnya, seorang pedagang berinisial L mengaku, bahwa dirinya sudah membayar untuk menempati lahan tersebut.

“Saya tidak gratis usaha di sini, bayar,” ungkap L saat ditemui suararealitas.co, Senin (15/12/2025).

Kini, suararealitas.co tengah berusaha melakukan konfirmasi kepada pihak terkait. Konfirmasi akan dimuat pada kolom berikutnya.

Di saat situasi tidak menentu, suararealitas.co tetap berkomitmen memberikan fakta dan realita jernih dari situasi dan kondisi lapangan. Ikuti terus update terkini suararealitas.co.‎

Berita Terkait

Hak Jawab dan Klarifikasi Oknum Tgh yang Disebut Pemberitaan Danau Sunter
Gubernur DKI Dampingi Wapres Tinjau Pembangunan MRT Jakarta Bundaran HI-Kota
Segel Dicopot Diam-diam, Proyek MMT Padel Kembali Berjalan Meski PBG Tak Terpasang?
Satpol PP Koja Perkuat Program Sekolah Sahabat, SMK Walang Jaya Jadi Lokasi Pembinaan Disiplin Pelajar
Gubernur DKI Tegaskan Komitmen Reformasi Layanan Kesehatan dan Pelindungan Perempuan
SIRUKIM DPRKP DKI Disorot: Warga Sebut Sistem Amburadul dan Diduga Persulit Pelayanan
Gubernur DKI Canangkan HUT ke-499 Jakarta dan Deklarasi Gerakan Pilah Sampah
Warga Kali Baru Tunjukkan Semangat Kebersamaan dalam Festival Meriah Jakarta Utara

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 20:56 WIB

Hak Jawab dan Klarifikasi Oknum Tgh yang Disebut Pemberitaan Danau Sunter

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:34 WIB

Gubernur DKI Dampingi Wapres Tinjau Pembangunan MRT Jakarta Bundaran HI-Kota

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:24 WIB

Segel Dicopot Diam-diam, Proyek MMT Padel Kembali Berjalan Meski PBG Tak Terpasang?

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:18 WIB

Satpol PP Koja Perkuat Program Sekolah Sahabat, SMK Walang Jaya Jadi Lokasi Pembinaan Disiplin Pelajar

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:39 WIB

Gubernur DKI Tegaskan Komitmen Reformasi Layanan Kesehatan dan Pelindungan Perempuan

Berita Terbaru

Perilaku

Polisi Gagalkan Tawuran Bersenjata di Kesambi

Sabtu, 16 Mei 2026 - 14:36 WIB