Erni Nasriah: Hilirisasi Perunggasan Harus Jadi Jalan Kesejahteraan Peternak

- Jurnalis

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Suararealitas.co — Hilirisasi perunggasan nasional dinilai tidak akan berjalan optimal tanpa keberpihakan terhadap petani dan peternak mandiri. Di tengah tekanan tingginya harga pakan, fluktuasi harga ayam hidup, hingga sulitnya akses pasar dan permodalan, peran asosiasi menjadi semakin strategis sebagai penghubung antara peternak rakyat dengan pemerintah maupun industri besar.

Hal itu mengemuka dalam forum diskusi dan sosialisasi sektor perunggasan nasional yang mempertemukan pelaku usaha, peternak mandiri, asosiasi, hingga pemangku kepentingan industri unggas dari berbagai daerah yang digelar di Jakarta,  (8/5/2026).

Erni Nasriah salah satu Owner Peternakan Andi Hartika Salomeko Bone, Sulawesi Selatan, menilai hilirisasi harus menjadi jalan untuk memperkuat ekonomi peternak rakyat, bukan justru memperlebar dominasi perusahaan besar di sektor unggas nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, peternak mandiri selama ini masih menghadapi persoalan klasik yang belum terselesaikan, mulai dari mahalnya harga pakan, harga ayam yang tidak stabil, hingga terbatasnya akses terhadap program pemerintah dan pembiayaan usaha.

“Peternak mandiri sebenarnya siap berkembang dan meningkatkan kapasitas produksi. Tapi kami butuh dukungan nyata, baik dari sisi pasar, permodalan, maupun pendampingan,” ujar Erni.

Baca Juga :  Panen Fest 2026 Warnai HUT ke-6 Panen News, Tegaskan Komitmen Kemandirian Pangan

Ia mengatakan, kehadiran asosiasi sangat penting untuk memastikan suara peternak kecil tidak tenggelam di tengah arus industrialisasi perunggasan yang terus berkembang. Asosiasi dinilai harus mampu menjadi wadah perjuangan sekaligus jembatan komunikasi agar kebijakan pemerintah benar-benar menyentuh kebutuhan peternak rakyat.

Salah satu yang menjadi sorotan ialah implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Erni berharap program tersebut dapat membuka peluang bagi peternak mandiri, bukan hanya menjadi ruang bagi perusahaan berskala besar.

“Kalau ada program besar pemerintah, peternak kecil juga harus diberi ruang. Jangan sampai kami hanya jadi penonton di daerah sendiri,” katanya.

Ia mengaku banyak peternak rakyat sebenarnya memiliki kemampuan produksi yang memadai, namun terkendala akses distribusi dan jaringan pasar. Kondisi tersebut diperparah dengan harga pakan yang terus naik, sementara harga jual ayam di tingkat peternak kerap jatuh dan tidak menentu.

Karena itu, hilirisasi dinilai menjadi langkah penting untuk meningkatkan nilai tambah hasil ternak. Melalui penguatan industri hilir, peternak tidak hanya bergantung pada penjualan ayam hidup, tetapi juga dapat masuk ke rantai produksi pangan olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dan pasar yang lebih luas.

Baca Juga :  SPI Peringati Hari Tani Nasional 2025: Enam Tuntutan Reforma Agraria untuk Kedaulatan Pangan

Di sisi lain, asosiasi juga diharapkan aktif memperjuangkan kemudahan akses pembiayaan bagi peternak rakyat. Selama ini, banyak peternak mengaku kesulitan memperoleh Kredit Usaha Rakyat (KUR) meski memiliki rekam usaha yang baik.

“Kadang persyaratan yang diminta terlalu banyak, padahal kami tidak punya catatan buruk di perbankan. Ini yang perlu mendapat perhatian,” ujarnya.

Erni berharap pemerintah tidak hanya fokus pada peningkatan produksi nasional, tetapi juga memastikan keberlangsungan usaha peternak rakyat sebagai tulang punggung sektor pangan nasional.

Menurutnya, kesejahteraan petani dan peternak hanya dapat terwujud apabila pemerintah, asosiasi, dan pelaku industri berjalan bersama dalam membangun ekosistem perunggasan yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.

“Harapannya, hilirisasi ini benar-benar membawa manfaat bagi petani dan peternak Indonesia, khususnya peternak mandiri di daerah yang selama ini terus bertahan di tengah berbagai keterbatasan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Rangkai HUT RI ke- 81, Camat Mauk Ajak Warga Eratkan Persatuan Lewat Jalan Santai
Menko Polkam: Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Harus Jadi Booster Program Pemerintah
Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Perkuat Sinergi dengan PWI-LS DKI Jakarta
JJOS Patroli Cipta Kondisi Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Antisipasi Kejahatan Jalanan dan Gangguan Kamtibmas
Pemerintah Perkuat Penanganan Banjir Pantura, Brebes Masuk Program FMNJP untuk Tingkatkan Ketahanan Wilayah
Brimob Polda Metro Jaya Bubarkan Balap Liar, Sembilan Motor Diamankan di Jakarta Timur
Menteri Hukum Minta Verifikasi Pelepasan Kewarganegaraan Maksimal 15 Hari
Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel Melalui Latihan Peningkatan Kemampuan Dalmas

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:25 WIB

Rangkai HUT RI ke- 81, Camat Mauk Ajak Warga Eratkan Persatuan Lewat Jalan Santai

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:02 WIB

Menko Polkam: Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Harus Jadi Booster Program Pemerintah

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:18 WIB

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Perkuat Sinergi dengan PWI-LS DKI Jakarta

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:21 WIB

Pemerintah Perkuat Penanganan Banjir Pantura, Brebes Masuk Program FMNJP untuk Tingkatkan Ketahanan Wilayah

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:55 WIB

Brimob Polda Metro Jaya Bubarkan Balap Liar, Sembilan Motor Diamankan di Jakarta Timur

Berita Terbaru