KABUPATEN TANGERANG, Suararealitas.co – Dandim 0510/Tigaraksa Letkol Inf Yudho Setyono,S.H. turun langsung mengendalikan pengamanan pelepasan 2.800 pemudik di Kabupaten Tangerang, Rabu (18/03/2026), untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan akibat lonjakan mobilitas massal.
Di lapangan, konsentrasi massa dalam jumlah besar terpantau menjadi titik rawan. Pasukan Kodim 0510/Tigaraksa bergerak cepat mengurai kepadatan dan mengendalikan arus keberangkatan di kawasan Puspemkab Tangerang.
Sebanyak 56 unit bus disiapkan untuk mengangkut pemudik menuju 19 daerah tujuan di Jawa dan Sumatera, menjadikan lokasi tersebut sebagai pusat konsentrasi pergerakan warga dalam waktu bersamaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Dandim, pengamanan difokuskan pada pengendalian situasi agar tidak terjadi penumpukan yang berpotensi memicu gangguan, baik kemacetan maupun kerawanan keamanan.
Ia mengatakan, operasi teritorial ini menempatkan personel pada titik strategis, termasuk jalur masuk, area parkir bus, dan titik keberangkatan.
Sebanyak 30 personel Kodim diterjunkan sebagai inti pengamanan, diperkuat unsur Polresta Tangerang, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta tenaga kesehatan dan pemadam kebakaran.
Sementara itu, unit intelijen Kodim melakukan pemantauan tertutup untuk mendeteksi potensi ancaman, termasuk risiko kriminalitas dan gangguan ketertiban di tengah kepadatan warga.
Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menyatakan program mudik gratis ini dirancang untuk mengurangi beban masyarakat sekaligus memastikan perjalanan berlangsung lebih aman dan tertib. Ia menyebut 2.800 peserta telah lolos verifikasi dan diberangkatkan menggunakan armada laik jalan.
Namun di balik kelancaran tersebut, momentum mudik tetap menyimpan potensi risiko tinggi, terutama pada titik keberangkatan yang menjadi pusat kerumunan dalam waktu singkat.
Pengendalian oleh TNI menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas, terutama dalam mencegah kepanikan massa, penumpukan kendaraan, hingga potensi gangguan keamanan lainnya.
Program ini juga berdampak pada menurunnya tekanan transportasi umum serta mengurangi risiko kecelakaan akibat perjalanan mandiri yang tidak terkontrol.
Dalam konteks lebih luas, operasi ini menunjukkan peran aktif TNI dalam menjaga stabilitas wilayah saat momentum kritis nasional seperti mudik Lebaran.
Dengan kendali langsung dari Dandim, situasi di lapangan tetap terkendali dan kegiatan berakhir dalam kondisi aman tanpa gangguan berarti.



































