Hardiknas di PKBM Mutiara Hati: Bukan Upacara, Ini Perlawanan!

- Jurnalis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta Utara, Suararealitas.co — Hardiknas di PKBM Mutiara Hati, Sabtu pagi (2/5/2026) bukan sekadar upacara. Ini adalah panggung perlawanan melawan kebodohan, kemiskinan, dan sikap acuh terhadap pendidikan yang selama ini dianggap biasa-biasa saja.

Sejak pagi, lapangan RT 05 RW 013 Kelurahan Pejagalan dipadati peserta didik dari PAUD hingga Paket A, B, dan C. Mereka berdiri rapi, bukan hanya untuk mengikuti upacara, tapi membawa satu pesan: pendidikan adalah harapan terakhir yang tak boleh dikhianati. Di belakang mereka, para guru berdiri tegak bukan sekadar pengajar, tapi penjaga masa depan.

Suasana memang tertib. Tapi di balik itu, ada bara semangat yang menyala diam, tapi siap meledak menjadi perubahan.

Kepala Sekolah PAUD dan PKBM Mutiara Hati, Nanik Sri Utami, tak berbicara biasa. Ia menghantam kesadaran semua yang hadir.

“Hardiknas bukan seremoni tahunan untuk sekadar diingat. Ini adalah panggilan perjuangan. Pendidikan bukan pilihan—ini kebutuhan yang menentukan hidup kita,” ujarnya dengan lantang.

Ia mengingatkan, terlalu lama pendidikan dipuja dalam kata-kata, tapi lemah dalam tindakan. Menurutnya, jasa para pahlawan pendidikan tak boleh dikubur dalam upacara seremonial.

“Kita menyebut nama Ki Hajar Dewantara setiap tahun. Tapi pertanyaannya: apakah kita benar-benar melanjutkan perjuangannya? Atau hanya sekadar mengulang tradisi tanpa makna?” sambungnya.

Bagi Nanik, pendidikan bukan sekadar proses belajar ini adalah senjata paling kuat untuk mematahkan rantai ketertinggalan.

Baca Juga :  Refleksi HUT RI ke-78, Ketua KPK: Terus Maju untuk Indonesia

“Kalau pendidikan kita dibiarkan lemah, jangan harap masa depan kita kuat. Tapi kalau hari ini kita berani serius membangun pendidikan, kita sedang mencetak generasi yang tidak akan mudah dikalahkan,” ucapnya.

Upacara ini akhirnya bukan lagi formalitas. Ia berubah menjadi alarm keras peringatan bahwa semua pihak, tanpa alasan, punya tanggung jawab yang sama, yaitu menyelamatkan pendidikan.

Di PKBM Mutiara Hati, Hardiknas tahun ini bukan untuk dikenang. Ini adalah titik balik. Dari tempat sederhana, lahir tekad besar: pendidikan harus maju… atau kita siap tergilas zaman.

 

Berita Terkait

Musrenbangdes Tulungrejo Bahas RKPDes 2027, Warga Aktif Sampaikan Aspirasi
Jaga Kebersihan Lingkungan, TP PKK Berperan Penting Tangani Persoalan Sampah
Dugaan Intimidasi di Rumah Doa GKPI Rajeg, Laporan Resmi Masuk Polresta Tangerang
Program Dekranasda, TP PKK, dan TP Posyandu Perlu Terintegrasi dalam Perencanaan Daerah
Kontainer Terbakar di NPCT 1, Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gandeng Labfor Lakukan Penyelidikan
Tiga Orang Bawa Sajam Diduga Mengamuk di Jalan Sertu Semanan Kalideres, Warga Minta Polisi Bertindak
ISO Tank Berisi Bahan Kimia Terbakar Hebat di NPCT1 Tanjung Priok, 11 Unit Damkar Dikerahkan
Stafsus Menteri Agama Turun ke Tangerang, Pastikan GKPI Mauk Sepatan Bisa Ibadah Lagi

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 16:05 WIB

Musrenbangdes Tulungrejo Bahas RKPDes 2027, Warga Aktif Sampaikan Aspirasi

Selasa, 22 September 2026 - 17:41 WIB

Jaga Kebersihan Lingkungan, TP PKK Berperan Penting Tangani Persoalan Sampah

Selasa, 22 September 2026 - 15:59 WIB

Dugaan Intimidasi di Rumah Doa GKPI Rajeg, Laporan Resmi Masuk Polresta Tangerang

Selasa, 22 September 2026 - 12:56 WIB

Program Dekranasda, TP PKK, dan TP Posyandu Perlu Terintegrasi dalam Perencanaan Daerah

Selasa, 22 September 2026 - 10:23 WIB

Kontainer Terbakar di NPCT 1, Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gandeng Labfor Lakukan Penyelidikan

Berita Terbaru

Kabar Polisi

Polda Banten Ungkap Hasil Identifikasi Korban Kapal Arupadhatu 1

Rabu, 23 Sep 2026 - 17:15 WIB