Dilaporkan ke Polisi dan Ombudsman Republik Indonesia, Sengketa Tanah di Denpasar Minta Kepastian Hukum

- Jurnalis

Minggu, 1 Maret 2026 - 18:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ILUSTRASI - baru dua hari dibeli, Tanah di Denpasar diduga diserobot mantan pemilik: hak milik dipertanyakan? (Foto: Dok. Suara Realitas).

ILUSTRASI - baru dua hari dibeli, Tanah di Denpasar diduga diserobot mantan pemilik: hak milik dipertanyakan? (Foto: Dok. Suara Realitas).

DENPASAR, suararealitas.co – Dugaan penyerobotan tanah kembali mencuat dan menjadi sorotan di Denpasar.

Pasalnya, seorang warga yang telah membeli sebidang tanah secara sah pada Rabu, 17 Desember 2025 lalu justru kehilangan penguasaan fisik atas lahannya hanya dua hari setelah transaksi dilakukan.

Kuasa hukum pemilik menjelaskan, bahwa kliennya membeli tanah tersebut dalam kondisi kosong.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Proses jual beli telah dilakukan sesuai ketentuan hukum, dan status kepemilikan telah beralih secara sah kepada pembeli.

Namun pada Jumat, 19 Desember 2025, mantan pemilik disebut kembali memasuki pekarangan tanpa izin dan diduga menguasai lahan tersebut.

“Klien kami membeli secara sah dan tanah dalam keadaan kosong. Tetapi dua hari kemudian mantan pemilik masuk lagi dan menguasai objek itu. Ini yang kami nilai sebagai dugaan penyerobotan,” ujar kuasa hukum kepada wartawan, Minggu (1/3/2026).

Baca Juga :  Rajut Karya dan Ukir Sejarah, Pengurus IKWI Pusat Rayakan HUT ke-64 Secara Sederhana

Menurutnya, kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius. Jika tindakan seperti itu dibiarkan, maka siapa pun yang telah membeli aset secara legal berpotensi kehilangan rasa aman atas kepemilikannya sendiri.

Atas kejadian tersebut, pihaknya telah melaporkan dugaan penyerobotan ke Polresta Denpasar sekitar satu bulan lalu. Hingga kini, penyidik telah memeriksa pelapor dan dua orang saksi.

Namun kuasa hukum berharap proses hukum tidak berhenti pada pemeriksaan saksi semata.

Mereka meminta agar terlapor segera dipanggil dan dilakukan langkah konkret untuk menghentikan dugaan perbuatan yang disebut masih berlangsung.

“Kami berharap kepolisian memberi atensi serius dan segera memanggil terlapor. Karena ini menyangkut hak milik yang sah. Jangan sampai masyarakat merasa hukum lambat hadir saat dibutuhkan,” tegasnya.

Pihaknya menilai, dugaan memasuki pekarangan tanpa izin dan menguasai tanah milik orang lain memiliki konsekuensi pidana sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023, termasuk ketentuan Pasal 257 dan Pasal 551.

Baca Juga :  Heboh! Data Kependudukan Diduga Dimanipulasi, Disdukcapil Jepara Diseret ke Ombudsman Jateng

Sebagai bentuk pengawasan terhadap proses penanganan laporan, kuasa hukum juga telah mengadukan perkara ini ke Ombudsman.

Langkah tersebut ditempuh guna memastikan pelayanan publik, khususnya dalam penegakan hukum, berjalan secara profesional dan akuntabel.

“Kami tidak mencari sensasi. Kami hanya ingin kepastian hukum dan perlindungan nyata atas hak klien kami. Negara harus hadir,” ujarnya.

Kasus ini kini menjadi perhatian publik karena menyentuh hal mendasar: kepastian dan perlindungan hak milik.

Jika seseorang yang telah membeli tanah secara sah masih harus berjuang menguasai asetnya sendiri, maka rasa aman masyarakat terhadap hukum patut dipertanyakan.

Asas praduga tak bersalah tetap dijunjung tinggi. Namun di sisi lain, publik menunggu langkah nyata agar dugaan penguasaan tanpa hak tidak berlarut-larut.

Berita Terkait

6 Terduga Pelaku Mengaku Polisi Dibebaskan di Teluknaga, Dasar Hukumnya Dipertanyakan
Tim Hukum Alpriado Osmond Desak Polres Metro Tangerang Kota Percepat Penanganan Kasus Dugaan Pengeroyokan ART
Penanggulangan Sampah di Rusun Pesakih Daan Mogot Terus Diperkuat, Pengelola Tekankan Peran Aktif Warga
Sertifikat Tak Kunjung Beres, Uang Puluhan Juta Dipersoalkan: Praktisi Hukum Soroti Potensi Ranah Pidana
Tim Kuasa Hukum Boyamin Saiman CH Harno & Tatis Lawfirm: Proses Hukum Belum Usai – Kami Perjuangkan Hak Lahan Adat Hingga ke Puncak Keadilan
‎Aktivitas Pengolahan Emas di Munjul Dipertanyakan, Warga Minta DLH dan Aparat Turun Tangan
Dugaan Permainan Solar Subsidi di SPBU Suradadi, Sopir Sebut Bekerja atas Perintah Joko
Mengaku Berkali-kali Dipaksa, Perempuan Muda di Tasikmalaya Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 12:57 WIB

6 Terduga Pelaku Mengaku Polisi Dibebaskan di Teluknaga, Dasar Hukumnya Dipertanyakan

Rabu, 16 September 2026 - 16:52 WIB

Tim Hukum Alpriado Osmond Desak Polres Metro Tangerang Kota Percepat Penanganan Kasus Dugaan Pengeroyokan ART

Senin, 14 September 2026 - 14:51 WIB

Penanggulangan Sampah di Rusun Pesakih Daan Mogot Terus Diperkuat, Pengelola Tekankan Peran Aktif Warga

Sabtu, 12 September 2026 - 18:16 WIB

Sertifikat Tak Kunjung Beres, Uang Puluhan Juta Dipersoalkan: Praktisi Hukum Soroti Potensi Ranah Pidana

Kamis, 10 September 2026 - 10:58 WIB

Tim Kuasa Hukum Boyamin Saiman CH Harno & Tatis Lawfirm: Proses Hukum Belum Usai – Kami Perjuangkan Hak Lahan Adat Hingga ke Puncak Keadilan

Berita Terbaru