Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Iklan
Iklan

Pasang Iklan Hubungi Admin

Baca berita tanpa iklan. Gabung Suara Realitas

Suara Realitas Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Suara Realitas Masuk
S+
Tranding
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Suara Realitas. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTKKP Dukung Upaya Perlindungan Penyu di Belitong UNESCO Global GeoparkKomentar: 0

KKP Dukung Upaya Perlindungan Penyu di Belitong UNESCO Global Geopark

Suara Realitas, 14 April 2026, 13:17 WIB · 3 menit bacaBaca di App
Huruf

 

JAKARTA, Suararealitas.co– Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung perlindungan dan penyelamatan penyu melalui kolaborasi lintas sektor di kawasan Belitong UNESCO Global Geopark.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Strategi Pengelolaan Penyu yang dilaksanakan baru-baru ini di Belitung, dengan melibatkan pemerintah daerah, pelaku wisata, asosiasi, serta masyarakat untuk menyelaraskan kepentingan ekonomi dan tanggung jawab ekologis.

Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Penataan Ruang Laut dan Kerja Sama Luar Negeri, Dyah Erowati, menegaskan bahwa penyu selain sebagai spesies dilindungi juga merupakan indikator kesehatan ekosistem laut. “Jika penyu masih bertelur, maka ekosistem masih terjaga. Sebaliknya, hilangnya penyu menjadi tanda awal kerusakan yang lebih besar,” ujarnya dalam siaran resmi di Jakarta, Selasa (14/4).

Dyah menambahkan bahwa konservasi penyu harus dilakukan secara sistematis, terukur, dan berkelanjutan melalui roadmap yang jelas serta penguatan implementasi di lapangan.

Baca Juga :  Ravelware Technology: Satu-Satunya Startup Deep Tech Indonesia di Top-100 Most Innovative Companies Entrepreneurship World Cup 2024

Lebih lanjut, Dyah menekankan bahwa status Belitong UNESCO Global Geopark membawa tanggung jawab besar untuk mengintegrasikan aspek konservasi, edukasi, dan pembangunan berkelanjutan secara seimbang.

Sosialisasi ini juga mendorong perubahan paradigma dari pemanfaatan menuju konservasi berbasis manfaat, di mana penyu diarahkan menjadi bagian dari ekowisata berkelanjutan melalui kegiatan seperti pelestarian tukik dan edukasi lingkungan.

Mewakili Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan, Direktur Konservasi Spesies dan Genetik KKP, Sarmintohadi, menyampaikan bahwa konservasi penyu merupakan bagian dari strategi nasional yang dilaksanakan melalui tiga pilar utama, yaitu perlindungan, pelestarian, dan pemanfaatan berkelanjutan yang harus dilaksanakan secara terpadu dan berbasis data.

“Upaya konservasi penyu tidak dapat dilepaskan dari tantangan yang ada, seperti penurunan populasi, degradasi habitat, serta tekanan aktivitas manusia. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sistem pemantauan, penegakan hukum, serta keterlibatan masyarakat sebagai bagian dari solusi jangka panjang,” urainya

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Belitung, Marzuki, menyampaikan bahwa keberhasilan konservasi penyu sangat penting dalam mendukung keberlanjutan status geopark. Ia menambahkan bahwa Pulau Cina sebagai bagian dari Kawasan Konservasi Daerah (KKD) menjadi lokasi strategis peneluran penyu dengan peran ekologis yang signifikan.

Baca Juga :  Asah Strategi Lewat Lomba Kartu, Insan BRILian KC Cilegon Semarakkan HUT BRI ke-130

Sebagai tindak lanjut, dilakukan kunjungan lapangan ke Pulau Cina untuk meninjau fasilitas penyelamatan penyu yang dikelola PT Penyu Lima Konservindo. Kunjungan lapang ini bertujuan memastikan kesiapan Pulau Cina sebagai pusat konservasi penyu yang terintegrasi dengan wisata dan edukasi.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan bahwa penyu merupakan biota laut dilindungi yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Melalui Rencana Aksi Nasional Konservasi Penyu dan kebijakan ekonomi biru, KKP terus mendorong perlindungan habitat, pengawasan terhadap aktivitas ilegal, serta pelibatan masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan.

 

Lihat Nasional Selengkapnya→
Memuat berita berikutnya…
Artikel Terkait Nasional
Berita AktualKanal lain