JAKARTA, Suararealitas.co– Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung perlindungan dan penyelamatan penyu melalui kolaborasi lintas sektor di kawasan Belitong UNESCO Global Geopark.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Strategi Pengelolaan Penyu yang dilaksanakan baru-baru ini di Belitung, dengan melibatkan pemerintah daerah, pelaku wisata, asosiasi, serta masyarakat untuk menyelaraskan kepentingan ekonomi dan tanggung jawab ekologis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Penataan Ruang Laut dan Kerja Sama Luar Negeri, Dyah Erowati, menegaskan bahwa penyu selain sebagai spesies dilindungi juga merupakan indikator kesehatan ekosistem laut. “Jika penyu masih bertelur, maka ekosistem masih terjaga. Sebaliknya, hilangnya penyu menjadi tanda awal kerusakan yang lebih besar,” ujarnya dalam siaran resmi di Jakarta, Selasa (14/4).
Dyah menambahkan bahwa konservasi penyu harus dilakukan secara sistematis, terukur, dan berkelanjutan melalui roadmap yang jelas serta penguatan implementasi di lapangan.
Lebih lanjut, Dyah menekankan bahwa status Belitong UNESCO Global Geopark membawa tanggung jawab besar untuk mengintegrasikan aspek konservasi, edukasi, dan pembangunan berkelanjutan secara seimbang.
Sosialisasi ini juga mendorong perubahan paradigma dari pemanfaatan menuju konservasi berbasis manfaat, di mana penyu diarahkan menjadi bagian dari ekowisata berkelanjutan melalui kegiatan seperti pelestarian tukik dan edukasi lingkungan.
Mewakili Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan, Direktur Konservasi Spesies dan Genetik KKP, Sarmintohadi, menyampaikan bahwa konservasi penyu merupakan bagian dari strategi nasional yang dilaksanakan melalui tiga pilar utama, yaitu perlindungan, pelestarian, dan pemanfaatan berkelanjutan yang harus dilaksanakan secara terpadu dan berbasis data.
“Upaya konservasi penyu tidak dapat dilepaskan dari tantangan yang ada, seperti penurunan populasi, degradasi habitat, serta tekanan aktivitas manusia. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sistem pemantauan, penegakan hukum, serta keterlibatan masyarakat sebagai bagian dari solusi jangka panjang,” urainya
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Belitung, Marzuki, menyampaikan bahwa keberhasilan konservasi penyu sangat penting dalam mendukung keberlanjutan status geopark. Ia menambahkan bahwa Pulau Cina sebagai bagian dari Kawasan Konservasi Daerah (KKD) menjadi lokasi strategis peneluran penyu dengan peran ekologis yang signifikan.
Sebagai tindak lanjut, dilakukan kunjungan lapangan ke Pulau Cina untuk meninjau fasilitas penyelamatan penyu yang dikelola PT Penyu Lima Konservindo. Kunjungan lapang ini bertujuan memastikan kesiapan Pulau Cina sebagai pusat konservasi penyu yang terintegrasi dengan wisata dan edukasi.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan bahwa penyu merupakan biota laut dilindungi yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Melalui Rencana Aksi Nasional Konservasi Penyu dan kebijakan ekonomi biru, KKP terus mendorong perlindungan habitat, pengawasan terhadap aktivitas ilegal, serta pelibatan masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan.




































