Nasib Pilu Balita di Bangli: Tak Punya KK dan Hidup Serba Keterbatasan Ekonomi

- Jurnalis

Sabtu, 28 Februari 2026 - 20:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ILUSTRASI - masih banyaknya garis kemiskinan di Bali yang diduga pemerintah daerah tak ikut andil dalam mensejahterakan masyarakatnya. (Foto: Istimewa).

ILUSTRASI - masih banyaknya garis kemiskinan di Bali yang diduga pemerintah daerah tak ikut andil dalam mensejahterakan masyarakatnya. (Foto: Istimewa).

BANGLI, suararealitas.co – Potret pilu datang dari Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali lantaran dua balita kini hidup dalam kondisi serba terbatas setelah sang ibu meninggal dunia sekitar 22 hari lalu.

Kedua anak tersebut merupakan buah hati dari I Parwata (27), seorang buruh tani yang kini harus berjuang sendiri membesarkan mereka.

Dengan penghasilan yang tidak menentu, Parwata menghadapi beban berat, terlebih kedua anaknya masih membutuhkan perhatian dan perawatan intensif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan informasi yang dihimpun redaksi pada Sabtu (28/2/2026), keluarga ini tergolong dalam kondisi ekonomi sangat terbatas.

Baca Juga :  Miris! Oknum Pegawai Indomaret Diduga Lakukan Pencabulan Anak Dibawah Umur

Selain kebutuhan dasar sehari-hari, mereka juga membutuhkan pendampingan administrasi kependudukan, akses jaminan sosial, hingga perlengkapan bayi.

Seorang sumber menyebutkan, Parwata kerap membawa kedua anaknya saat bekerja di ladang.

Dalam kondisi panas maupun hujan, kedua balita itu ikut berada di lokasi kerja karena tidak ada pilihan lain untuk pengasuhan.

Kadang mereka sesekali dibantu oleh sang nenek yang juga bekerja sebagai buruh tani.

Kondisi semakin memprihatinkan karena salah satu balita tersebut hingga kini belum tercantum dalam Kartu Keluarga (KK).

Baca Juga :  Sunan Minta Kejati Bengkulu Tindak Lanjuti Laporan Soal Dugaan Korupsi Proyek Pembangunan Pantai Kritis

Situasi tersebut membuat akses terhadap layanan sosial dan kesehatan menjadi semakin terbatas.

Di tengah duka dan tekanan ekonomi, Parwata mengaku kesulitan membagi waktu untuk mengurus administrasi tersebut.

Atas dasar kemanusiaan, masyarakat yang tergerak untuk membantu dapat menghubungi Jro Denistra di nomor 081238873715.

Uluran tangan para dermawan diharapkan mampu meringankan beban keluarga ini serta memastikan kedua balita tersebut mendapatkan hak dasar mereka secara layak.

Berita Terkait

Pelaksana P3TGAI Desa Slatri Klarifikasi Dugaan Penggunaan Material Tak Sesuai Spesifikasi
Kemenag Kota Pasuruan dan LDII Perkuat Sinergi Wujudkan Kerukunan Umat Beragama
AMK Raja Angkasa Bongkar Dugaan Kejanggalan Izin Tambang Tumpang Pitu, Desak Aparat Penegak Hukum Mengusut
Karang Taruna Audiensi dengan Kapolres Cianjur, Soroti Maraknya Peredaran Obat Keras Terbatas di Kios-kios
Dua Debt Collector Diamankan, Polda Banten Usut Pengeroyokan Personel Brimob
Senkom Malang Gelar Coaching Clinic SIM Gratis, Gen Z Dibekali Edukasi Keselamatan Berkendara
APBN 2026 Digelontorkan Rp294 Juta di Lapas Pamekasan, Publik Waspadai Dugaan ‘Main Proyek’
Polres Cirebon Kota Siapkan Pengamanan Nobar Persib vs Persijap, Bobotoh Diimbau Tertib dan Langsung Pulang Usai Kegiatan

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 23:01 WIB

Pelaksana P3TGAI Desa Slatri Klarifikasi Dugaan Penggunaan Material Tak Sesuai Spesifikasi

Kamis, 16 Juli 2026 - 21:39 WIB

Kemenag Kota Pasuruan dan LDII Perkuat Sinergi Wujudkan Kerukunan Umat Beragama

Jumat, 3 Juli 2026 - 18:18 WIB

AMK Raja Angkasa Bongkar Dugaan Kejanggalan Izin Tambang Tumpang Pitu, Desak Aparat Penegak Hukum Mengusut

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:06 WIB

Karang Taruna Audiensi dengan Kapolres Cianjur, Soroti Maraknya Peredaran Obat Keras Terbatas di Kios-kios

Kamis, 4 Juni 2026 - 12:40 WIB

Dua Debt Collector Diamankan, Polda Banten Usut Pengeroyokan Personel Brimob

Berita Terbaru