Jakarta, Suararealitas.co — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Beyond Professional (Bepro) sukses menyelenggarakan Rapat Pimpinan Nasional (RAPIMNAS) & Buka Puasa Bersama Bepro 2026 di Jakarta, (27/2/2026). Kegiatan ini menjadi momentum strategis konsolidasi nasional sekaligus penguatan solidaritas antaranggota Bepro dari berbagai daerah di Indonesia, yang dirangkai dengan aksi kepedulian sosial dalam semangat Ramadan bertajuk Aktif dalam Kebersamaan, Berbagi dalam Keberkahan.
Acara ini dihadiri sejumlah tokoh nasional, antara lain Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Giring Ganesha Djumaryo, Utusan Khusus Presiden RI Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, Anggota DPR RI Komisi VI Kawendra Lukistian, Vice President Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel Abdullah Fahmi, serta Vice President Brand & Marketing Communications Telkomsel Emir Gema Surya. Turut hadir jajaran Dewan Pembina, Dewan Penasihat, pengurus DPP dan DPD Bepro, serta tamu undangan dari berbagai latar belakang profesional.
RAPIMNAS Bepro 2026 menjadi tonggak penting dalam perjalanan organisasi. Berbagai gagasan, rekomendasi, dan aspirasi dari DPD Bepro di seluruh Indonesia yang telah dikonsolidasikan sepanjang tahun sebelumnya, secara resmi disatukan dan ditetapkan sebagai arah strategis organisasi ke depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Umum Bepro Lutfi Dipa menegaskan bahwa RAPIMNAS bukan sekadar agenda rutin, melainkan hasil kerja kolektif seluruh elemen organisasi.
“RAPIMNAS ini dapat terwujud berkat arahan pimpinan serta masukan konstruktif dari seluruh pengurus Bepro di daerah. Ini adalah hasil kolaborasi dan semangat solidaritas yang kuat,” ujar Lutfi.
Ia juga menekankan bahwa Bepro akan terus memperkuat perannya sebagai rumah bagi profesional muda di bawah usia 40 tahun untuk berjejaring, berkolaborasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.
Keberhasilan penyelenggaraan RAPIMNAS 2026 turut didukung oleh arahan Ketua Dewan Penasihat Kawendra Lukistian serta Ketua Dewan Pembina Ibnu Riza, yang secara konsisten memberikan panduan strategis agar forum nasional ini berjalan solid, terarah, dan berdampak.
Selain agenda konsolidasi organisasi, RAPIMNAS Bepro 2026 juga menghadirkan pemaparan gerakan pendidikan melalui inisiatif Sekolah Tanah Air yang disampaikan oleh Rian Fahardhi, Ketua Bidang Pendidikan Bepro. Dalam paparannya, Rian menyoroti kondisi ribuan sekolah di wilayah Sumatera yang terdampak bencana, sehingga mengganggu akses pendidikan ratusan ribu siswa.
Sebagai respons atas kondisi tersebut, Sekolah Tanah Air menginisiasi program Sekolah Darurat yang dijalankan melalui tiga fase, yakni tanggap darurat, stabilisasi, dan transisi pemulihan. Tahap awal program difokuskan pada tiga titik di Provinsi Aceh dengan menghadirkan tenda belajar, perlengkapan sekolah, dukungan sanitasi, serta pelatihan bagi guru lokal. Program ini menjadi bagian dari gerakan gotong royong 1.000 Sekolah yang dimulai dari wilayah barat Indonesia.
“Sekolah darurat bukan sekadar membangun ruang belajar sementara, tetapi menjaga harapan anak-anak Indonesia agar tetap memiliki masa depan,” ujar Rian.
Rangkaian kegiatan RAPIMNAS ditutup dengan buka puasa bersama serta penyerahan santunan kepada anak yatim sebagai wujud nyata kepedulian sosial Bepro di bulan Ramadan. Momentum ini menegaskan bahwa kepemimpinan tidak hanya berbicara tentang arah kebijakan dan strategi organisasi, tetapi juga keberanian untuk menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.
Melalui RAPIMNAS 2026, Bepro berharap semangat solidaritas, persaudaraan, dan kolaborasi yang terbangun dapat terus terjaga dan diwujudkan dalam program-program berikutnya yang lebih terstruktur, berkelanjutan, serta berdampak luas bagi Indonesia.


































