Transportir Jadi Armada Favorit, Jaringan Mafia Penimbun Solar Subsidi di Bogor Kian Terstruktur: Warga Tanya Polisi Kemana?

- Jurnalis

Sabtu, 22 November 2025 - 13:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KETAHUAN - (kiri) satu diantara tiga kendaraan transportir berlogo PT Agung Pratama Energi sedang beraktivitas bongkar muat dan (kanan) sebuah gudang penimbunan bbm subsidi ilegal jenis solar. (Foto: Ekslusif suararealitas.co).

KETAHUAN - (kiri) satu diantara tiga kendaraan transportir berlogo PT Agung Pratama Energi sedang beraktivitas bongkar muat dan (kanan) sebuah gudang penimbunan bbm subsidi ilegal jenis solar. (Foto: Ekslusif suararealitas.co).

KABUPATEN BOGOR, suararealitas.co – Penemuan sebuah gudang penimbunan bahan bakar minyak (BBM) subsidi diduga ilegal di Jl. Kemang Kiara-Raya Pabuaran, RT.02/RW.02, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kini kabarnya mencuat dan menyita perhatian publik.

Berdasarkan pengamatan, mulai dari Atang Sanjaya sampai ke gudang tersebut terdapat tiga kendaraan transportir berlogo PT Agung Pratama Energi terlihat sedang melakukan bongkar muat BBM jenis solar, pada Jumat (21/11/2025) sekitar pukul 11.00/12.00 WIB.

Salah satu warga mengatakan, kabar beredar nya terkait aktifitas gudang itu cukup sibuk. Menurut dia, hampir setiap hari ada mobil box maupun transportir keluar masuk gudang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia menyatakan, warga sebenarnya keberatan dengan keberadaan gudang yang menyimpan BBM ilegal itu lantaran khawatir dapat memicu kebakaran.

“Panik namanya bahan bakar solar gampang terbakar,” kata salah satu warga Kelurahan Kemang berinisial ACL (56) kepada suararealitas.co, Sabtu (22/11/2025) dini hari.

ACL pun berharap, pemerintah maupun kepolisian segera mengambil tindakan. Pasalnya, kata dia, praktik penimbunan BBM ini adalah bentuk kejahatan.

“Tutup saja, jangan dibiarkan, kasian sopir-sopir lain yang juga butuh solar,” tegasnya.

Sementara kepada suararealitas.co, sang sopir enggan menyebutkan namanya dan memberikan keterangan secara detail dari aktivitas tersebut.

Baca Juga :  Kabupaten OKI Bakal Pengelolaan Lahan 5.200 Hektare di Desa Sungai Tupak

“Nanti langsung aja ngomong sama Pak Febri nanti dikasih kontaknya,” kata sang sopir kepada suararealitas.co di lokasi.

Terpisah, seorang pria bernama Febri mengaku sebagai Koordinator di lapangan mengatakan bahwa gudang tersebut milik Pak Kasdi.

“Ini gudang punya Pak Kasdi. Udah nyambung belum, kalau belum nyambung kirim nomor cantiknya, kebetulan saya gabisa temuin, posisi saya sedang di luar kota,” ungkap Febri saat di konfirmasi suararealitas.co via WhatsApp.

Menanggapi hal itu, pemerhati kebijakan publik, Abdurrahman Daeng mengaku bahwa mata rantai pelangsiran harus diungkap tuntas, karena praktik ini diduga terorganisir dan sistematis.

Bahkan, dia menyatakan tidak menutup kemungkinan gudang tersebut menjadi penampung hasil pelangsiran.

“Kalau saya perhatikan alur distribusinya. Dugaan kuat, BBM subsidi yang dilangsir di SPBU termasuk di luar kota ditampung ke gudang ini, lalu dijual kembali dengan harga industri,” ujar Daeng.

Namun, Daeng menyoroti lemahnya pengawasan selama ini. Ia mendesak agar aparat penegak hukum dan pemerintah kota bertindak tegas, tidak hanya fokus pada gudang, tapi juga pada hulu distribusi yakni SPBU yang bermain mata maupun melayani oknum pelangsiran secara terang-terangan.

Baca Juga :  Komplotan Pengoplos Gas Elpiji Bersubsidi di Semarang Dibongkar, Empat Tersangka Ditangkap

“Gudangnya hanya hilir. Hulunya ya jelas di SPBU. Solar subsidi itu bukan untuk disedot jerigen dan ditimbun, tapi masih saja pelangsir bebas beraksi. Ini harus dibongkar tuntas,” tegas Daeng .

Selain itu, ia juga menuntut pengawasan yang adil, agar kebijakan tidak menyulitkan sopir angkutan umum atau pelaku UMKM yang memang berhak atas solar subsidi.

Kendati begitu, ia pun menilai pemerintah dan aparat harus menerapkan pendekatan yang lebih struktural, termasuk penyitaan kendaraan pelangsir, pencabutan izin SPBU nakal, serta penyidikan mendalam terhadap keterlibatan oknum tertentu.

BBM subsidi seharusnya untuk rakyat, bukan jadi komoditas mafia. Jika pelangsir masih bebas, sopir resmi jadi korban, dan SPBU terindikasi bermain, maka negara sedang kalah dalam mengelola energi publik.

Saatnya bertindak, bukan berdalih
Terkait kabar beredar ini, suararealitas.co masih berupaya mencari konfirmasi ke pihak terkait. Konfirmasi akan dimuat pada kolom berikutnya.

Kini di saat situasi tidak menentu, suararealitas.co tetap berkomitmen memberikan fakta dan realita jernih dari situasi dan kondisi lapangan. Ikuti terus update terkini suararealitas.co.‎*(Eva)

Berita Terkait

Sambut HUT RI Ke – 81, Warga Puraseda Gotong Royong Bersihkan Lingkungan
Tantan Sulthon Bukhawan Terpilih Memimpin PWI Jawa Barat 2026–2031
Sudin SDA Jakarta Utara Tindaklanjuti Laporan Saluran di Jalan Mandor Iren, Koordinasi dengan LH Disiapkan
Sisa Pembongkaran Pemancingan Ilegal di Lahan Dinas Tamhut Sunter Jaya Jadi Sorotan, Warga Harap Segera Dibersihkan
Pendangkalan Kali Samping Lantamal Dikeluhkan Warga, Sudah Empat Tahun Tak Dikuras
Turap Kali Banglio Rusak, Warga Minta Penanganan Serius
Kemenhub Akan Evaluasi Operator KMP Mutiara Sentosa II Usai Investigasi KNKT
Petugas Gabungan Bongkar Bangunan Liar di Bantaran Kali Sentiong

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:36 WIB

Sambut HUT RI Ke – 81, Warga Puraseda Gotong Royong Bersihkan Lingkungan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:04 WIB

Tantan Sulthon Bukhawan Terpilih Memimpin PWI Jawa Barat 2026–2031

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:24 WIB

Sudin SDA Jakarta Utara Tindaklanjuti Laporan Saluran di Jalan Mandor Iren, Koordinasi dengan LH Disiapkan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 09:25 WIB

Sisa Pembongkaran Pemancingan Ilegal di Lahan Dinas Tamhut Sunter Jaya Jadi Sorotan, Warga Harap Segera Dibersihkan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:01 WIB

Pendangkalan Kali Samping Lantamal Dikeluhkan Warga, Sudah Empat Tahun Tak Dikuras

Berita Terbaru

Berita Aktual

Tantan Sulthon Bukhawan Terpilih Memimpin PWI Jawa Barat 2026–2031

Kamis, 13 Agu 2026 - 12:04 WIB