Eksis 27 Tahun, Wamenkop Nilai KSP Nasari Layak Jadi Mitra Strategis Kopdes Merah Putih

- Jurnalis

Selasa, 11 November 2025 - 09:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumatera Utara, Suararealitas.co – Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia, Farida Farichah M.Si., menegaskan pentingnya peran koperasi dalam memperkuat struktur ekonomi nasional melalui penguatan kelembagaan koperasi desa.

Hal tersebut disampaikan dalam perayaan ulang tahun ke-27 Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Nasari yang mengusung tema “Marsada Na Saroha (Bersatu yang Sehati atau Bersatu dalam Kebersamaan)” di Hotel Le Polonia Medan, Sumatera Utara, Sabtu (08/11/2025).

Pada kesempatan itu, Farida menyampaikan bahwa salah satu program strategis Kementerian Koperasi saat ini adalah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang berfokus pada peningkatan kapasitas koperasi tingkat desa sebagai motor penggerak ekonomi lokal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menekankan bahwa koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga ekonomi, tetapi juga gerakan sosial yang menumbuhkan solidaritas dan kemandirian.

“Koperasi memiliki peran strategis dalam memperkuat struktur ekonomi nasional, terutama dalam memperluas akses keuangan bagi pelaku usaha mikro dan kecil. Koperasi bukan hanya wadah ekonomi, tetapi gerakan sosial yang menumbuhkan solidaritas dan kemandirian,” ujar Wamenkop.

Farida menambahkan bahwa koperasi harus terus bertransformasi agar dapat bertahan dalam iklim ekonomi global yang dinamis.

“Kita ingin koperasi tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh menjadi institusi ekonomi yang modern dan adaptif terhadap perubahan,” tambahnya.

Ia juga menilai KSP Nasari sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong inklusi keuangan dan pemberdayaan ekonomi lokal.

Baca Juga :  SPI Tegaskan Reforma Agraria sebagai Jalan Menuju Kedaulatan Pangan Indonesia

“Saya melihat KSP Nasari memiliki potensi besar untuk menjadi bagian penting dari ekosistem KDKMP. Dengan pengalaman lebih dari dua dekade, jumlah anggota lebih dari 63 ribu orang, dan volume usaha mencapai 621,8 Miliar, KSP Nasari layak menjadi mitra utama bagi koperasi yang baru tumbuh,” tambah Farida lagi.

Ia menegaskan bahwa program Kopdes Merah Putih tidak dimaksudkan untuk mengesampingkan koperasi yang telah ada, tetapi untuk memperkuat ekosistem koperasi nasional yang saling menopang.

“Kopdes Merah Putih bukan berarti melupakan koperasi yang sudah berjalan. Justru kita ingin membangun ekosistem koperasi yang saling menguatkan antara koperasi lama dan koperasi baru, antara desa dan kota, antara pemerintah dan gerakan koperasi,” pungkasnya.

*KSP Nasari Siap Dukung Kopdes Merah Putih melalui Kolaborasi Antar Sesama Koperasi*

Ketua KSP Nasari, Frans Meroga Panggabean, menjelaskan bahwa Kementerian Koperasi telah menunjuk KSP Nasari sebagai role model koperasi nasional untuk mendampingi pengembangan KDKMP. Pendampingan ini mencakup pelatihan SDM, penyediaan akses permodalan, sertifikasi kompetensi, hingga dukungan digitalisasi yang sebelumnya telah digelar melalui program talent pool di Yogyakarta pada 18-19 Juli 2025.

“KSP Nasari didukung pula oleh AMKI berkomitmen untuk siap mendukung keberhasilan program Kopdes Merah Putih dengan skema kolaborasi antar sesama koperasi yang kami namakan Collab Coop,” tegas Frans.

Baca Juga :  Tingkatkan Layanan, KKP Terapkan Sistem Anti Suap

Frans yang juga merupakan Ketua Umum Angkatan Muda Koperasi Indonesia (AMKI) menjelaskan lima solusi kolaborasi untuk penguatan Koperasi Desa Merah Putih, yaitu:

* Solusi kesadaran berkoperasi dan kewirausahaan
* Solusi manajemen pengelolaan koperasi
* Solusi akses permodalan
* Solusi channeling simpan pinjam
* Solusi digitalisasi melalui sistem keuangan koperasi

“Digitalisasi terutama dalam sistem pengelolaan keuangan ini penting sebagai support system dalam keberhasilan program Kopdes Merah Putih,” tutup Frans.

Pada acara tersebut, KSP Nasari juga meluncurkan dua produk keuangan terbaru, yaitu Simpanan Masa Depan untuk pelajar dan Pinjaman Eksklusif bagi pegawai negeri sipil (PNS) yang mendekati masa pensiun.

Wakil Kepala Divisi Bisnis KSP Nasari, Joko Marwanto, menjelaskan bahwa Pinjaman Eksklusif menawarkan plafond hingga Rp1 miliar dengan jangka waktu hingga 300 bulan. Produk ini dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan seperti naik haji, membuka usaha, hingga pembelian rumah dan kendaraan.

Sementara itu, Kepala Divisi Regional I (SUMBAGUT), Rommy Tulus Simatupang, menegaskan upaya memperluas penerapan Simpanan Masa Depan ke sekolah-sekolah di daerah Sumatera bagian Utara melalui program kunjungan edukasi ke tingkat SD, SMP, dan SMA.

Berita Terkait

Sidang Doktor AKP Rifaizal Samual di hadiri Tokoh Golkar Bambang Soesatyo
Terbang Langsung Dari Singapura, KEK Tanjung Kelayang Siap Jadi Destinasi Pariwisata Berkualitas
KKP Pastikan Aksi Iklim Karbon Biru Berbasis Data dan Sains
Wapres Lepas Keberangkatan Presiden Prabowo Hadiri KTT Ke-48 ASEAN di Filipina
KKP Gandeng Perbankan Tingkatkan Skala Usaha Perikanan di KNMP
Camat Mauk Tinjau Langsung Rumah Reyot di Kijereng, Janjikan Bantuan untuk Warganya
Menko Polkam Reaktivasi Desk Nasional Karhutla 2026, Sumsel Diminta Siaga Hadapi Musim Kemarau
ATR BPN Kabupaten Tangerang Gebrak 29 Kecamatan dengan Gemapatas Tawaf, Legalitas Tanah Wakaf Dipercepat

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:36 WIB

Sidang Doktor AKP Rifaizal Samual di hadiri Tokoh Golkar Bambang Soesatyo

Kamis, 7 Mei 2026 - 15:40 WIB

KKP Pastikan Aksi Iklim Karbon Biru Berbasis Data dan Sains

Kamis, 7 Mei 2026 - 15:36 WIB

Wapres Lepas Keberangkatan Presiden Prabowo Hadiri KTT Ke-48 ASEAN di Filipina

Kamis, 7 Mei 2026 - 15:35 WIB

KKP Gandeng Perbankan Tingkatkan Skala Usaha Perikanan di KNMP

Kamis, 7 Mei 2026 - 06:57 WIB

Camat Mauk Tinjau Langsung Rumah Reyot di Kijereng, Janjikan Bantuan untuk Warganya

Berita Terbaru

Ekonomi & Bisnis

KUAS Optimistis Kinerja Tumbuh pada 2026, Bidik Penjualan Rp192 Miliar

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:25 WIB