BENOA, suararealitas.co – Pelabuhan Sanur merupakan pelabuhan yang menjadi titik keberangkatan bagi wisatawan yang ingin melanjutkan perjalanan ke pulau-pulau terdekat seperti Nusa Penida dan Nusa Lembongan.
Tercatat, rata-rata penumpang harian di Pelabuhan Sanur bisa mencapai sekitar 6.000 penumpang embarkasi debarkasi. Jumlah ini dapat meningkat lagi saat libur panjang dan hari raya keagamaan.
Untuk mengantisipasi antrian pembelian tiket di pelabuhan, kini puluhan operator kapal di sana mulai menjual tiket kapal online via website operator masing-masing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Para operator kapal pun juga bekerjasama dengan aplikator penjualan tiket. Aplikator yang saat ini eksis di Pelabuhan Sanur adalah easybook.
Selain easybook, dalam waktu dekat ini akan ada juga aplikator penjualan tiket yakni PT Mitra Kasih Perkasa (MKP) yang akan ikut melayani penumpang di Pelabuhan Sanur.
“Kami berharap, kedua aplikator bersama dengan para operator kapal dapat mendukung operasional di Pelabuhan Sanur terutama memberikan kemudahan bagi calon penumpang,” ungkap Kepala KSOP Kelas II Benoa Aprianus Hangki kepada suararealitas.co, pada beberapa waktu lalu.
Hangki menyampaikan, pihaknya mendorong digitalisasi proses penjualan tiket guna mengganti sistem manual menjadi online agar transaksi lebih cepat, transparan, dan tercatat secara real time. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu antri di loket.
“Dengan digitalisasi, operasional pelabuhan pun lebih efisien karena proses check-in dan boarding penumpang lebih cepat sehingga mengurangi antrean dan potensi penumpukan,” ujarnya.
Dari sisi pengawasan, lanjutnya, data penumpang, kapal, dan transaksi dapat dimonitor oleh pihak pelabuhan, operator kapal, dan pemerintah untuk kepentingan keamanan dan pelaporan, sehingga datanya terintegrasi.
“Transparansi dan peningkatan pendapatan daerah (PNBP/BLU) dapat tercapai. Karena digitalisasi meminimalkan kebocoran pendapatan dan memudahkan perhitungan retribusi atau PNBP dari aktivitas pelayaran,” pungkasnya.
Untuk diketahui, armada Fast Boat di Pelabuhan Sanur jumlahnya sekitar 72 unit, yang melayani rute ke Nusa Penida dan Nusa Lembongan.
Adapun jam operasi layanan keberangkatan dan kedatangan kapal dimulai dari pukul 06.30 WITA sampai 17.00 WITA. Wisatawan yang menuju dan dari Nusa Penida dan Nusa Lembongan via Pelabuhan Sanur didominasi penumpang wisatawan asing.
Setelah resmi beroperasi pada November 2022, terjadi peningkatan arus penumpang yang signifikan. Dampaknya, diharapkan pertumbuhan ekonomi dan pariwisata Bali juga ikut meningkat.
Arus penumpang bisa mengalami penurunan akibat faktor eksternal seperti cuaca buruk, di mana penumpang mungkin beralih ke pelabuhan lain.



































