Jakarta,suararealitas.co.
Pembangunan saluran air yang semestinya menjadi solusi mengatasi persoalan drainase justru menyisakan persoalan baru. Teras dan pagar rumah warga di Jalan Haji Sanusi, Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, ambruk pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Insiden tersebut terjadi saat pekerjaan pembangunan saluran yang dilaksanakan oleh Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat berlangsung di sekitar permukiman warga.
Ambruknya teras dan pagar rumah warga sontak menjadi sorotan. Pasalnya, pekerjaan infrastruktur yang menggunakan anggaran pemerintah seharusnya tidak membuat bangunan milik warga menjadi korban.
Pertanyaan publik pun mengarah kepada Sudin SDA Jakarta Barat. Apakah sebelum pekerjaan dimulai sudah dilakukan kajian dan pengecekan terhadap kondisi bangunan warga yang berada tepat di sekitar lokasi proyek?
Jika pekerjaan saluran diduga berkaitan dengan ambruknya teras dan pagar, siapa yang bertanggung jawab terhadap kerusakan tersebut?
Apakah pelaksana akan mengembalikan kondisi bangunan warga seperti semula?
Saat dikonfirmasi mengenai insiden tersebut, Kepala Sudin SDA Jakarta Barat Mustajab melalui WhatsApp menyatakan bahwa persoalan tersebut telah ditindaklanjuti oleh pihak pelaksana.
“Sudah di-TL pelaksana,” ujar Mustajab melalui WhatsApp.selasa, 6 – 10 – 2026
Namun, jawaban singkat tersebut belum menjelaskan secara detail langkah konkret yang telah dilakukan. Belum diketahui pula apakah telah dilakukan pemeriksaan teknis, pendataan kerusakan, maupun kesepakatan mengenai perbaikan terhadap rumah warga yang terdampak.
Sorotan lain adalah pengawasan pekerjaan di lapangan. Apakah pengawasan dari Sudin SDA Jakbar benar-benar berjalan, atau baru bergerak setelah muncul kerusakan dan keluhan warga?
Warga tentu berharap persoalan ini tidak berhenti pada pernyataan “sudah ditindaklanjuti”. Mereka membutuhkan kepastian bahwa kerusakan akan diperbaiki secara layak dan pekerjaan saluran tetap dilaksanakan dengan mengutamakan keselamatan bangunan serta lingkungan sekitar.
Sudin SDA Jakarta Barat juga dituntut terbuka menjelaskan kronologi kejadian, hasil pemeriksaan lapangan, serta bentuk tanggung jawab pelaksana atas ambruknya teras dan pagar rumah warga.
Sebab, jangan sampai pembangunan saluran untuk kepentingan publik justru membuat warga harus menanggung kerugian di depan rumahnya sendiri.












