Maluku Utara Tak Lagi Ingin Bergantung Pasokan Beras, Food Estate Terpadu Disiapkan

- Jurnalis

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

POTRET - Pemprov Maluku Utara menggandeng CNBM China dalam mengembangkan food estate terpadu di daerahnya. (Foto: Ekslusif Suara Realitas/Za).

POTRET - Pemprov Maluku Utara menggandeng CNBM China dalam mengembangkan food estate terpadu di daerahnya. (Foto: Ekslusif Suara Realitas/Za).

JAKARTA, suararealitas.co – Pemprov Maluku Utara bersama Pemkab Halmahera Tengah serta sejumlah mitra strategis membahas percepatan pembangunan Kawasan Lumbung Pangan Terpadu (Food Estate) melalui High-Level Investment Meeting yang digelar di Perwata Tower, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (31/8/2026) sore.

Selain itu, pertemuan strategis tersebut juga melibatkan Tim Pangan Strategis Nasional, Indonesia-China Economic Cooperation Center (ICECC), serta China National Building Material Group (CNBM).

Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe mengatakan, bahwa rencana investasi tersebut diharapkan tidak hanya berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Intinya, pemerintah setempat sangat mendukung. Kita ingin investasi ini memberikan dampak nyata bagi masyarakat di setiap sektor yang dikembangkan,” ujar Sarbin dihadapan wartawan.

Menurut Sarbin, Maluku Utara memiliki potensi besar di berbagai sektor, mulai dari pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan hingga pembangunan infrastruktur rantai pasok, hilirisasi produk, serta penerapan teknologi modern berstandar internasional

Baca Juga :  Ardan Dorong Pembebasan Lahan Warga untuk Akses Masuk Taman Kota

Potensi itu dinilai perlu dikembangkan secara terintegrasi agar mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian pemerintah daerah adalah masih adanya kebutuhan pangan yang harus dipenuhi dari luar wilayah, termasuk beras.

“Masih ada kebutuhan pangan yang harus dipenuhi dari luar, termasuk beras. Karena itu, kita ingin mengembangkan potensi yang ada bersama-sama,” kata Sarbin.

Dikembangkan Secara Terintegrasi

Sarbin mengaku, bahwa rencana pembangunan Food Estate tersebut tidak hanya berfokus pada sektor pertanian.

Kawasan ini dirancang mencakup sektor perkebunan, peternakan, perikanan, infrastruktur rantai pasok hingga hilirisasi berbagai komoditas.

Dalam pertemuan tersebut, CNBM menyatakan kesiapan mendukung pengembangan kawasan melalui investasi, pembangunan infrastruktur serta transfer teknologi.

Dukungan pemerintah daerah juga disiapkan, antara lain dalam hal penyediaan lahan dan kemudahan perizinan investasi.

Meski begitu, pelaksanaan investasi diharapkan tetap memperhatikan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat setempat.

Sarbin menegaskan keterlibatan masyarakat menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan kawasan tersebut.

Baca Juga :  Arief Rahman Resmi Nahkodai Ketua RW 08 Duri Kosambi

“Yang paling penting adalah bagaimana investasi ini berjalan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat. Masyarakat harus menjadi bagian dari proses pengembangan,” ujarnya.

Diharapkan Buka Lapangan Kerja

Selain memperkuat ketahanan pangan, pembangunan Food Estate diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru serta meningkatkan pendapatan masyarakat, khususnya petani dan nelayan.

Pengembangan kawasan juga diarahkan pada hilirisasi komoditas lokal sehingga produk yang dihasilkan memiliki nilai tambah dan tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah.

Pantauan dilokasi, pertemuan itu turut dihadiri Ketua Umum ICECC Dr. (H.C.) dr. H. Raden Agung Laksono, President Director CNBM, Zhang Guo Ming, serta Fendy Abdullah Hairin, MAP, yang mewakili Tim Pangan Strategis Nasional.

Kendati demikian, Pemprov Maluku Utara berharap kerja sama tersebut menjadi langkah awal pengembangan kawasan pangan terpadu yang mampu memperkuat kemandirian pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di wilayah timur Indonesia.

Berita Terkait

WBSA Catat Pertumbuhan Pendapatan 42,6% pada 1H26, Perkuat Ekosistem Logistik B2B Terintegrasi
85 Persen Pangan Maluku Utara Masih Bergantung dari Luar, Food Estate Terpadu Didorong Jadi Solusi
Maluku Utara Bidik Lumbung Pangan Terpadu, Bupati Halteng Siap Buka Jalan Investasi
Rumah di Kemang Tiba-tiba Dijual Rp4,2 Miliar di Threads, Pemilik Mengaku Tak Pernah Jual
100% Anak Negeri, PT Graha Usaha Teknik Buktikan Mampu Bersaing Mendunia di IndoEBTKE ConEx 2026
RUPSLB Setujui Kenaikan Modal Dasar, MEJA Lanjutkan Persiapan Right Issue dan Akuisisi Trimata Coal Perkasa
Kemenhub Perkuat Budaya Keselamatan Pelayaran Melalui Workshop Safety Training di Atas Kapal Pelni
Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Situasi Darurat, KSOP Kelas 1 Ambon Gelar Top Drill di Kapal Penumpang.

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 07:47 WIB

WBSA Catat Pertumbuhan Pendapatan 42,6% pada 1H26, Perkuat Ekosistem Logistik B2B Terintegrasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:15 WIB

85 Persen Pangan Maluku Utara Masih Bergantung dari Luar, Food Estate Terpadu Didorong Jadi Solusi

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Maluku Utara Tak Lagi Ingin Bergantung Pasokan Beras, Food Estate Terpadu Disiapkan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 07:40 WIB

Rumah di Kemang Tiba-tiba Dijual Rp4,2 Miliar di Threads, Pemilik Mengaku Tak Pernah Jual

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:34 WIB

100% Anak Negeri, PT Graha Usaha Teknik Buktikan Mampu Bersaing Mendunia di IndoEBTKE ConEx 2026

Berita Terbaru