SAPX Bukukan Pertumbuhan Kinerja Keuangan di Tengah Penyesuaian Volume Pengiriman

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Suararealitas.co – PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX), perusahaan jasa logistik dan pengiriman yang dikenal melalui merek SAPX Express, memaparkan kinerja usaha dan pencapaian perusahaan sepanjang tahun buku 2025 dalam Public Expose Tahunan 2026 yang digelar di Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Corporate Secretary SAPX Express, Denny Parhan, mengungkapkan bahwa perseroan terus berupaya memperkuat fundamental bisnis melalui peningkatan kualitas layanan, efisiensi operasional, serta pengembangan teknologi yang mendukung kebutuhan pelanggan. Menurutnya, strategi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah dinamika industri logistik yang semakin kompetitif.

Perseroan menyampaikan bahwa sejumlah indikator keuangan menunjukkan pertumbuhan positif sepanjang 2025. Dalam paparannya, SAPX mencatat pertumbuhan sebesar 29,72 persen dan 23,35 persen pada indikator keuangan utama perusahaan. Selain itu, perseroan juga membukukan pertumbuhan lainnya sebesar 6,39 persen dan 58,98 persen yang mencerminkan penguatan fundamental bisnis serta kemampuan perusahaan menjaga kinerja di tengah tantangan industri logistik yang terus berkembang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari sisi pendapatan, layanan Cash on Delivery (COD Fee) masih menjadi kontributor terbesar dengan porsi 59 persen terhadap total pendapatan perusahaan. Kontribusi berikutnya berasal dari layanan Cash on Delivery (COD Origin) sebesar 33 persen. Adapun pendapatan dari Cash Bank Portal menyumbang 3 persen, warehouse sebesar 1 persen, dan pendapatan lainnya sebesar 3 persen.

Baca Juga :  BRI Jakarta Kota Jalin Kerja Sama Merchant dengan Tenchi Tirtayasa

Berdasarkan segmentasi pelanggan, sektor e-commerce dan social commerce menjadi penyumbang pendapatan terbesar dengan porsi mencapai 30 persen. Selanjutnya, segmen marketplace berkontribusi 20 persen, food and pharmacy sebesar 13 persen, counter retail 12 persen, services 8 persen, FMCG 7 persen, telco 5 persen, heavy equipment and manufacture 4 persen, serta banking and financial institution sebesar 1 persen.

Kontribusi pendapatan berdasarkan wilayah menunjukkan bahwa aktivitas bisnis SAPX masih didominasi kawasan Jabodetabek yang menyumbang 81,48 persen dari total pendapatan. Sementara itu, wilayah Sumatera memberikan kontribusi sebesar 16,33 persen, Jawa Bali 2,01 persen, Sulawesi 0,20 persen, dan Kalimantan-Nusa sebesar 0,18 persen.

Pada aspek operasional, SAPX membukukan volume antaran sebesar 37.482 ton sepanjang 2025, dibandingkan 53.217 ton pada 2024. Jumlah kiriman tercatat mencapai 26,18 juta koli, dibandingkan 41,09 juta koli pada tahun sebelumnya. Di tengah penyesuaian volume pengiriman tersebut, perusahaan tetap berfokus pada peningkatan kualitas layanan, efisiensi operasional, dan penguatan basis pelanggan yang memberikan nilai tambah bagi bisnis.

Baca Juga :  BRI Cabang Daan Mogot Gelar Coaching Bersama Mitra Cleaning Service dan Teknisi untuk Tingkatkan Kualitas Layanan Operasional

Komitmen terhadap praktik bisnis berkelanjutan juga terus diperkuat. Hal ini tercermin dari meningkatnya keterlibatan vendor lokal dalam program keuangan berkelanjutan. Sepanjang 2025, jumlah vendor yang terlibat mencapai 207 vendor, meningkat dari 173 vendor pada tahun sebelumnya atau tumbuh 19,65 persen.

Selain mencatat perkembangan kinerja bisnis, SAPX juga memperoleh sejumlah penghargaan sepanjang tahun lalu. Perseroan meraih penghargaan The Best Logistic Partner 2025 dari Evermos sebagai bentuk apresiasi atas kualitas layanan logistik yang diberikan. SAPX juga menerima penghargaan Operational Excellence dalam ajang Satria Antaran Prima Supplier Day Indonesia yang diselenggarakan pada 6 November 2025.

Denny menambahkan, perusahaan akan terus memperkuat transformasi bisnis melalui pengembangan teknologi, peningkatan kualitas layanan, optimalisasi jaringan distribusi, serta penguatan kerja sama dengan berbagai mitra strategis. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi perseroan di industri logistik nasional yang semakin kompetitif.

Seiring pertumbuhan perdagangan digital dan meningkatnya kebutuhan layanan distribusi di Indonesia, SAPX optimistis dapat terus memanfaatkan peluang pasar serta menjaga kinerja perusahaan melalui strategi operasional yang adaptif dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan.

Berita Terkait

GZCO Bukukan Laba Rp107,6 Miliar pada 2025, Naik 72 Persen
KSIX Optimistis Tumbuh pada 2026, Bidik Kenaikan Pendapatan Hingga 17 Persen
Banten Beverage Community Kolaborasi dengan Babah Ramu JHL Hotel Episode Gading Serpong, Adakan Kompetisi Bartender Babah Ramu 2.0
Cigarnesia 2026 Sukses Digelar, 1.500 Batang Cerutu Dinikmati Pengunjung Selama Tiga Hari
NAYZ Optimistis Pasar MPASI Organik Tembus Rp10 Triliun pada 2029
Didukung Kinerja Keuangan yang Solid, IDEA Siapkan Langkah Ekspansi Baru
Pendapatan Sewa Rusunawa Rawa Buaya Naik 200 Persen, Kesadaran Warga Semakin Meningkat
Nilai Tukar Rupiah Tertekan, Dolar AS Menguat hingga Sentuh Rp18.066

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:45 WIB

GZCO Bukukan Laba Rp107,6 Miliar pada 2025, Naik 72 Persen

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:31 WIB

SAPX Bukukan Pertumbuhan Kinerja Keuangan di Tengah Penyesuaian Volume Pengiriman

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:02 WIB

KSIX Optimistis Tumbuh pada 2026, Bidik Kenaikan Pendapatan Hingga 17 Persen

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:21 WIB

Banten Beverage Community Kolaborasi dengan Babah Ramu JHL Hotel Episode Gading Serpong, Adakan Kompetisi Bartender Babah Ramu 2.0

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:34 WIB

Cigarnesia 2026 Sukses Digelar, 1.500 Batang Cerutu Dinikmati Pengunjung Selama Tiga Hari

Berita Terbaru

Ekonomi & Bisnis

GZCO Bukukan Laba Rp107,6 Miliar pada 2025, Naik 72 Persen

Rabu, 10 Jun 2026 - 17:45 WIB

TNI-Polri

Rabu, 10 Jun 2026 - 14:01 WIB