Minimnya Bantuan Dinsos Bogor Jadi Sorotan Pasca Banjir Cigudeg

- Jurnalis

Sabtu, 25 April 2026 - 00:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOGOR, Suarareliatas.co – Malam itu, Sabtu 18 April, hujan deras mengguyur Cigudeg tanpa henti. Sungai meluap, tanah longsor, dan enam desa seketika tenggelam dalam lumpur. Rumah-rumah roboh, jalan terputus, jembatan hanyut, sekolah rusak, sawah dan kebun lenyap. Ribuan warga berlarian menyelamatkan diri, meninggalkan harta benda yang tak mungkin lagi diselamatkan.

Di balik reruntuhan, ada wajah-wajah lelah yang menunggu kepastian. Sekitar 1.150 kepala keluarga kini hidup dalam keterbatasan. Namun, hingga berita ini diturunkan, Dinas Sosial Kabupaten Bogor tercatat baru menyalurkan 5 kasur dan 41 paket logistik. Angka yang terasa jauh dari kebutuhan ribuan korban.

“Semoga dengan adanya peristiwa ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Kami berharap bantuan logistik segera direalisasikan, baik untuk warga miskin maupun kaya, yang rumahnya rusak ringan maupun berat,” ujar Jamaludin, Kepala Desa, bersama Sekretaris Desa Sahrul.

Di lapangan, solidaritas masyarakat justru lebih dulu bergerak. Bantuan datang dari CSR PT Antam Pongkor, PTPN IV, Karang Taruna, KNPI, hingga Forum Komunikasi Jurnalis Bumi Putra (FKJBP) Bogor Barat.

Dan Beberapa pemuda Forum Komunikasi Bumi Putra (FKBP) Bogor Barat. Namun jumlahnya belum sebanding dengan luka yang ditinggalkan bencana.

Sorotan kini tertuju pada Dinas Sosial Kabupaten Bogor. Kepala Dinas, Farid Maru’uf, belum memberikan tanggapan resmi. Saat di konfirmasi pada Jum’at 24, April, 2026.

Baca Juga :  Pemkot Cimahi Gelar Peringatan HUT RI Ke 78, Terus Melaju Untuk Indonesia Maju

Publik menunggu langkah nyata: apakah pemerintah daerah akan hadir dengan solusi jangka pendek untuk logistik, atau jangka panjang untuk pemulihan infrastruktur.

Di Cigudeg, banjir dan longsor bukan sekadar bencana alam. Ia adalah ujian kemanusiaan. Warga menanti bukan hanya kasur dan paket sembako, tetapi kepastian bahwa mereka tidak dibiarkan sendiri.

Banjir dan Longsor melanda wilayah Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor bagian barat. Desa Cintamanik, Desa Argapura, Desa Bangunjaya, Desa Rengasjajar, Desa Batujajar, Desa Tegallega.

Selain itu data di lapangan yang sudah di asesmen data penambahan akibat longsor yakni. Desa Mekarjaya, Desa, Cigudeg, Wargajaya, Desa Banyuresmi, Desa Banyuasih.

Berita Terkait

Antrean Kendaraan di Depan Tempat Gym Sunter Jaya Dikeluhkan Pengendara
DPC Hiswana Migas Tangerang Raya Gelar Muscab VI 2026
Prof. Dr. H. Akhyar Hanif: Guru Besar Harus Terus Berkarya, Meneliti, dan Membangun Kolaborasi
Diduga Jadi Lokasi Pembuangan dan Pembakaran Sampah Liar, Warga Dadap Kosambi Keluhkan Asap Selama Empat Bulan
MPLS Ditutup, Ratusan Mimpi Baru Resmi Dimulai di PAUD & PKBM Mutiara Hati
Ahli Waris Minta Mahkamah Agung Kawal Sidang Sengketa Tanah Melawan PT Summarecon Agung
PT.Antam Pongkor bersama Polri dan TNI Gelar Patroli Gabungan
Dewan Penasehat Media Barometer Indonesia News Kutuk Penganiayaan Terhadap Wartawannya saat Liputan

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:32 WIB

Antrean Kendaraan di Depan Tempat Gym Sunter Jaya Dikeluhkan Pengendara

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:04 WIB

DPC Hiswana Migas Tangerang Raya Gelar Muscab VI 2026

Minggu, 19 Juli 2026 - 08:29 WIB

Prof. Dr. H. Akhyar Hanif: Guru Besar Harus Terus Berkarya, Meneliti, dan Membangun Kolaborasi

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:30 WIB

Diduga Jadi Lokasi Pembuangan dan Pembakaran Sampah Liar, Warga Dadap Kosambi Keluhkan Asap Selama Empat Bulan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:21 WIB

MPLS Ditutup, Ratusan Mimpi Baru Resmi Dimulai di PAUD & PKBM Mutiara Hati

Berita Terbaru