Jakarta, Suararealitas.co – PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) membagikan dividen tunai sebesar Rp70 per saham dari laba tahun buku 2025, seiring peningkatan kinerja keuangan dan lonjakan harga saham perseroan sepanjang tahun lalu.
Direktur PT Central Omega Resources Tbk, Andi Jaya, dalam paparan publik, Rabu (22/4/2026), mengatakan pembagian dividen tersebut setara dengan sekitar 68 persen dari laba bersih perseroan.
Sepanjang 2025, saham DKFT mencatatkan kenaikan signifikan lebih dari 200 persen, dari Rp236 pada awal tahun menjadi Rp725 pada penutupan Desember. Kinerja tersebut ditopang oleh fundamental perusahaan yang membaik serta meningkatnya minat pasar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari sisi keuangan, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp1,57 triliun atau naik 7,87 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih meningkat 38,44 persen menjadi Rp574,39 miliar, dengan laba per saham (EPS) naik menjadi Rp104,02.
Memasuki 2026, perseroan menargetkan penjualan bijih nikel sebesar 1,93 juta ton, lebih rendah dibandingkan realisasi 2025 yang mencapai lebih dari 3 juta ton.
“Penurunan ini mengikuti kebijakan pemerintah dalam mengendalikan produksi nikel untuk menjaga keseimbangan pasar global,” ujar Andi Jaya.
Meski volume penjualan menurun, perseroan memproyeksikan pendapatan tetap stabil di kisaran Rp1,6 triliun. Laba bersih ditargetkan meningkat menjadi sekitar Rp628 miliar hingga Rp630 miliar, didorong oleh perbaikan harga nikel dunia.
Perseroan juga membuka peluang peningkatan produksi melalui revisi RKAB pada semester II 2026, seiring potensi kenaikan permintaan dari industri pengolahan nikel domestik.
Selain itu, perusahaan terus memperkuat strategi jangka panjang melalui eksplorasi dan potensi akuisisi tambang untuk meningkatkan cadangan.
Di sisi keberlanjutan, perseroan mencatat telah menanam lebih dari 110 ribu pohon di area Daerah Aliran Sungai (DAS) di Sulawesi Tengah. Perusahaan juga tengah mengkaji penggunaan alat berat berbasis listrik serta pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) guna mengurangi emisi karbon.




































