BOGOR, Suararealitas.co – Menjelang malam takbiran Hari Raya Idul Fitri, pemerintah Kecamatan Leuwiliang mengimbau masyarakat untuk tidak menggelar pawai keliling menggunakan kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Imbauan ini disampaikan guna menjaga ketertiban, keamanan, serta mengantisipasi kemacetan di sejumlah titik rawan keramaian.
Sebagai alternatif, masyarakat dianjurkan untuk melaksanakan kegiatan takbiran secara lebih tertib dan terpusat di wilayah masing-masing, seperti di masjid atau lingkungan sekitar tempat tinggal. Kegiatan tersebut dinilai lebih kondusif serta tetap menjaga kekhusyukan dalam menyambut hari kemenangan.(20/03)
Pihak kecamatan juga mengingatkan bahwa apabila masyarakat tetap harus beraktivitas di luar rumah, agar lebih waspada terhadap potensi kepadatan di sejumlah titik keramaian. Beberapa lokasi yang diprediksi menjadi pusat berkumpulnya massa antara lain kawasan Terminal Leuwiliang, Pasar Leuwiliang, pertigaan Karacak, perempatan Jalan Baru Karehkel, hingga jalur menuju Terminal dan Kampung Sawah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Wilayah-wilayah tersebut memang menjadi titik krusial karena banyaknya aktivitas dan tingginya kunjungan masyarakat, terutama pada malam puncak takbiran,” ujar camat Leuwiliang WR.Pelitawan.
Dalam apel siaga pengamanan malam takbiran, para petugas juga telah diarahkan untuk bersiaga di berbagai titik rawan kemacetan dan keramaian. Meski diakui bahwa potensi kemacetan sulit dihindari, kehadiran petugas di lapangan diharapkan mampu mengurai kepadatan serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
Pemerintah Kecamatan Leuwiliang menegaskan komitmennya untuk memastikan situasi tetap terkendali selama malam takbiran. Petugas gabungan akan disiagakan untuk mengatur lalu lintas serta menjaga ketertiban di lapangan.
Dengan adanya imbauan ini, masyarakat diharapkan dapat bersama-sama menjaga suasana malam takbiran tetap aman, tertib, dan penuh khidmat dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri.



































