Produk Perikanan Indonesia Makin Bernilai di Pasar Internasional

- Jurnalis

Senin, 16 Februari 2026 - 17:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jakarta, (16/2) Suararealitas.co – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil meningkatkan nilai ekspor produk perikanan selama tahun 2025. Sejak Januari-Desember, total nilai ekspor mencapai USD 6,27 miliar, meningkat 5,2% dibanding tahun 2024.

Dari jumlah tersebut, 31,8% merupakan hasil ekspor ke Amerika Serikat dengan nilai mencapai USD 1,99 miliar, disusul Tiongkok sebesar USD 1,22 miliar (19,5%), ASEAN USD 1,00 miliar (16,0%), Jepang USD 613,65 juta (9,8%) dan Uni Eropa USD 451,72 juta (7,2%).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Nilai ekspor ke Amerika Serikat meningkat 4,7% dibanding tahun sebelumnya, begitu juga ke ASEAN (16,7%), Jepang (2,5%) dan Uni Eropa (9%),” terang Plt. Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Machmud melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (16/2).

Machmud menjabarkan udang menjadi komoditas ekspor utama dengan nilai sebesar USD1,87 miliar atau 29,8% terhadap total nilai ekspor, kemudian tuna-cakalang sebesar USD1,04 miliar (16,5%), cumi-sotong-gurita sebesar USD 889,73 juta (14,2%), rajungan-kepiting sebesar USD 507,74 juta (8,1%) dan rumput laut sebesar USD 315,62 juta (5,0%). Dikatakannya, nilai ekspor udang meningkat 11,2% dibanding tahun sebelumnya, begitu juga tuna-cakalang (0,1%) dan cumi-sotong-gurita (1,8%).

“Ini merupakan pertanda bahwa komoditas Indonesia begitu bernilai di pasar global,” jelas Machmud.

Baca Juga :  BRI Hayam Wuruk Dukung UMKM Go Digital Lewat Akuisisi QRIS dan Layanan Rekening Bisnis

Selain peningkatan nilai ekspor, Machmud menyebut KKP juga berhasil menekan nilai impor produk perikanan. Hal ini terlihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mengungkap neraca perdagangan produk perikanan sepanjang tahun 2025 mengalami surplus sebesar USD 5,60 miliar. Jumlah ini meningkat 3,0% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

“Kami berkomitmen menjaga Indonesia untuk tetap dan selalu menjadi negara nett exporter produk perikanan,” tutur Machmud.

*Strategi Peningkatan di Tahun 2026*

Direktur Pemasaran Ditjen PDSPKP, Erwin Dwiyana memastikan KKP telah menyiapkan sejumlah langkah guna menjaga sekaligus memperluas akses pasar produk perikanan. Dimulai dengan sinergi berbagai unit Eselon 1 untuk melakukan fasilitasi kepada asosiasi dan eksportir terkait penerbitan aturan baru Uni Eropa terkait Sertifikat Hasil Tangkapan Ikan (SHTI) dan Pernyataan Pengolahan (Processing Statement), serta penerbitan aturan baru Amerika Serikat terkait Certificate of Admissibility.

Selain itu, KKP juga melakukan negosiasi dan diplomasi terkait pengajuan Comparability Finding (CF) rajungan hasil tangkapan gillnet kepada NOAA untuk dapat melanjutkan ekspor ke Amerika Serikat. “Kami mendorong pelaku usaha perikanan untuk tetap berkomitmen menjaga mutu dan keamanan produk perikanan, sekaligus mendukung keberlanjutan sumber daya dan daya saing sektor perikanan,” kata Erwin.

Baca Juga :  Unit Pasar Kota Fokus Tingkatkan Mutu Pelayanan Harian demi Kepuasan Nasabah

Strategi lainnya dengan fasilitasi temu bisnis dan keikutsertaan promosi produk kelautan dan perikanan skala internasional di Indonesia, serta promosi usaha dan investasi kelautan dan perikanan berupa Investment Mission. Erwin memastikan saat ini KKP juga mengajak pelaku usaha untuk memanfaatkan tarif preferensi 0% Indonesia Japan Economic Partnership Agreement (IJ-EPA) khusus produk olahan tuna dan cakalang yang akan diimplementasikan setelah triwulan I 2026.

Dikatakannya, perundingan penurunan tarif di Kawasan non-tradisional seperti Amerika Utara (ASEAN-Canada CEPA), Asia Selatan (ASEAN-India FTA, Indonesia-Sri Lanka FTA) juga terus dilakukan, termasuk kawasan Timur Tengah seperti Indonesia-Gulf Cooperation Council FTA serta Tunisia Preferential Tariff Agreement (PTA), Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (FTA), Indonesia–European Union CEPA, Peru Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), Indonesia-Canada CEPA.

“Kami juga terus melakukan sosialisasi pemanfaatan tarif preferensi hasil perundingan Indonesia ke pelaku usaha,” tutupnya.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono optimistis upaya meningkatkan kualitas produksi perikanan nasional yang terus bertambah akan membantu mendongkrak nilai ekspor komoditas tersebut. Menurutnya, peningkatan produksi juga seiring dengan peningkatan kualitas yang akan berdampak pada akses pasar serta mendukung program nasional.

 

Berita Terkait

Menko Polkam Ajak Semua Pihak Bersinergi Wujudkan Ruang Digital Aman bagi Anak Indonesia
Proyek MLFF tetap berlanjut, pemerintah mulai tahap pengujian
DPD BMI DKI JAKARTA Berbagi 1000 Takjil di Momen Ramadhan 1447 H
PERADI Kota Depok Gelar Buka Puasa Bersama dan Berbagi Takjil, Perkuat Solidaritas Advokat
Antusiasme Warga Membludak, DPC PDI Perjuangan Kota Depok Gelar Bakti Sosial Cek Kesehtan Gratis
Menko Polkam Pimpin Apel Kesiapsiagaan Karhutla 2026 di Riau, Tegaskan Komitmen Pencegahan Dini
Black Owl Gading Serpong Bagikan 200 Paket Takjil Gratis kepada Pengendara di Bulan Ramadan
Zainul Munasichin: Rapimnas IKA PMII Momentum Konsolidasi dan Evaluasi Organisasi

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 15:38 WIB

Menko Polkam Ajak Semua Pihak Bersinergi Wujudkan Ruang Digital Aman bagi Anak Indonesia

Sabtu, 7 Maret 2026 - 10:40 WIB

Proyek MLFF tetap berlanjut, pemerintah mulai tahap pengujian

Sabtu, 7 Maret 2026 - 10:09 WIB

DPD BMI DKI JAKARTA Berbagi 1000 Takjil di Momen Ramadhan 1447 H

Jumat, 6 Maret 2026 - 18:40 WIB

PERADI Kota Depok Gelar Buka Puasa Bersama dan Berbagi Takjil, Perkuat Solidaritas Advokat

Jumat, 6 Maret 2026 - 17:26 WIB

Antusiasme Warga Membludak, DPC PDI Perjuangan Kota Depok Gelar Bakti Sosial Cek Kesehtan Gratis

Berita Terbaru

Berita Aktual

Jurnalis Bagikan Bantuan Untuk Puluhan Warga Kurang Mampu

Minggu, 8 Mar 2026 - 18:10 WIB

Berita Aktual

Kedoya Raya Terendam Banjir, Akses Warga Lumpuh

Minggu, 8 Mar 2026 - 16:14 WIB