KKP Akselerasi Hilirisasi Garam Nasional, Buka 8 Zona Industri dan Targetkan Swasembada

- Jurnalis

Kamis, 12 Februari 2026 - 23:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Screenshot

Screenshot

Jakarta, Suararealitas.co – Pemerintah mempercepat hilirisasi garam nasional sebagai langkah strategis menuju swasembada dan penguatan industri dalam negeri. Komitmen itu ditegaskan dalam talkshow Bincang Bahari bertajuk “Hilirisasi Garam untuk Indonesia Mandiri: Tantangan & Peluang Industri Nasional” yang digelar Jakarta Pusat, Kamis (12/2/2026).

Direktur Sumber Daya Kelautan Ditjen Pengelolaan Kelautan KKP, Frista Yorhanita, menyampaikan bahwa KKP tengah mengembangkan Sentra Industri Garam Nasional (SIGN) di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur.

Kawasan dengan potensi lahan sekitar 10.000–13.000 hektare tersebut dibagi dalam 10 zona produksi. Pada tahap awal, pemerintah akan menggarap dua zona, sementara delapan zona lainnya ditawarkan kepada investor dan industri pengguna garam.

“Kolaborasi menjadi kunci karena kebutuhan investasinya besar. Pemerintah tidak dapat membiayai seluruhnya sendiri,” ujar Frista.

Menurutnya, pengembangan SIGN diarahkan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur produksi, fasilitas pengolahan, serta penerapan teknologi guna meningkatkan kapasitas dan kualitas garam nasional.

Di sisi hilir, PT Garam (Persero) memperkuat perannya melalui proyek strategis bersama Pertamina di Balikpapan. Sekretaris Perusahaan PT Garam, Indra Kurniawan, mengungkapkan proyek tersebut ditargetkan menghasilkan hingga 1 juta ton garam industri per tahun.

Proyek ini memanfaatkan air buangan (brine) berkadar garam tinggi dari fasilitas MDMP Pertamina yang sebelumnya dinetralisir sebelum dikembalikan ke laut. Melalui penerapan teknologi Mechanical Vapor Recompression (MVR), potensi tersebut diolah menjadi garam industri bernilai tambah.

Baca Juga :  BRI Pondok Indah Permudah Nasabah Melalui Layanan CS Digital

“Dengan tambahan kapasitas ini, kami optimistis dapat memperkuat pasokan domestik dan menekan ketergantungan impor, khususnya untuk sektor CAFE,” kata Indra.

Sektor CAFE (Chemical, Alkali, Food, and Energy) selama ini masih bergantung pada pasokan garam impor untuk kebutuhan industri.

Selain proyek Balikpapan, PT Garam juga menjalankan penguatan produksi di Rote, Bipolo, dan Madura, serta memperluas kemitraan dengan petambak rakyat melalui skema koperasi guna menjamin kualitas dan kepastian pasar.

Sinergi antara KKP, BUMN, investor, dan pelaku usaha dinilai menjadi fondasi utama dalam membangun kemandirian garam nasional sekaligus memperkuat rantai pasok industri dalam negeri.

Berita Terkait

Mendag Tinjau Gerai Pak Gembus, Dorong Waralaba Indonesia Makin Kompetitif
Fokus Tiga Agenda Krusial, Kecamatan Mauk Gelar Apel Pagi untuk Tingkatkan Kinerja
APDESI Kabupaten Tangerang Apresiasi Roadshow Sosialisasi Kadarkum, Tekankan Manfaat dan Kekompakan Desa
KKP Tindak Pemanfaatan Ruang Laut Tanpa Izin, Dua Perusahaan Disegel di Riau
Sinergi KKP Lepasliarkan Puluhan Ekor Hiu Hasil Penangkaran
Kebersihan Lingkungan Kerja Jadi Prioritas: DBMSDA Tangerang Laksanakan Aksi Korvei di UPTD Pengairan
Hadapi Ancaman El Nino, Menko Polkam Arahkan Desk Karhutla Tingkatkan Kesiapsiagaan dan Pencegahan
Patroli Cipta Kondisi Polres Pelabuhan Tanjung Priok Jaga Stabilitas Kamtibmas, Situasi Wilayah Tetap Aman dan Kondusif

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:09 WIB

Mendag Tinjau Gerai Pak Gembus, Dorong Waralaba Indonesia Makin Kompetitif

Senin, 22 Juni 2026 - 18:43 WIB

Fokus Tiga Agenda Krusial, Kecamatan Mauk Gelar Apel Pagi untuk Tingkatkan Kinerja

Senin, 22 Juni 2026 - 17:36 WIB

APDESI Kabupaten Tangerang Apresiasi Roadshow Sosialisasi Kadarkum, Tekankan Manfaat dan Kekompakan Desa

Senin, 22 Juni 2026 - 15:20 WIB

KKP Tindak Pemanfaatan Ruang Laut Tanpa Izin, Dua Perusahaan Disegel di Riau

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:48 WIB

Sinergi KKP Lepasliarkan Puluhan Ekor Hiu Hasil Penangkaran

Berita Terbaru