Pedagang Mogok Jualan 3 Hari, Harga Daging Sapi Meroket hingga Langka di Pasar Jakarta Barat

- Jurnalis

Kamis, 22 Januari 2026 - 12:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

POTRET - harga daging sapi tembus Rp150 ribu per-kilo di Pasar Cengkareng, pasca imbas pedagang mogok berjualan 3 hari lantaran bentuk protes atas lonjakan harga yang dinilai semakin memberatkan pedagang maupun konsumen. (Foto: Fakta Pers/Ibeng).

POTRET - harga daging sapi tembus Rp150 ribu per-kilo di Pasar Cengkareng, pasca imbas pedagang mogok berjualan 3 hari lantaran bentuk protes atas lonjakan harga yang dinilai semakin memberatkan pedagang maupun konsumen. (Foto: Fakta Pers/Ibeng).

JAKARTA, suararealitas.co – Aksi mogok berjualan selama tiga hari yang dilakukan pedagang sapi di Pasar Cengkareng, Jakarta Barat, menyebabkan kelangkaan daging sapi dan berdampak langsung pada konsumen, Kamis (22/1/2026) dini hari.

Pantauan suararealitas.co di Pasar Cengkareng menunjukkan seluruh lapak pedagang daging sapi tutup.

Kondisi itu berbeda dari hari normal, di mana aktivitas jual beli daging sapi biasanya sudah ramai sejak pagi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mogok berjualan dilakukan sebagai bentuk protes atas lonjakan harga daging sapi yang dinilai semakin memberatkan pedagang dan membuat pasokan daging sapi di pasar tradisional menurun drastis.

“Sekarang harga daging sudah tembus Rp140 ribu sampai Rp150 ribu per kilo. Ini malah lebih mahal dari pas Lebaran. Biasanya normalnya masih sekitar Rp120 ribu per kilo,” ujar Dedeh (29), seorang pedagang daging sapi saat ditemui wartawan di Pasar Cengkareng, Rabu (22/1/2026).

Baca Juga :  Pengamanan Jalur Kunker Wakil Presiden RI

Dedeh mengaku, bahwa kenaikan harga tersebut membuat pedagang kesulitan menjual dagangannya karena daya beli masyarakat ikut turun.

Namun ia menyebut, banyak pelanggan memilih mengurangi jumlah pembelian atau bahkan batal membeli karena harga dinilai terlalu tinggi.

“Kalau harganya begini, pembeli jadi sepi. Yang biasanya beli satu kilo, sekarang paling setengah kilo, bahkan ada yang cuma tanya-tanya saja,” katanya.

Dedeh menjelaskan, mogok dagang selama tiga hari ini menjadi upaya pedagang untuk menekan kenaikan harga yang dinilai tidak wajar.

Selain itu, mogok dilakukan agar pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah stabilisasi, sehingga harga daging kembali normal dan aktivitas perdagangan bisa berjalan seperti biasa.

Baca Juga :  Api di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Seluruh Gajah Terpantau Aman

“Mogok dulu tiga hari. Kalau harga terus naik begini, pedagang juga yang kena, pembeli juga keberatan,” tegasnya.

Pedagang berharap ada solusi konkret agar harga daging dapat kembali stabil.

Keluhan serupa disampaikan Reyhan, seorang pemilik warung nasi Padang yang mengaku sudah berkeliling ke empat pasar di wilayah Jakarta Barat. Dari usahanya menyambangi keempat pasar itu. ia tetap tidak mendapatkan daging sapi.

“Ya pastilah kesulitan pak, ini mau jualan apa hari ini. Jualan nasi Padang itu wajib ada daging. Kalau enggak jualan ya bingung juga. Empat pasar enggak ada. Padahal mau buat konsumsi saja sekitar tiga sampai empat kilogram,” kata Reyhan.

“Harapannya besok sudah ada dan harganya normal, jangan naik lagi,” pungkasnya.

Berita Terkait

Jaga Kebersihan Lingkungan, TP PKK Berperan Penting Tangani Persoalan Sampah
Program Dekranasda, TP PKK, dan TP Posyandu Perlu Terintegrasi dalam Perencanaan Daerah
Kontainer Terbakar di NPCT 1, Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gandeng Labfor Lakukan Penyelidikan
Tiga Orang Bawa Sajam Mengamuk di Jalan Sertu Semanan Kalideres, Warga Minta Polisi Bertindak
ISO Tank Berisi Bahan Kimia Terbakar Hebat di NPCT1 Tanjung Priok, 11 Unit Damkar Dikerahkan
Bogor Jadi Pusat Perhatian, Sebanyak 1.400 Pesilat Ramaikan Kejuaraan Nasional
Antusias, Warga Kampung Cadas Gantung RT.05 Purasari Gelar Maulid Nabi Muhammad 1448 H.
Kegiatan Deklarasi Bersama Anti LGBT di Leuwiliang Diikuti 14 Kecamatan Diwilayah Bogor Barat

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 17:41 WIB

Jaga Kebersihan Lingkungan, TP PKK Berperan Penting Tangani Persoalan Sampah

Selasa, 22 September 2026 - 12:56 WIB

Program Dekranasda, TP PKK, dan TP Posyandu Perlu Terintegrasi dalam Perencanaan Daerah

Selasa, 22 September 2026 - 10:23 WIB

Kontainer Terbakar di NPCT 1, Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gandeng Labfor Lakukan Penyelidikan

Selasa, 22 September 2026 - 07:44 WIB

Tiga Orang Bawa Sajam Mengamuk di Jalan Sertu Semanan Kalideres, Warga Minta Polisi Bertindak

Senin, 21 September 2026 - 17:12 WIB

ISO Tank Berisi Bahan Kimia Terbakar Hebat di NPCT1 Tanjung Priok, 11 Unit Damkar Dikerahkan

Berita Terbaru

Kabar Polisi

Polda Metro Jaya Ungkap Clandestine Lab Tembakau Sintetis di Gambir

Selasa, 22 Sep 2026 - 21:18 WIB