Dorong Tempe Jadi Warisan Dunia, Kemenbud Perkuat Diplomasi Budaya ke UNESCO

- Jurnalis

Jumat, 19 Desember 2025 - 16:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Suararealitas.co — Upaya mengantarkan tempe sebagai warisan budaya tak benda dunia terus dipercepat. Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menggelar Seminar Budaya Tempe Goes to UNESCO sebagai bagian dari strategi diplomasi budaya untuk memosisikan tempe tidak hanya sebagai pangan tradisional, tetapi juga simbol kesehatan global dan penguat ekonomi kreatif nasional.

Seminar bertajuk “Tempe: Dari Kearifan Lokal Menjadi Sajian Global” tersebut berlangsung di Jakarta, Jumat (19/12/2025), dan dibuka oleh Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo. Dalam sambutannya, Giring menegaskan keseriusan pemerintah memperjuangkan tempe agar diakui UNESCO melalui pendekatan diplomasi budaya yang berkelanjutan dan inklusif.

Menurut Giring, pengalaman Indonesia mengantarkan keris, batik, kebaya, pencak silat, hingga noken ke panggung UNESCO menunjukkan bahwa pengakuan internasional tidak berhenti pada simbol semata, tetapi berdampak langsung pada penguatan komunitas dan perputaran ekonomi berbasis budaya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pengakuan dunia terhadap budaya Indonesia terbukti mampu menghidupkan UMKM dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya. Ia menyinggung bagaimana batik daerah berkembang menjadi identitas nasional sekaligus penopang ekonomi kreatif.

Baca Juga :  Kolaborasi PLN Indonesia Power UBP Lontar 3 Dan Lapas Kelas 1 Tangerang Hadirkan ,Jawara Beton

Giring juga mengangkat contoh Desa Beji di Kota Batu, Jawa Timur, yang setiap hari mampu memproduksi hingga tujuh ton tempe dengan beragam inovasi olahan. Praktik tersebut dinilai merepresentasikan kuatnya pengetahuan lokal yang tumbuh dari dan untuk komunitas.

Lebih lanjut, ia menilai meningkatnya kesadaran global terhadap pola makan sehat menjadi peluang strategis untuk mempromosikan tempe sebagai pangan bernilai gizi tinggi, berkelanjutan, dan adaptif dengan selera global.

“Tempe memiliki fleksibilitas luar biasa. Ia tidak lagi terbatas sebagai lauk tradisional, tetapi bisa diolah menjadi berbagai menu internasional seperti pizza, burger, dan hidangan modern lainnya,” kata Giring, seraya menegaskan potensi tempe sebagai identitas kuliner dunia yang berakar dari Indonesia.

Sementara itu, Direktur Promosi Kebudayaan Kementerian Kebudayaan, Undri SS, menyatakan bahwa promosi tempe merupakan agenda strategis baik di tingkat nasional maupun global. Menurutnya, tempe tidak hanya memperkuat jati diri bangsa, tetapi juga menunjukkan kontribusi Indonesia dalam menjawab tantangan peradaban dunia.

Baca Juga :  Pembangunan Hunian Tetap lancar, Hadirkan Harapan Baru untuk Warga terdampak banjir di Aceh Utara

Undri menjelaskan, diplomasi kebudayaan yang dijalankan Kemenbud berfokus pada tiga sasaran utama, yakni penguatan identitas nasional, peningkatan apresiasi budaya, serta perluasan peran generasi muda Indonesia di kancah internasional.

Ia menambahkan, kekayaan budaya Nusantara dari Sabang hingga Merauke menyimpan solusi masa depan, termasuk tempe yang memuat nilai sosial, ekonomi, kesehatan, dan keberlanjutan lingkungan.

Seminar ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari akademisi, komunitas, koperasi produsen tempe, mahasiswa, hingga asosiasi pangan nasional. Kolaborasi lintas sektor tersebut dinilai menjadi kunci penting dalam mendorong keberhasilan pengajuan tempe ke UNESCO.

Kementerian Kebudayaan mengungkapkan bahwa dokumen pengusulan tempe telah masuk dalam daftar nominasi UNESCO, dengan target memperoleh pengakuan sebagai warisan budaya tak benda dunia pada tahun mendatang.

Melalui diplomasi budaya berbasis tempe, Indonesia kembali menegaskan bahwa kearifan lokal tidak hanya relevan bagi bangsa sendiri, tetapi juga memiliki daya jawab terhadap isu global sekaligus membuka peluang ekonomi berkelanjutan bagi generasi masa depan.

Berita Terkait

E-Sports Kapolri Cup 2026 Jadi Wadah Gen Z Kembangkan Potensi di Ekosistem Digital
JJOS Semarak HUT ke-81 RI, Polsek Kawasan Kalibaru Polres Priok, Gelar Gowes Sehat Bersama Masyarakat
Sinergitas Tokoh Masyarakat Sukapura dengan Kepala Kantor ATR/BPN Jakarta Utara Dorong Tertib Administrasi Pertanahan
Menuju 17 Agustus, Ketum DPP AWPI Tekankan Peran Pers dalam Menjaga Persatuan dan NKRI
SPN Polda Metro Gelar Ekspedisi Darat, Bentuk Siswa Polri Presisi dan Humanis
Polres Pelabuhan Tanjung Priok Berbagi Kebahagiaan, Santuni 40 Anak Yatim dan Gelar Doa Bersama
Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Perkuat Sinergi dengan Tokoh Masyarakat Jakarta Utara, Bahas Kamtibmas dan Kerukunan
Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Turun Langsung ke Muara Angke, Serap Aspirasi Warga Lewat Jaga Jakarta On The Spot

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:39 WIB

E-Sports Kapolri Cup 2026 Jadi Wadah Gen Z Kembangkan Potensi di Ekosistem Digital

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:57 WIB

JJOS Semarak HUT ke-81 RI, Polsek Kawasan Kalibaru Polres Priok, Gelar Gowes Sehat Bersama Masyarakat

Senin, 10 Agustus 2026 - 12:50 WIB

Sinergitas Tokoh Masyarakat Sukapura dengan Kepala Kantor ATR/BPN Jakarta Utara Dorong Tertib Administrasi Pertanahan

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:34 WIB

Menuju 17 Agustus, Ketum DPP AWPI Tekankan Peran Pers dalam Menjaga Persatuan dan NKRI

Minggu, 9 Agustus 2026 - 17:45 WIB

SPN Polda Metro Gelar Ekspedisi Darat, Bentuk Siswa Polri Presisi dan Humanis

Berita Terbaru