Lagi, Warga Keluhkan Layanan ATR/BPN Jakbar: Informasi Berubah-ubah dan Lambat, Tolong Kami Pak

- Jurnalis

Rabu, 19 November 2025 - 13:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ILUSTRASI: warga mengeluhkan pelayanan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jakbar. Warga urus perpanjangan HGU, butuh waktu bertahun-tahun, namun tidak jelas. (Foto: Istimewa).

ILUSTRASI: warga mengeluhkan pelayanan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jakbar. Warga urus perpanjangan HGU, butuh waktu bertahun-tahun, namun tidak jelas. (Foto: Istimewa).

JAKARTA, suararealitas.co – Sejumlah warga mengeluhkan pelayanan Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Jakarta Barat.

Warga menyebut, untuk urus surat-surat tanah di BPN, harus ekstra sabar.

Pasalnya, pengurusan terlalu berbelit-belit dan lamban. Beberapa pemohon mengaku telah menunggu hingga lebih dari bertahun-tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, ada juga yang sampai delapan bulan, tanpa mendapatkan penjelasan mengenai perkembangan berkas mereka.

Bahkan, BPN Jakbar diduga memang kerap dikeluhkan pelayanannya.

Keluhan itu disampaikan seorang warga, Asep saat mengurus perpanjangan Hak Guna Bangun (HGB), kepada suararealitas.co, Rabu (19/11/2025).

“Berkas saya masuk mulai Desember 2024, sedangkan sekarang sudah November 2025. Kalau dilihat di sistem, sebenarnya sudah seharusnya selesai, tapi tiba-tiba diam, seperti di-keep,” ujar Asep di Kantor BPN Jakbar.

Asep menegaskan bahwa dirinya hanya memperjuangkan hak pribadi saja dan menduga adanya oknum di lingkungan BPN yang menghambat proses pengurusan perpanjangan HGB ini.

“Silakan direkam. Menurut saya ini ada permainan oknum di dalam BPN Jakbar ini,” ketus Asep.

Adapun, keluhan lain juga datang dari seorang ibu-ibu, yang mengurus perpanjangan HGB, atas nama pribadi mengaku berkasnya sudah dinyatakan lengkap semua, namun tidak pernah mendapat informasi apa pun mengenai kendala hinga sampai delapan bulan tidak kunjung selesai.

Baca Juga :  Classic Meets Modern: Inspirasi Gaya Ikonik dan Must-HaveItems dari Koleksi UNIQLO Fall Winter 2025

“Sudah delapan bulan. Tidak ada masalah berkas-berkas lengkap semua, tapi tidak ada pemberitahuan apa pun, terkendalanya dimana, penyebabnya apa belum selesai juga,” ucap seorang Ibu yang enggan menyebutkan namanya.

Sementara warga lain juga mempertanyakan informasi yang diterima dari pihak BPN, yang disebut kerap berubah-ubah.

Ia menuturkan pernah diberi penjelasan bahwa seluruh perpanjangan HGB, harus diproses melalui Kanwil.

Setelah dicek langsung, ia menemukan bahwa ketentuan tersebut tidak berlaku untuk pemohon pribadi, kalau nama perusahaan memang di Kanwil.

“Kalau untuk badan hukum memang harus lewat Kanwil, tapi pribadi tidak. Saya cek sendiri ke Kanwil, tidak ada itu,” tuturnya lagi.

Hal senada dikatakan beberapa warga, bahwa berkas mereka sudah masuk tahap pemeriksaan dokumen atau quality control (QC) selama berbulan-bulan tanpa perkembangan.

Ada pula yang menyebut pergantian petugas penanganan berkas turut memperlambat proses.

Masyarakat berharap, BPN Jakarta Barat dapat memberikan transparansi, memperbaiki sistem pelayanan, serta meningkatkan pengawasan terhadap indikasi hambatan di lapangan.

“Kami hanya ingin proses berjalan sesuai aturan. Jangan sampai masyarakat dirugikan,” ujar salah satu pemohon.

Baca Juga :  Gubernur DKI Resmikan Hak Penamaan Stasiun LRT Jakarta Boulevard Utara Summarecon Mall dan Fasilitas Jembatan Penghubung

Di tengah meningkatnya keluhan, BPN Jakarta Barat kini dipimpin oleh Shinta Purwitasari, yang baru menjabat setelah sebelumnya bertugas di Kantor Pertanahan Tangerang Selatan.

Warga berharap kepemimpinan baru ini dapat membawa pembenahan menyeluruh terhadap kualitas pelayanan pertanahan di wilayah Jakarta Barat.

Mereka berharap evaluasi internal dilakukan secara serius, termasuk penindakan terhadap oknum yang diduga menghambat proses serta memastikan sistem digital berfungsi optimal.

“Kami hanya ingin proses sesuai aturan. Jangan sampai masyarakat dirugikan seperti ini, sampai bertahun-tahun dan berbulan-bulan,” tutup Pemohon.

Hingga berita ini di tayangkan, Kepala BPN Jakbar, Shinta Purwitasari masih belum bisa dikonfirmasi terkait masalah ini.

Kendati demikian, Bagian Tata Usaha (TU) BPN Jakbar, Erwin buka suara saat dikonfirmasi via WhatsApp.

“Silahkan aja bang masyarakat untuk mengadu langsung ke kanal yang resmi saja biar jelas bukan abang rekam-rekam tanpa izin itu melanggar aturan bang,” kata Erwin.

“Perjalanan berkas itukan pasti ada hal-hal yang harus diteliti. Abang video juga orang yang puas dengan layanan kita biar berimbang,” pungkasnya.

Berita Terkait

Pengusaha Jco Palem ‘Tantang’ Pemprov DKI, Bekingnya Diduga Baju Ijo
Pembangunan RTH RW 011 Sunter Jaya Disosialisasikan, Dukungan Warga Diiringi Harapan Proyek Berjalan Sesuai Aturan
Diduga Langgar Aturan Tata Bangunan, Proyek Padel di Kalideres Jadi Perbincangan Warga
Dewan Juri PWI Jaya Finalisasi Anugerah Jurnalistik MH Thamrin 2026, Pemenang Tujuh Kategori Ditentukan
Diduga Tak Berizin dan Belum Bayar Pajak, Sedikitnya 10 Umbul-umbul Promosi Berdiri di Tiga Lokasi
Langgar Status Penyegelan? Pengusaha Padel di Papanggo Tak Takut ‘Ultimatum’ Pramono Anung Soal Aktivitas di Dalam Area
Sudinhub Jakarta Selatan Tertibkan 21 Motor Parkir di Trotoar Depan ITC Kuningan
Satpol PP Pademangan Kembalikan Fungsi Trotoar dan Fasilitas Umum Lewat Penertiban Bangli

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 21:06 WIB

Pengusaha Jco Palem ‘Tantang’ Pemprov DKI, Bekingnya Diduga Baju Ijo

Minggu, 19 Juli 2026 - 06:32 WIB

Pembangunan RTH RW 011 Sunter Jaya Disosialisasikan, Dukungan Warga Diiringi Harapan Proyek Berjalan Sesuai Aturan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:40 WIB

Diduga Langgar Aturan Tata Bangunan, Proyek Padel di Kalideres Jadi Perbincangan Warga

Sabtu, 18 Juli 2026 - 10:41 WIB

Dewan Juri PWI Jaya Finalisasi Anugerah Jurnalistik MH Thamrin 2026, Pemenang Tujuh Kategori Ditentukan

Jumat, 17 Juli 2026 - 22:23 WIB

Diduga Tak Berizin dan Belum Bayar Pajak, Sedikitnya 10 Umbul-umbul Promosi Berdiri di Tiga Lokasi

Berita Terbaru

Nasional

Anak-anak dari 16 Negara Meriahkan Kick Off Cultura 2027

Jumat, 24 Jul 2026 - 07:14 WIB