Miris! Botol Miras Bekas Mabuk Berserakan di Kantor Desa Rajekwesi Kabupaten Jepara

- Jurnalis

Senin, 29 September 2025 - 12:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KETAHUAN: botol minuman keras bekas memabukkan berserakan di Kantor Desa Rajekwesi. (Foto: suararealitas.co)

KETAHUAN: botol minuman keras bekas memabukkan berserakan di Kantor Desa Rajekwesi. (Foto: suararealitas.co)

KABUPATEN JEPARA, suararealitas.co
Pemandangan ironis mencoreng wajah pelayanan publik di Kabupaten Jepara.

Pasalnya, sejumlah botol minuman keras (Miras) berbagai merek ditemukan berserakan di area Kantor Desa Rajekwesi, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Sebuah gedung yang seharusnya menjadi simbol pelayanan masyarakat, justru ternoda oleh temuan yang mengindikasikan penyalahgunaan wewenang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seorang warga, Muzaini mengungkapkan keterkejutannya. Ia mempertanyakan bagaimana mungkin minuman keras bisa masuk ke lingkungan kantor desa dan bahkan dikonsumsi tanpa terdeteksi.

“Ya kalau sampai ada yang bawa miras ke kantor desa, apalagi sampai minum di sini tidak ketahuan, itu hal yang sangat mustahil,” ujar Muzaini kepada suararealitas.co, Senin (29/9/2025).

Baca Juga :  SMKN 10 Kabupaten Tangerang Curi Perhatian dengan Perkembangan Teknologi Sesuai Kebutuhan Industri Penerbangan

Botol-botol yang ditemukan, terdiri dari berbagai merek seperti anker, dan prost diduga kuat telah digunakan. Mirisnya, seluruh botol tersebut tertumpuk di area kantor desa, tempat yang seharusnya menjadi pusat pelayanan publik.

Menanggapi temuan ini, Kepala Desa Rajekwesi, Legimin A. Muslim mengatakan, bahwa yang minum-minuman keras ialah anak-anak muda disini.
“Anak muda-muda itu yang minum. Disini nggak ada yang minum. Untuk dijual dan di taruh disitu botolan itu,” ujar Legimin saat dikonfirmasi di kantor desa.

Baca Juga :  Wujudkan Semangat Kebersamaan, Warga Purasari Gotong Royong Buat Gapura Sambut HUT RI Ke-80

Bagaimana mungkin puluhan botol miras bisa lolos masuk dan bahkan dikonsumsi di area yang seharusnya steril?

Fenomena ini menimbulkan tanda tanya besar terkait efektivitas pengawasan Kepala Desa yang notabene digaji menggunakan dana APBD. Apakah ada pembiaran atau bahkan keterlibatan oknum tertentu?

Bahkan, temuan ini jelas mencoreng citra pelayanan publik dan mengindikasikan lemahnya pengawasan di lingkungan pemerintahan.

Masyarakat menuntut penanganan cepat dan tegas dari pihak berwenang untuk menindaklanjuti dugaan pelanggaran ini serta mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Berita Terkait

Forgas Bali Cegah dan Tangkal Intervensi Sampradaya Asing Ideologi Transnasional
Aksi Sosial Mercure Kuta Bali Bantu Warga Terdampak Banjir di Desa Banjar Buleleng
Retribusi Dipungut, Tapi Tak Tertib Disetor: Ada Apa di Dinas Perhubungan Bengkalis?
Derasnya Banjir Robek Akses Desa, Pemkab Rote Ndao Didesak Tak Sekadar Janji
Ketika Hasil Audit Hanya Jadi Arsip: Bau Tak Sedap Belanja Daerah Bengkalis
Nasib Pilu Balita di Bangli: Tak Punya KK dan Hidup Serba Keterbatasan Ekonomi
Akhiri Keterisolasian Warga Langkat, TNI dan PTPN IV PalmCo Bangun Jembatan Darurat
Lumpur Lereng Puspo Terjang Kota Pasuruan, Curah Hujan Tinggi dan Tanggul Tak Mampu Menahan Terjangan

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 21:28 WIB

Forgas Bali Cegah dan Tangkal Intervensi Sampradaya Asing Ideologi Transnasional

Sabtu, 28 Maret 2026 - 22:37 WIB

Aksi Sosial Mercure Kuta Bali Bantu Warga Terdampak Banjir di Desa Banjar Buleleng

Kamis, 19 Maret 2026 - 17:03 WIB

Retribusi Dipungut, Tapi Tak Tertib Disetor: Ada Apa di Dinas Perhubungan Bengkalis?

Senin, 2 Maret 2026 - 21:24 WIB

Derasnya Banjir Robek Akses Desa, Pemkab Rote Ndao Didesak Tak Sekadar Janji

Senin, 2 Maret 2026 - 13:44 WIB

Ketika Hasil Audit Hanya Jadi Arsip: Bau Tak Sedap Belanja Daerah Bengkalis

Berita Terbaru

TNI-Polri

11 Ribu Peserta Siap Meriahkan Kemala Run 2026 di Bali

Kamis, 16 Apr 2026 - 11:26 WIB