Pengadaan Wadah Makan MBG Disorot, APMAKI Ingatkan Bahaya Produk Murah

- Jurnalis

Rabu, 13 Agustus 2025 - 16:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Suararealitas.co – Asosiasi Produsen Wadah Makanan Indonesia (APMAKI) menggelar diskusi terbuka di Jakarta, Rabu (13/8/2025), membahas isu krusial keamanan wadah makanan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Forum ini mempertemukan perwakilan industri, akademisi, regulator, dan organisasi perlindungan konsumen untuk mencari solusi konkret demi menjamin keamanan kesehatan jutaan penerima manfaat program pemerintah tersebut.

Ketua Umum APMAKI, Alie Cendrawan, menegaskan bahwa wadah makanan yang digunakan dalam MBG harus memenuhi standar keamanan pangan ketat guna mencegah risiko kontaminasi. Ia mengungkapkan, saat ini marak beredar wadah berbahan stainless steel kualitas rendah seperti tipe 201 atau berbasis besi murah. Padahal, standar aman minimal seharusnya menggunakan tipe 304 atau 316 yang lebih tahan korosi dan aman untuk kontak langsung dengan makanan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau kualitas wadahnya buruk, risiko kontaminasi logam berat meningkat. Ini bisa membahayakan kesehatan penerima manfaat, terutama anak-anak. Kami mendorong agar seluruh distribusi makanan pemerintah hanya memakai peralatan yang lolos uji keamanan pangan,” tegas Alie.

Baca Juga :  Terungkap, Pengacara Miliki Senjata Api Ilegal Usai Kecelakaan Lalu Lintas

Pada kesempatan yang sama, Prof. Ir. Tumiran, Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM), menilai program MBG juga memiliki potensi besar untuk menggerakkan perekonomian nasional jika seluruh peralatan makan diproduksi industri dalam negeri. Ia memperingatkan bahwa impor produk justru akan mematikan pertumbuhan UMKM dan menghilangkan peluang kerja ribuan tenaga lokal di sektor manufaktur.

“Kalau alat makannya saja impor, bagaimana mau bicara kemandirian? UMKM kita siap memproduksi, asalkan ada dukungan modal dan akses pasar. Selain itu, produksi lokal memastikan standar keamanan lebih mudah diawasi sesuai regulasi nasional,” ujarnya.

Dari sisi regulasi, Budi Triswanto dari Badan Standardisasi Nasional (BSN) mengingatkan bahwa wadah makanan wajib bebas dari bahan kimia berbahaya, memiliki ketebalan minimal sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI), dan tidak mudah penyok. Menurutnya, wadah tipis berisiko menjadi tempat berkembang biaknya bakteri, sementara logam berkualitas rendah dapat melepaskan partikel berbahaya ke makanan.

“Memang penerapan SNI bersifat sukarela, tapi untuk program strategis pemerintah seperti MBG, penerapan standar wajib harus dipertimbangkan demi kesehatan publik,” kata Budi.

Baca Juga :  Satgas YPR 330/Tri Dharma Gelar "Stunting Patrol", Cegah Meningkatnya Angka Stunting di Intan Jaya

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Niti Emilia, menekankan bahwa kesehatan dan keselamatan adalah hak dasar konsumen yang wajib dijamin oleh produsen maupun pemerintah. Ia mengkritisi lemahnya pengawasan terhadap peredaran wadah makanan di pasar, termasuk di e-commerce, yang kerap dijual tanpa jaminan bahan asli.

“Konsumen tidak bisa membedakan kualitas bahan hanya dengan melihat. Mereka harus mengandalkan label SNI dan sertifikasi resmi. Pemalsuan label, seperti mengklaim tipe 304 padahal kualitas rendah, adalah pelanggaran hukum yang berpotensi memicu keracunan massal,” tegas Niti.

YLKI mendorong pemerintah agar tidak hanya fokus pada kualitas makanan, tetapi juga mengawasi sarana penyajian di lapangan.

Hasil diskusi merekomendasikan agar seluruh pengadaan wadah makan MBG dilakukan melalui penyedia bersertifikat, diawasi secara ketat, dan diiringi program edukasi bagi pelaku usaha. Dengan kontrol mutu yang ketat dan bahan yang aman, program MBG diharapkan tidak hanya bergizi, tetapi juga benar-benar menjamin kesehatan dan masa depan generasi muda Indonesia.

Berita Terkait

Kolaborasi Akademisi, Sekolah, dan Seniman: Buku Integrasi Kearifan Lokal dalam Pendidikan Modern Resmi Diluncurkan
Dapat Bantuan Mobil Operasional, Koperasi Merah Putih Desa Pamagersari Ucapkan Terima Kasih ke Pemerintah
Bangunan Tanpa PBG di Pinangsia Makan Korban Jiwa
Bangun Spiritualitas dan Kebersamaan, BRI BO Bintaro Rutin Gelar Pengajian Setiap Jumat
Anggota DPRD Menanggapi Ketidakhadirannya di Haul Syekh Nawawi
TMMD Ke-128 Kodim 1710/Mimika Gunakan Kayu Besi Berkualitas untuk Bangun Rumah Layak Huni di Kampung Keakwa
Koops TNI Habema Melakukan Penindakan Terhadap Tokoh Penting OPM Jeki Murib Di Puncak
Panglima TNI Terima Penghargaan Adhibhakti Sanapati dan Berikan Ceramah Umum di BSSN

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 12:45 WIB

Kolaborasi Akademisi, Sekolah, dan Seniman: Buku Integrasi Kearifan Lokal dalam Pendidikan Modern Resmi Diluncurkan

Kamis, 30 April 2026 - 09:29 WIB

Dapat Bantuan Mobil Operasional, Koperasi Merah Putih Desa Pamagersari Ucapkan Terima Kasih ke Pemerintah

Rabu, 29 April 2026 - 20:55 WIB

Bangunan Tanpa PBG di Pinangsia Makan Korban Jiwa

Rabu, 29 April 2026 - 19:23 WIB

Bangun Spiritualitas dan Kebersamaan, BRI BO Bintaro Rutin Gelar Pengajian Setiap Jumat

Rabu, 29 April 2026 - 01:00 WIB

Anggota DPRD Menanggapi Ketidakhadirannya di Haul Syekh Nawawi

Berita Terbaru