Mendagri Minta Pemda Serius Dukung Proyek Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik

- Jurnalis

Kamis, 17 Juli 2025 - 20:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

POTRET: Mendagri, Muhammad Tito Karnavian saat meminta Pemda serius mendukung proyek sampah menjadi energi diKantor Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pangan, Jakarta, Kamis (17/7). (Foto: Istimewa).

POTRET: Mendagri, Muhammad Tito Karnavian saat meminta Pemda serius mendukung proyek sampah menjadi energi diKantor Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pangan, Jakarta, Kamis (17/7). (Foto: Istimewa).

JAKARTA, suararealitas.co – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian menekankan pentingnya keseriusan pemerintah daerah (Pemda) dalam mendukung pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Menurutnya, proyek ini merupakan langkah strategis dalam mengatasi persoalan sampah sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

“Kami kira tadi sudah jelas beberapa tugas dalam konteks proyek ini, mengolah sampah jadi energi listrik, PSEL ini,” ujar Tito dalam Rapat Koordinasi Terbatas bersama Pemda terkait kesiapan pembangunan PSEL di Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pangan, Jakarta, Kamis (17/7/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tito menjelaskan bahwa pengelolaan sampah memerlukan dua pendekatan utama, yakni strategi hulu dan hilir.

Strategi hulu mencakup partisipasi aktif masyarakat dalam memilah dan membuang sampah, sementara strategi hilir merupakan tanggung jawab pemerintah dalam pengumpulan dan pengangkutan sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA).

“Itu (strategi hulu) melibatkan masyarakat. Masyarakat itu, ibu-ibu itu melihat kalau ada botol di jalan, itu bagaimana kan duit itu? Rebutan, nah ini mekanisme yang utama,” jelasnya.

Baca Juga :  BRI Cabang Tangerang Ahmad Yani Salurkan Bantuan kepada Pekerja Korban Bencana Alam di Sibolga, Sumatra Utara

Tito pun menambahkan, Pemda memiliki peran penting dalam menyediakan sarana pengumpulan sampah, seperti bak sampah yang dapat memusatkan pengumpulan sebelum diangkut ke TPA atau fasilitas PSEL.

“Setelah itu nanti, baru kemudian setelah itu, urusannya selesai. Urusannya diserahkan kepada nanti yang mengelola, menjadi waste to energy,” ujarnya kembali.

Tito mengaku, bahwa program ini akan efektif jika di setiap kota terdapat produksi sampah minimal 1.000 ton per hari. Jika tidak mencukupi, daerah dapat bekerja sama dengan wilayah sekitarnya.

Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa salah satu tugas utama Pemda adalah menyiapkan lahan.

“Menyiapkan lahan. Sampai apa bisa diambil oleh pengelola PSEL. Nah ini, lahan terutama minimal 5 hektare,” terangnya.

Selain lahan, Pemda juga perlu menyiapkan sistem dan sarana transportasi pengangkutan sampah ke lokasi PSEL, yang seluruhnya harus dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Baca Juga :  Pemasangan Tiang Fiber Optik Diduga Ilegal di Bogor Jadi Sorotan Publik

Untuk itu, Tito meminta setiap kepala daerah melakukan perhitungan anggaran secara cermat.

“Dihitung betul masing-masing, untuk sistem pengambilan sampah, transportasi, sampai dengan penyiapan lahannya, dan petugas-petugasnya, segala macam,” tegasnya.

Kemudian, Tito juga meminta seluruh kepala daerah menyeriusi program PSEL sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menegaskan, bahwa persoalan sampah yang menahun harus segera dituntaskan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Kita malu sebagai bangsa yang besar masih ada sampah yang gunungnya itu tingginya segedung 20 lantai. Harus segera diselesaikan,” tegasnya.

Sebagai informasi, rapat ini juga turut dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq, Wakil Menteri Sekretaris Negara Bambang Eko Suhariyanto, serta pejabat terkait lainnya.

Sumber Berita: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Brimob Polda Metro Jaya Patroli Cipta Kondisi, Bantu Pengemudi Ojol Kecelakaan di Kebun Sirih
Sosialisasi Keputrian dan Profil Belajar Siswa untuk Cegah Perundungan
Pembangunan Rusun di Lahan PT KAI Tanah Abang Terkendala Sengketa, Pemerintah Cari Jalan Keluar
Polri Terus Perkuat Pelayanan Warga di Pengungsian Gunung Sinabung
Penertiban PKL di Trotoar Lorong 104 Permai, Lurah Koja Tegaskan Trotoar untuk Pejalan Kaki
Empat (PPAT) Dilantik Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang ‎
Patroli Gabungan TNI-Polri, Stakeholder di Kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jaga Kamtibmas Tetap Aman dan Kondusif
Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Pimpin Sertijab Tiga Pejabat Utama, Tekankan Integritas dan Profesionalitas

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 20:55 WIB

Brimob Polda Metro Jaya Patroli Cipta Kondisi, Bantu Pengemudi Ojol Kecelakaan di Kebun Sirih

Kamis, 3 September 2026 - 20:37 WIB

Sosialisasi Keputrian dan Profil Belajar Siswa untuk Cegah Perundungan

Kamis, 3 September 2026 - 20:33 WIB

Pembangunan Rusun di Lahan PT KAI Tanah Abang Terkendala Sengketa, Pemerintah Cari Jalan Keluar

Kamis, 3 September 2026 - 20:06 WIB

Polri Terus Perkuat Pelayanan Warga di Pengungsian Gunung Sinabung

Kamis, 3 September 2026 - 14:52 WIB

Empat (PPAT) Dilantik Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang ‎

Berita Terbaru

Kabar Polisi

Polri Terus Perkuat Pelayanan Warga di Pengungsian Gunung Sinabung

Kamis, 3 Sep 2026 - 20:06 WIB