Puskesmas Pembantu Cipete Hilang, Aktivis Tanyakan Komitmen Pemkot Tangerang

- Jurnalis

Selasa, 3 Juni 2025 - 19:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA TANGERANG, Suararealitas.co – Aspek kesehatan sangat penting dalam program pemerintah karena kesehatan merupakan hak dasar setiap warga negara dan pondasi pembangunan manusia. Kesehatan yang baik akan meningkatkan produktivitas, kualitas hidup, dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

‎Demikian disampaikan aktivis Saipul Basri  alias Marsel menyikapi kesehatan ditengah-tengah masyarakat khususnya warga Cepete Kecamatan Pinang, Kota Tangerang terkait keberadaan Puskesmas pembantu yang terkena dampak pembangunan Jalan Tol (JORR) II.

‎Dampak pembangunan Jalan Tol itu menyebabkan pusat pelayanan kesehatan (Puskesmas) pembantu bagi warga Cipete dan sekitarnya di Kecamatan Pinang itu terbengkalai, tidak lagi beroperasi sejak tahun 2020 lalu.

‎”Lalu kami mempertanyakan gedung Puskesmas pembantu itu gantinya dimana? Sampai sekarang belum ada, sejak 2020 lalu,” kata Marsel dalam keterangannya.

‎Ia pun mempertanyakan komitmen Pemerintah Kota Tangerang dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi warga masyarakatnya.

‎Jauh hari, ia bersama warga masyarakat lainnya telah melakukan penyampaian aspirasi terhadap masalah itu. Namun, hingga berganti pemimpi di Kota Tangerang ternyata belum terealisasi komitmen tersebut.

‎”Pasca penyampaian aspirasi di tahun 2020 tentang belum adanya pergantian tempat pelayanan kesehatan Puskesmas pembantu Cipete, Kecamatan Pinang sampai dengan saat ini belum ada realisasi yang  jelas terkait keberadaannya,” tutur Marsel.

‎Menurut dia, hal itu merupakan salah satu bentuk penurunan pelayanan dan ketidakseriusan Pemerintah Kota Tangerang dalam bidang kesehatan.

‎Diketahui, bahwa dengan adanya pembangunan jalan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) II yang melintasi wilayah tersebut, sehingga gedung Puskesmas pembantu menjadi korban.

‎”Seharusnya pemerintah dengan segera memberikan gantinya ditempat berbeda agar pelayanan kesehatan terus berjalan maksimal. Malah bukan sebaliknya diabaikan,” ucapnya.

‎”Ini kan akhirnya yang jadi korban bukan hanya gedung Puskesmas tapi warga masyarakat sekitar juga jadi korban. Maka kami minta Pemkot Tangerang segera membangun gedung Puskesmas pengganti yang lama,” tegas Marsel mengakhiri.

Baca Juga :  Hadirkan Inovasi Rehab 2.0, BPJS Kesehatan Tingkatkan Keaktifan Peserta
Baca Juga :  World Flu Day 2025: PDPI Ajak Masyarakat Bangun Budaya Cegah Flu dan Lindungi Paru

Berita Terkait

Rano Karno Buka Musyawarah Kerja PMI DKI Jakarta
Anggaran 70 Juta, Wadah Sabun Cair di Kantor Dinkes Tangsel, Gunakan Botol Bekas
Gubernur Pramono Resmikan RS Primaya Kelapa Gading 
Tumpukan Sampah Terparkir di RSUD Tangsel Buntut Tunggu Antrian
RSUD Koja Disorot, Identitas Perempuan Asal Kabupaten Tangerang “Dimatikan” oleh Administrasi: Kesalahan atau Pemalsuan?
Diduga limbah B3 Dari Peleburan Baja, Di Buang Sembarang
Ramai Soal IGD RSUD Tigaraksa, Bupati Minta SOP Dipermudah
RSUD Tigaraksa, Pasien dibiarkan Antri Untuk Mati ?

Berita Terkait

Kamis, 29 Januari 2026 - 06:24 WIB

Rano Karno Buka Musyawarah Kerja PMI DKI Jakarta

Selasa, 27 Januari 2026 - 21:57 WIB

Anggaran 70 Juta, Wadah Sabun Cair di Kantor Dinkes Tangsel, Gunakan Botol Bekas

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:43 WIB

Gubernur Pramono Resmikan RS Primaya Kelapa Gading 

Rabu, 21 Januari 2026 - 19:12 WIB

Tumpukan Sampah Terparkir di RSUD Tangsel Buntut Tunggu Antrian

Senin, 19 Januari 2026 - 23:28 WIB

RSUD Koja Disorot, Identitas Perempuan Asal Kabupaten Tangerang “Dimatikan” oleh Administrasi: Kesalahan atau Pemalsuan?

Berita Terbaru