Dari Laut Untuk Anak Bangsa: Strategi Cerdas Pemenuhan Program Makan Bergizi Gratis di Indonesia

- Jurnalis

Jumat, 17 Januari 2025 - 07:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dari laut untuk anak bangsa menjadi strategi cerdas meningkatkan program makan bergizi gratis. (Foto: Istimewa).

Dari laut untuk anak bangsa menjadi strategi cerdas meningkatkan program makan bergizi gratis. (Foto: Istimewa).

JAKARTA, suararealitas.c500ai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi kelautan yang melimpah, termasuk produksi ikan yang melimpah ruah.

Kekayaan ini membuka peluang besar bagi ikan untuk menjadi komponen utama dalam program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), yang bertujuan meningkatkan gizi anak-anak dan ibu hamil sekaligus mengatasi isu stunting yang merupakan salah satu program unggulan dari Presiden terpilih Prabowo Subianto.

Keunggulan nutrisi ikan untuk gizi masyarakat

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ikan dikenal sebagai sumber protein berkualitas tinggi yang kaya akan asam lemak omega-3, vitamin D, kalsium, dan fosfor. Nutrisi ini sangat penting untuk perkembangan otak, kesehatan jantung, dan pertumbuhan tulang.

Menggunakan ikan sebagai alternatif daging dalam menu MBG menawarkan solusi berbasis lokal yang relevan, sekaligus mendukung keberagaman pangan sesuai kebutuhan masyarakat Indonesia.

“Ikan memiliki potensi besar untuk menjadi solusi gizi nasional, terutama dalam program MBG yang menyasar anak-anak dan ibu hamil. Dengan ketersediaan ikan yang melimpah, kita bisa menghadirkan menu sehat dan terjangkau bagi masyarakat,” ujar DR. Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa, S.SiT., M.H., M.Mar, Pengamat Maritim dari Ikatan Alumni Lemhannas Strategic Center yang juga merupakan Dewan Pakar dari Pengurus Pusat Pemuda Katolik.

Namun, pelaksanaan program ini yang kick off-nya dilaksanakan di tanggal 06 januari 2025 lalu, tidak terlepas dari tantangan.

Baca Juga :  Lima Desa Perjalanan Safari Ramadhan 1447 H PT Sawindo Kencana

Hingga kini, dari target awal 3 juta penerima, baru 600.000 yang dapat dijangkau. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan infrastruktur, logistik, dan anggaran.

Distribusi ikan sebagai bahan pangan utama memerlukan rantai pasok yang efisien untuk menjaga kualitasnya, mengingat sifat ikan yang mudah rusak.

Memberdayakan ekonomi lokal melalui ikan

Selain meningkatkan gizi masyarakat, integrasi ikan dalam program MBG juga berkontribusi pada pemberdayaan ekonomi lokal.

Dengan lebih dari 2 juta nelayan tradisional di Indonesia, peningkatan permintaan ikan dapat menciptakan pasar yang stabil, meningkatkan kesejahteraan nelayan, dan mengurangi kesenjangan ekonomi.

“Program MBG tidak hanya berfokus pada peningkatan gizi, tetapi juga membuka peluang bagi nelayan lokal untuk mendapatkan penghasilan yang lebih stabil. Ini adalah langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal,” tambah Captain Hakeng.

Tantangan dan strategi implementasi

Beberapa kendala masih menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan program ini. Penurunan alokasi anggaran dari Rp15.000 menjadi Rp10.000 per porsi makanan berdampak pada kualitas gizi yang dapat disediakan.

Selain itu, perbedaan akses terhadap bahan baku lokal di berbagai wilayah menimbulkan ketimpangan gizi.

Untuk itu, diperlukan penguatan pengelolaan logistik, termasuk penyediaan cold storage untuk distribusi ikan segar.

Edukasi masyarakat tentang manfaat ikan dan cara pengolahannya juga menjadi kunci penting dalam meningkatkan penerimaan menu berbasis ikan.

Baca Juga :  Wanita Tewas usai Terjun dari Lantai 4 Parkiran Mall TangCity

Dengan kolaborasi antara pemerintah, mitra katering, dan masyarakat, program ini diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Laut sebagai pilar ketahanan pangan nasional

Saat ini, Indonesia berada di peringkat keempat sebagai produsen ikan dunia, dengan potensi ikan tangkap yang dimiliki sebesar lebih dari 12 juta ton pertahunnya.

Dengan pengelolaan Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) yang serius, Indonesia berpotensi naik ke peringkat ketiga atau bahkan pertama.

“Pemanfaatan potensi laut Indonesia dapat menjadi pilar utama dalam ketahanan pangan nasional. Dengan dukungan kebijakan yang kuat dan infrastruktur yang memadai, kita bisa mengubah paradigma konsumsi masyarakat dari dominasi daging (ayam dan sapi) menjadi berbasis ikan,” tegas Captain Hakeng.

Program MBG berbasis ikan tidak hanya memberikan solusi gizi tetapi juga menciptakan dampak ekonomi dan sosial yang signifikan.

Dengan harga rata-rata daging ikan yang hanya Rp5 ribu per kg nya di pasar-pasar tradisional, maka terdapat potensi penghematan hingga Rp100 triliun dari substitusi konsumsi 4 juta ton daging ayam dan 50 ribu ton daging sapi apabila digantikan dengan ikan, program ini bisa menjadi tonggak penting dalam menciptakan ketahanan pangan nasional berbasis lokal.

Berita Terkait

Gubernur DKI Buka Konferensi WAPOR Asia Pasifik 2026
Bulutangkis Kapolri Cup 2026 Resmi Dibuka, Diikuti 1.219 Peserta dari Kategori Umum, Polri, dan Difabel
Perumdam (TKR) Berikan Pemasangan Sambungan Langganan Gartis Sebagai Bentuk Kepedulian Warga
Debarkasi KM Ciremai dari Surabaya Berjalan Aman dan Lancar, Polres Pelabuhan Tanjung Priok Pastikan Pengamanan Optimal
Situasi Kamtibmas di Kawasan JICT Tanjung Priok Kondusif, Aktivitas Bongkar Muat Kapal Berjalan Aman dan Lancar
KOWANI Luncurkan Gerakan Nasional Festival Panen Raya, Perkuat Ketahanan Pangan Menuju 100 Tahun KOWANI dan Indonesia Emas 2045
HMTN MP Peroleh Persetujuan Jadwal RDP dengan Komisi IV DPR RI pada 18 Agustus 2026 untuk Menyampaikan Aspirasi Masyarakat Tani Kosik Putih
Bupati Kuningan Tegaskan Komitmen KUNCI Bersama, AHY Dorong Kawasan Perbatasan Jabar–Jateng Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 21:14 WIB

Gubernur DKI Buka Konferensi WAPOR Asia Pasifik 2026

Senin, 27 Juli 2026 - 17:37 WIB

Bulutangkis Kapolri Cup 2026 Resmi Dibuka, Diikuti 1.219 Peserta dari Kategori Umum, Polri, dan Difabel

Senin, 27 Juli 2026 - 17:15 WIB

Perumdam (TKR) Berikan Pemasangan Sambungan Langganan Gartis Sebagai Bentuk Kepedulian Warga

Senin, 27 Juli 2026 - 16:39 WIB

Debarkasi KM Ciremai dari Surabaya Berjalan Aman dan Lancar, Polres Pelabuhan Tanjung Priok Pastikan Pengamanan Optimal

Senin, 27 Juli 2026 - 16:33 WIB

KOWANI Luncurkan Gerakan Nasional Festival Panen Raya, Perkuat Ketahanan Pangan Menuju 100 Tahun KOWANI dan Indonesia Emas 2045

Berita Terbaru

Nasional

Gubernur DKI Buka Konferensi WAPOR Asia Pasifik 2026

Senin, 27 Jul 2026 - 21:14 WIB