Kuat Dugaan Merakit Barang Rekondisi, Kapolri Wajib Tentukan Sikap Aktifitas Merugikan Masyarakat

- Jurnalis

Rabu, 30 Oktober 2024 - 18:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebuah gudang kompresor yang diduga menjual barang rekondisi asli tapi palsu. (Aspal) di kawasan Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. (Foto: Liputan Ekslusif suararealitas.com) 

JAKARTA – Sebuah gudang kompresor di Jalan Puri Kembangan, Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat diduga menjual barang rekondisi asli tapi palsu (Aspal).

Gudang yang setiap harinya selalu ramai dipadati pembeli itu diduga menjual kompresor dengan harga jauh lebih murah dari harga merek aslinya. Sehingga gudang tersebut sangat diminati konsumen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari informasi masyarakat di sekitar gudamg, bahwa konsumen (pembeli) itu kebanyakan adalah pemilik bengkel service ac di kawasan Cengkareng, Kembangan, Kebon Jeruk, Kalideres dan sekitarnya. Selain harganya jauh lebih murah, menurut sumber itu, barang yang dijual di gudang tersebut hampir serupa dengan barang merek aslinya.

Baca Juga :  76 Narapidana Teroris Ikrar Setia NKRI di Hari Lahir Pancasila

“Ini mah yang beli rata-rata orang bengkel service ac bang, ya kalau di Jakarta Barat toko ini orang-orang sudah pada tahu,” ujar sumber yang enggan disebutkan namanya kepada media, Rabu (30/10/2024).

Sementara itu, seorang kurir yang enggan menyebutkan namanya mengatakan bahwa barang tersebut boleh dibeli dan hanya diberikan surat jalan dengan keterangan lunas.

“Kartu garansinya tidak ada bang. Ini barang baru merek Hitachi 503 DH80D2 SLU C853168,” ujarnya.

“Saya nggak ada urusan. Aku nggak ada urusan ya sama media. Silahkan laporin aja,” cetus seorang diduga pemilik gudang kompresor aspal berbadan kurus dan berkacamata saat dikonfirmasi wartawan soal aktifitas tersebut.

Di lain sisi, Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat Badan Investigasi Independent Peneliti Kekayaan Pejabat dan Pengusaha Republik Indonesia (LSM-BIIPKPPRI), Darsuli, SH., MH. menyayangkan sikap aparat penegak hukum di wilayah setempat yang tidak ada ketegasan terhadap pelaku usaha yang memperdagangkan produk diduga palsu yang merugikan masyarakat.

Baca Juga :  AKP Dody Abdul Rohim Dampingi Wakapolres Jakbar Tinjau Vaksinasi Anak di SDN 01 Slipi

“Kalau kaitannya dengan kompresor, pastinya bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat kalangan bawah maupun atas. Kenapa aparat setempat seperti Polsek Kebon Jeruk dan Polres Metro Jakarta Barat tidak mengambil tindakan tegas?” ujar Darsuli saat dikonfirmasi di kantornya, Rabu di Jakarta.

Untuk itu, Darsuli menegaskan akan menindaklanjuti laporan masyarakat ini ke tingkat pusat perihal temuan tersebut.

“Dari data dan fakta ini kami segera akan tindaklanjuti ke Kementerian Perdagangan, YLKI, dan Mabes Polri,” singkat Darsuli yang juga aktivis muda dan advokat itu.

(Za/Cil)

Berita Terkait

13 Penumpang Kapal Hilang Kontak di Teluk Tomini, Tim SAR Palu Kerahkan KN SAR Bhisma
Antrean Kendaraan di Depan Tempat Gym Sunter Jaya Dikeluhkan Pengendara
DPC Hiswana Migas Tangerang Raya Gelar Muscab VI 2026
Prof. Dr. H. Akhyar Hanif: Guru Besar Harus Terus Berkarya, Meneliti, dan Membangun Kolaborasi
Diduga Jadi Lokasi Pembuangan dan Pembakaran Sampah Liar, Warga Dadap Kosambi Keluhkan Asap Selama Empat Bulan
MPLS Ditutup, Ratusan Mimpi Baru Resmi Dimulai di PAUD & PKBM Mutiara Hati
Ahli Waris Minta Mahkamah Agung Kawal Sidang Sengketa Tanah Melawan PT Summarecon Agung
PT.Antam Pongkor bersama Polri dan TNI Gelar Patroli Gabungan

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:51 WIB

13 Penumpang Kapal Hilang Kontak di Teluk Tomini, Tim SAR Palu Kerahkan KN SAR Bhisma

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:32 WIB

Antrean Kendaraan di Depan Tempat Gym Sunter Jaya Dikeluhkan Pengendara

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:04 WIB

DPC Hiswana Migas Tangerang Raya Gelar Muscab VI 2026

Minggu, 19 Juli 2026 - 08:29 WIB

Prof. Dr. H. Akhyar Hanif: Guru Besar Harus Terus Berkarya, Meneliti, dan Membangun Kolaborasi

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:30 WIB

Diduga Jadi Lokasi Pembuangan dan Pembakaran Sampah Liar, Warga Dadap Kosambi Keluhkan Asap Selama Empat Bulan

Berita Terbaru

Nasional

Gubernur DKI Buka Konferensi WAPOR Asia Pasifik 2026

Senin, 27 Jul 2026 - 21:14 WIB