BPH Migas dorong Sinergi Pengelolaan Gas Bumi sebagai Energi Transisi

- Jurnalis

Jumat, 9 Agustus 2024 - 19:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, (9/8) – Indonesia telah meratifikasi Perjanjian Paris, serta berkomitmen mewujudkan Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 atau lebih cepat. Gas bumi menjadi energi transisi karena ketersediaannya cukup banyak dan lebih ramah lingkungan. Untuk mengoptimalkan gas bumi sebagai energi transisi, dalam pengelolaannya diperlukan sinergi semua pihak, baik dari sisi hulu dan hilir.

Hal tersebut mengemuka dalam diskusi Rapat Kerja Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dengan tema “Akselerasi Pemanfaatan Gas Bumi Dalam Transisi Energi Menuju Net Zero Emission”, di Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (8/8/2024).   

Diskusi juga menyepakati bahwa semua pihak harus mendapatkan manfaat yang optimal dari gas bumi dan adil, agar dapat tumbuh bersama-sama demi mendukung perekonomian Indonesia, serta masyarakat khususnya. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengawali diskusi, Anggota Komite BPH Migas Wahyudi Anas menyampaikan profil ketersediaan infrastruktur gas bumi yang mencapai total panjang 22.498,84 km di semester I tahun 2024. Total pipa ini didominasi oleh panjang pipa jargas yang mencapai 48,39%, sedangkan pipa transmisi pengangkutan mencapai 23,85% dan distribusi niaga 27,76%. 

Sejak tahun 2022, Pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)  membangun pipa Cirebon – Semarang Tahap I  (Semarang – Batang) sepanjang 60 km dan Tahap 2 (Batang-Cirebon) sepanjang 120 km. “Untuk pembangunan jaringan gas bumi (Jargas) didorong dengan skema investasi mandiri dan rencana pembangunan jargas KPBU (Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha) dan IKN (Ibu Kota Nusantara),” tambahnya. 

Lebih lanjut Wahyudi memaparkan, total volume pengangkutan gas bumi melalui pipa sebesar 1.229.899.585 MSCF. Sedangkan total volume niaga gas bumi melalui pipa mencapai 391.267.100 MMBTU. 

Baca Juga :  Camat Mauk Tinjau Langsung Rumah Reyot di Kijereng, Janjikan Bantuan untuk Warganya

“Untuk volume gas bumi per sub sektor industri, terdapat 7 sektor pengguna gas bumi yang mendapatkan kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) dari Pemerintah yaitu pupuk, petrokimia, oleochemical, baja, keramik, kaca dan sarung tangan karet,” paparnya.

Sementara itu, Direktur Pembinaan Program Migas Direktorat Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Mirza Mahendra menyampaikan, pengelolaan gas bumi diprioritaskan untuk pembangunan nasional. Gas bumi sebagai sumber daya alam tidak terbarukan, pengelolaannya perlu diatur secara berkesinambungan. “Gas bumi juga mendukung ketahanan energi dan kemandirian energi nasional untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” katanya.

Lebih lanjut Mirza menjelaskan, pengeboran migas saat ini mayoritas dilakukan di laut dalam yang berlokasi di timur Indonesia di mana sebagian besar penemuannya merupakan gas bumi. “Sekarang (gas bumi) menjadi primadona. Untuk itu, perlu pengelolaan secara tepat baik di sisi hulu maupun hilir migas agar win-win solution,” ungkapnya. 

Menurut dia, pengalokasian gas untuk asas berkeadilan, dalam pemanfaatannya diatur agar tepat sasaran. Untuk menjamin pasokan, dibutuhkan pengembangan infrastruktur energi yang mengutamakan ketersediaan infrastruktur penunjang energi eksisting dan pengembangannya di masing-masing wilayah, hal ini diperlukan agar accessibility dapat ditingkatkan seiring dengan availability sumber energi dan acceptability masyarakat. Demikian juga dengan keterjangkauan (affordability) biaya investasi hingga keterjangkauan konsumen terhadap harga energi.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Keuangan dan Komersialisasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Kurnia Chairi mengungkapkan, gas bumi sebagai komoditas memiliki nilai strategis, yaitu mendukung ketahanan energi, pertumbuhan ekonomi, serta pengembangan energi terbarukan dan transisi energi. Selain itu, sumber penerimaan negara. 

Baca Juga :  Pengecatan Gedung Pompa Sunter Timur Rawa Badak Perkuat Pemeliharaan Infrastruktur SDA

Gas menjadi energi transisi lantaran 50% penemuan eksplorasi dan 70% PoD (Plan of Development/rencana pengembangan lapangan) didominasi gas. 

“Berdasarkan BP Outlook 2021, Reserves to Production Gas Indonesia dua kali lebih besar dibandingkan minyak bumi,” tambahnya. 

Untuk mendukung peningkatan produksi migas, Pemerintah terus mendorong pengembangan lapangan-lapangan migas dan dari rencana 15 proyek , 8 di antaranya telah on stream. 

“SKK Migas telah melakukan berbagai upaya untuk mengantarkan gas sebagai sumber energi transisi. Upaya tersebut harus melibatkan semua pihak dan prinsipnya, semua pihak harus mendapatkan manfaat yang optimal dan adil untuk semuanya,” pungkasnya. 

Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil Kementerian Perindustrian Kris Sasono Ngudi Wibowo memaparkan, industri manufaktur menunjukkan kinerja baik dan signifikan pada tahun 2020-2023. Hal ini tidak lepas dari dukungan kebijakan Pemerintah, antara lain kebijakan sektor energi.

“Pelaksanaan kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) telah memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional,” ujarnya.

Sedangkan, Ketua Ikatan Perusahaan Gas Bumi Indonesia Eddy Asmanto

menyampaikan perlunya memastikan harga gas murah tepat sasaran dan dirasakan dampaknya oleh masyarakat. Selain itu, pengembangan Infrastruktur mendatang dilakukan melalui sinkronisasi dan integrasi semua komponen pelaku industri gas bumi agar keekonomian dapat tercapai.

Berita Terkait

Polres Priok Lakukan Pengamanan, Korlantas Polri Salurkan 250 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Kebakaran di Muara Angke
SPI Dorong Agroekologi Jadi Benteng Kedaulatan Pangan Hadapi El Niño
Polisi Tangkap Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur di Jakarta Utara  
Polisi Tangkap Mekanik Spesialis Pencurian 12 Electronic Control Unit (ECU) di Tanjung Priok  
Lepas Misi Port Visit KRI dr. Wahidin, Menko Polkam Tekankan Kemanusiaan dan Diplomasi
KOWANI Apresiasi Sikap PERWIRA, Tegaskan Pentingnya Persatuan dan AD/ART
Kehilangan Bekal Perjalanan, Polsek Ciputat Timur Bantu Warga dan Putrinya Pulang ke Yogyakarta
Bukan Sekadar Bangun Rumah, AHY Dorong Perubahan Ekosistem

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 16:02 WIB

Polres Priok Lakukan Pengamanan, Korlantas Polri Salurkan 250 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Kebakaran di Muara Angke

Selasa, 15 September 2026 - 12:43 WIB

SPI Dorong Agroekologi Jadi Benteng Kedaulatan Pangan Hadapi El Niño

Selasa, 15 September 2026 - 12:31 WIB

Polisi Tangkap Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur di Jakarta Utara  

Selasa, 15 September 2026 - 11:27 WIB

Polisi Tangkap Mekanik Spesialis Pencurian 12 Electronic Control Unit (ECU) di Tanjung Priok  

Selasa, 15 September 2026 - 10:29 WIB

Lepas Misi Port Visit KRI dr. Wahidin, Menko Polkam Tekankan Kemanusiaan dan Diplomasi

Berita Terbaru

Megapolitan

Sampah Menumpuk Lama,Kasudin LH Jakbar Langsung Bertindak

Selasa, 15 Sep 2026 - 15:50 WIB

Proses Pembangunan TPT Di Wilayah Desa Puraseda Leuwiliang: (Foto : Adi.W)

Berita Aktual

Melalui Bankeu 2026, Pemerintah Desa Puraseda Bangun TPT

Selasa, 15 Sep 2026 - 14:37 WIB

Foto istimewa : Wamendari Bima Arya (Adi.W)

Berita Aktual

Wamendagri Bima: Pemda Jadi Kunci Percepatan Transisi Energi

Selasa, 15 Sep 2026 - 14:09 WIB