Advokat Syamsul Jahidin Nilai Dua Caleg DPRD Mataram Kurang Edukatif

- Jurnalis

Senin, 15 Januari 2024 - 21:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Advokat Syamsul Jahidin Nilai Dua Caleg DPRD Mataram Kurang Edukatif
Pengacara muda, Syamsul Jahidin yang kritisi soal rendahnya edukasi oleh dua orang Caleg DPRD Kota Mataram Dapil 4. (Foto: Istimewa)


MATARAM – Pengacara (Advokat) muda, Syamsul Jahidin mengkritisi soal rendahnya program edukasi yang dilakukan dua orang calon anggota legislatif (Caleg) DPRD Kota Mataram daerah pemilihan (Dapil) 4 dari fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yaitu Abdul Rachman dan Rino Rinaldi dari Golongan Karya (Golkar), bagi pemilih pemula dalam Pemilu 2024.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pasalnya, dilansir dari ifakta.co, masih banyaknya pemilih pemula di Suradadi Barat perlu mendapatkan pengetahuan tentang program-program yang akan menjadi barometer pemilih di lingkungan tersebut untuk menentukan pilihan sasaran kampanye peserta pemilu 2024.

Menurut Syamsul, seharusnya dua orang caleg itu memberikan edukasi dan memberitahukan program-progamnya yang menyasar dengan berbagai kegiatan diskusi terbuka, ditengah minimnya edukasi bagi pemilih.

Bahkan tak tanggung-tanggung, Syamsul pun mempertanyakan terkait dengan sosialisasi atau edukasi program untuk masyarakat yang menentukan kredibilitas dari 2 orang calon legislatif tersebut.

“Saya mempertanyakan program kedepannya untuk caleg Abdul Rahman yang sudah pernah terpilih menjabat 2 kali menjadi anggota dewan. Karena terpilih dua kali menjadi anggota dewan tidak membuat perubahan signifakan terhadap lingkungan daerah saya khususnya di RT 01 Suradadi Barat, yang dimana ketika hujan kecil atau besar tetap kebanjiran. Berbeda dengan daerah lingkungan yang lainnya, sungguh miris sekali,” ujar pria asli Mataram dan juga Managing Partner Litigation ANF Law Office kepada wartawan, seperti dikutip dari ifakta.co, Senin (15/01/2024) malam.

Baca Juga :  Koramil 01 Teluknaga Terus Gerakan Jalinan Warga Dan Tentara di Desa Pangkalan

Selain itu, Syamsul juga mempertanyakan program untuk kedepannya bagi Calon Legislatif Rino Rinaldi yang tagline nya ‘Periri Gubug’ (perbaiki kampung). 

“Akan tetapi, hingga saat ini beliau (Rino Rinaldi) pun belum adanya edukasi ataupun sosialisasi atas program-programnya yang dibuat olehnya,” timpalnya.

Sementara dia menambahkan, bahwa bagi pemilih maupun untuk warga di lingkungan Suradadi Barat jika nanti dalam pemilihan legislatif diharapkan untuk mengetahui program-programnya terlebih dahulu terhadap dua orang Caleg tersebut, barulah menentukan pilihannya.

“Teruntuk pemilih maupun warga di lingkungan Suradadi Barat jangan asal menentukan pilihannya, kita lihat dahulu program-program apa saja yang dua orang Caleg tersebut berikan kepada kita, barulah disitu bisa kita nilai layak atau nggaknya dua orang itu,” pungkasnya.

Baca Juga :  Ketua MPR RI Terima Certificate of Appreciation dari PPWI Nasional

Kendati demikian, Aktivis Pemantau Kebijakan Publik, Awy Eziary mengimbau kepada para calon legislatif peserta Pemilu 2024 agar tidak memperbanyak kampanye melalui baliho atau alat peraga lainnya.

“Sebenernya tidak perlu banyak-banyak memasang baliho. Kalau pun memasang baliho sebetulnya itu tidak penting,” ujar Awy kepada wartawan, Senin.

Namun dari pada sekadar memasang baliho, Awy pun menyarankan para caleg beserta tim sukses perlu memperbanyak kampanye melalui dialog, datang langsung menemui masyarakat, serta melalui aktivitas yang bersifat edukatif lainnya.

“Orang yang hanya menghadirkan baliho sebenarnya dia enggak percaya diri bertemu rakyat. Harusnya mereka berani ketemu rakyat, lalu paparkan deh program-program yang akan dibawa,” tuturnya.

Hingga berita ini diturunkan belum ada tanggepan dari kedua caleg terkait kritikan tersebut.*(Za)


Sumber: Ifakta.co

Berita Terkait

DKM Miftahusalam bersama Pengurus RW 12 Peringati Nuzulul Qur’an dan santunan 
Kanwil Kamenag Provinsi Banten Jalankan Program Masjid Ramah Pemudik
Ramadhan, Moralitas Publik, dan Masa Depan Politik Umat
Bulan Ramadhan || Aceng Syamsul Hadie: Bulan Revolusi Moral Umat 
Hak Jawab dan Klarifikasi Soal Gudang di Limus Nunggal Cileungsi
Enam Tahun Menggantung, Dua Sertifikat PTSL Warga Serang Tak Kunjung Terbit
Urus SHM Tak Kunjung Jadi Sejak 2024, Warga Sepatan Timur Jadi Korban Calo Sertifikat dan Dugaan Keterlibatan Oknum BPN Kabupaten Tangerang
Gotong Royong Warga Tanjung Kait Bersihkan Pesisir, Dukung Penataan Kawasan Pantai

Berita Terkait

Minggu, 15 Maret 2026 - 21:47 WIB

DKM Miftahusalam bersama Pengurus RW 12 Peringati Nuzulul Qur’an dan santunan 

Kamis, 12 Maret 2026 - 15:35 WIB

Kanwil Kamenag Provinsi Banten Jalankan Program Masjid Ramah Pemudik

Kamis, 12 Maret 2026 - 00:20 WIB

Ramadhan, Moralitas Publik, dan Masa Depan Politik Umat

Kamis, 12 Maret 2026 - 00:14 WIB

Bulan Ramadhan || Aceng Syamsul Hadie: Bulan Revolusi Moral Umat 

Jumat, 27 Februari 2026 - 16:53 WIB

Hak Jawab dan Klarifikasi Soal Gudang di Limus Nunggal Cileungsi

Berita Terbaru

Berita Aktual

Pelaku Pencurian Motor Ditangkap Warga, Polisi Dalami Kasus

Selasa, 17 Mar 2026 - 00:54 WIB

Berita Aktual

Santunan Ramadan KNPI Jasinga: Merajut Kepedulian, Menebar Keberkahan

Selasa, 17 Mar 2026 - 00:43 WIB