Gegara Dipadati Ratusan Buruh, Pemkab Nganjuk Siapkan Pelebaran dan Renovasi Makam Marsinah

- Jurnalis

Kamis, 1 Mei 2025 - 13:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemkab Nganjuk berencana bakal lakukan pelebaran dan renovasi makam Aktivis Buruh Legendaris, Marsinah lantaran dipadati ratusan peziarah. (Foto: Istimewa).

Pemkab Nganjuk berencana bakal lakukan pelebaran dan renovasi makam Aktivis Buruh Legendaris, Marsinah lantaran dipadati ratusan peziarah. (Foto: Istimewa).

NGANJUK, suararealitas.co – Peringatan Hari Buruh Internasional di Nganjuk diwarnai dengan kehadiran ratusan buruh yang memadati makam aktivis buruh legendaris, Marsinah.

Makam yang terletak di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur ini menjadi pusat perhatian pada Kamis (1/5/2025) pagi, sebagai simbol perjuangan hak-hak pekerja di Indonesia.

Pantauan suararealitas.co, bahwa area makam Marsinah yang di pagari tampak penuh sesak oleh para peziarah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keterbatasan ruang di dalam pagar hanya memungkinkan dua hingga tiga orang untuk masuk secara bersamaan.

Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi yang turut berziarah menyampaikan soal rencana Pemerintah Kabupaten Nganjuk untuk memperluas area makam Marsinah.

“Ya, kita akan memperlebar, tapi ya sesuai yang ada pagarnya saja. Akan kita lebar sesuai yang ada, tapi ya harus menunggu persetujuan pihak keluarga,” jelas Bupati yang akrab disapa Kang Marhaen kepada suararealitas.co, Kamis (1/5/2025).

Baca Juga :  Tanggapi Gas LPG 3 Kg, Menkopolkam: Tekankan Kelancaran Distribusi dan Cegah Penimbunan

“Jadi, ya paling tidak kalau mau nyekar, di situ lahannya luas,” sambungnya.

Selain pelebaran makam, Pemkab Nganjuk juga berencana untuk merenovasi atau memperbesar patung Marsinah yang berdiri di pinggir jalan masuk Desa Nglundo.

“Patung yang di pinggir jalan itu akan diperbesar, tidak terlalu besar, biar lebih kelihatan,” tutur Kang Marhaen.

Tragedinya Marsinah

Sebagai informasi, Marsinah sendiri merupakan tokoh penting dalam sejarah perjuangan buruh di Indonesia.

Berasal dari Nganjuk, ia aktif membela hak-hak pekerja pada tahun 1993.

Tragedisnya, pada tanggal 8 Mei 1993, Marsinah ditemukan meninggal dunia di sebuah gubuk di Dusun Jogong, Desa Wilangan, Nganjuk.

Baca Juga :  Pemprov DKI Hibahkan KDO Damkar kepada 14 Daerah Penerima

Kendati telah tiada, semangat perjuangan Marsinah terus membekas dalam ingatan kaum buruh di seluruh Indonesia.

Setiap tahunnya, pada peringatan Hari Buruh, makamnya selalu ramai dikunjungi para pekerja yang ingin mengenang jasa-jasanya.

Antusias Peziarah

Menyikapi antusiasme para buruh yang berziarah, rencana pelebaran makam dan renovasi patung ini diharapkan dapat memberikan penghormatan yang lebih baik kepada sosok Marsinah.

Namun, Bupati Nganjuk menegaskan bahwa realisasi rencana tersebut akan menunggu persetujuan dari pihak keluarga Marsinah dan koordinasi dengan perangkat desa setempat.

“Kita akan sangat menghormati keputusan keluarga dan berkoordinasi dengan baik dengan pemerintah desa terkait rencana ini,” pungkasnya.

Penulis : Etn

Editor : Za

Berita Terkait

Forgas Bali Cegah dan Tangkal Intervensi Sampradaya Asing Ideologi Transnasional
Aksi Sosial Mercure Kuta Bali Bantu Warga Terdampak Banjir di Desa Banjar Buleleng
Retribusi Dipungut, Tapi Tak Tertib Disetor: Ada Apa di Dinas Perhubungan Bengkalis?
Derasnya Banjir Robek Akses Desa, Pemkab Rote Ndao Didesak Tak Sekadar Janji
Ketika Hasil Audit Hanya Jadi Arsip: Bau Tak Sedap Belanja Daerah Bengkalis
Nasib Pilu Balita di Bangli: Tak Punya KK dan Hidup Serba Keterbatasan Ekonomi
Akhiri Keterisolasian Warga Langkat, TNI dan PTPN IV PalmCo Bangun Jembatan Darurat
Lumpur Lereng Puspo Terjang Kota Pasuruan, Curah Hujan Tinggi dan Tanggul Tak Mampu Menahan Terjangan

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 21:28 WIB

Forgas Bali Cegah dan Tangkal Intervensi Sampradaya Asing Ideologi Transnasional

Sabtu, 28 Maret 2026 - 22:37 WIB

Aksi Sosial Mercure Kuta Bali Bantu Warga Terdampak Banjir di Desa Banjar Buleleng

Kamis, 19 Maret 2026 - 17:03 WIB

Retribusi Dipungut, Tapi Tak Tertib Disetor: Ada Apa di Dinas Perhubungan Bengkalis?

Senin, 2 Maret 2026 - 21:24 WIB

Derasnya Banjir Robek Akses Desa, Pemkab Rote Ndao Didesak Tak Sekadar Janji

Senin, 2 Maret 2026 - 13:44 WIB

Ketika Hasil Audit Hanya Jadi Arsip: Bau Tak Sedap Belanja Daerah Bengkalis

Berita Terbaru