JAKARTA, Suararealitas.co — Sebanyak 86 peserta dari berbagai komunitas, sekolah, dan masyarakat umum mengikuti kegiatan “Menikmati Puisi Esai di Taman Kota” yang digagas Denny JA Foundation di Amphitheater Taman Bendera Pusaka, Jakarta Selatan, Sabtu (26/9/2026).
Kegiatan ini menghadirkan pembacaan puisi esai karya Denny JA, peluncuran antologi puisi karya siswa SMPN 15 Jakarta, serta panggung open mic yang mempertemukan peserta lintas generasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Acara tersebut turut dihadiri Pengawas Suku Dinas Pendidikan JS2, Drs. I Wayan Swastawa, M.Pd. Setelah pengantar dari Denny JA Foundation, Komunitas Arisan Puisi Esai tampil membacakan sejumlah karya Denny JA, di antaranya “Nasionalisme di Era Algoritma”, “Maafkan Kami, Alexa”, dan “Dua Matahari di Ufuk yang Berbeda (Tjokroaminoto dan Semaun)”.
Pembacaan puisi disertai dramatisasi untuk menghidupkan cerita dan pesan yang terkandung dalam setiap karya.
Selanjutnya, para siswa SMPN 15 Jakarta membacakan puisi esai karya mereka sendiri yang mengangkat isu kerusakan lingkungan, bencana, dan masa depan bumi.
Pada kesempatan yang sama, diluncurkan antologi puisi esai berjudul Kembali Mencintai Bumi Setelah Sumatra Menangis, yang menghimpun karya 47 siswa SMPN 15 Jakarta.
Acara juga menampilkan pembacaan puisi “Pesta Para Rampok” karya Dhenok Kristianti dan “Kutulis Puisi Esai ‘Kiri’ yang ‘Kere’ di Telinga Negara” karya Isti Nugroho.
Suasana semakin semarak dalam sesi open mic yang memberikan kesempatan kepada tujuh peserta untuk membacakan puisi. Salah satunya adalah Armando, peserta berusia sekitar 70 tahun yang datang khusus dari Banten untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Kehadiran Armando di tengah penampilan para siswa menjadi salah satu momen yang menunjukkan bahwa puisi dapat menjadi ruang ekspresi bersama bagi berbagai generasi.
Rafina, Duta Kesehatan Masyarakat 2025, mengaku terkesan dengan keberanian para siswa dalam menyampaikan kepedulian mereka terhadap lingkungan dan kondisi bangsa melalui puisi esai.
“Aku kagum banget dengan acara ini, juga dengan adik-adik yang sudah berani mengekspresikan keprihatinan mereka terhadap Indonesia melalui puisi esai,” ujarnya.
Sementara itu, Nita Lusaid dari Denny JA Foundation menyampaikan bahwa “Menikmati Puisi Esai di Taman Kota” akan diselenggarakan secara rutin setiap bulan.
Program ini diharapkan menjadi ruang bagi komunitas, sekolah, penulis pemula, dan masyarakat umum untuk mengenal, membaca, serta menulis puisi esai.
Kegiatan berikutnya dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 31 Oktober 2026, di Taman Bendera Pusaka dengan mengusung tema “Bahasa yang Menyatukan, Puisi yang Menghidupkan”.



































