JAKARTA, suararealitas.co – Forum Jurnalis Jakarta Barat menyoroti dan menyayangkan sikap Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat dan Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Barat yang dinilai kurang terbuka dalam merespons permintaan informasi maupun konfirmasi terkait sejumlah persoalan di wilayah Jakarta Barat.
Ketua Forum Jurnalis Jakarta Barat, Kornelius Naibahi mengatakan, bahwa keterbukaan informasi publik semestinya menjadi bagian penting dalam menjalankan pemerintahan.
Terlebih, ketika informasi yang diminta berkaitan dengan pelayanan publik dan kepentingan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Kornelius, Selasa (15/9/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian karena Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat di bawah kepemimpinan Wali Kota, Iin Mutmainnah belum lama ini mendapatkan penghargaan yang berkaitan dengan keterbukaan informasi publik.
“Kok bisa ya, wali kotanya mendapatkan penghargaan, tetapi Kasudinnya justru terkesan tertutup terhadap persoalan keterbukaan informasi publik?,” ujar Kornelius.
Kornelius mengungkapkan, persoalan tersebut terlihat ketika sejumlah jurnalis berupaya meminta konfirmasi mengenai berbagai persoalan yang berkaitan dengan kinerja kedua suku dinas tersebut.
Diantaranya menyangkut kondisi sejumlah saluran air dan trotoar di wilayah Jakarta Barat yang dikeluhkan masyarakat karena dinilai kurang terawat dan membutuhkan penanganan.
“Ini menjadi pertanyaan bagi kami. Pola kerja kedua Kasudin tersebut seharusnya dapat berjalan searah dengan kebijakan Wali Kota Jakarta Barat yang tengah mendorong perbaikan pelayanan dan keterbukaan informasi kepada masyarakat,” katanya.
Ia berharap pimpinan Pemerintah Kota Jakarta Barat dapat mengevaluasi pola komunikasi dan respons jajaran suku dinas terhadap kebutuhan informasi publik, terutama yang berkaitan dengan persoalan pelayanan masyarakat.
“Kami berharap Wali Kota Iin Mutmainnah dapat melakukan evaluasi terhadap kinerja dan pola komunikasi kedua Kasudin tersebut, sehingga tidak muncul kesan adanya perbedaan antara kebijakan pimpinan dengan pelaksanaan di lapangan,” tegasnya.
Saluran Air dan Trotoar Dikeluhkan Warga
Sorotan terhadap kinerja kedua suku dinas tersebut tidak hanya datang dari kalangan jurnalis.
Sejumlah warga juga mengeluhkan kondisi infrastruktur, khususnya saluran air dan trotoar, di beberapa titik wilayah Jakarta Barat.
Salah seorang warga, Juri mencontohkan kondisi saluran air di sekitar pintu masuk Jalur 20, tepatnya di depan SPBU, Kelurahan Meruya Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat.
Menurut Juri, saluran air di lokasi tersebut dipenuhi sampah sehingga berpotensi menghambat aliran air.
Kondisi itu, kata dia, dikhawatirkan dapat memperbesar potensi genangan ketika hujan deras.
“Lihat saja di depan pintu masuk Jalur 20, tepatnya di depan pom bensin. Saluran air dipenuhi sampah. Kalau hujan, sering terjadi genangan. Kami mempertanyakan, bagaimana pengawasan dan penanganannya dari Sudin SDA Jakarta Barat,” ungkap Juri saat dimintai tanggapan, Selasa (15/9/2026).
Keluhan serupa juga disampaikan terkait kondisi trotoar di sepanjang Jalan Daan Mogot, khususnya sekitar KM 16 dan KM 17, wilayah Kalideres, Jakarta Barat.
Warga Kalideres, Kiwong mengatakan, kondisi trotoar di sejumlah titik perlu mendapat perhatian serius dari instansi terkait karena trotoar merupakan bagian dari fasilitas publik yang digunakan masyarakat.
“Trotoar jangan seolah dibiarkan terlihat amburadul. Kalau memang kondisinya rusak atau tidak layak, harus segera diperbaiki,” ujarnya.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena infrastruktur seperti saluran air dan trotoar bukan hanya menyangkut aspek estetika kota, tetapi juga berkaitan dengan kenyamanan, keselamatan warga serta upaya pemerintah dalam mencegah genangan.
Di sisi lain, masyarakat berharap persoalan tersebut tidak berhenti pada keluhan atau pemberitaan semata.
Diperlukan respons konkret dari instansi terkait melalui pengecekan lapangan, pemeliharaan maupun perbaikan terhadap fasilitas yang memang mengalami kerusakan.
Hingga berita ini disusun, pihak Sudin SDA Jakarta Barat dan Sudin Bina Marga Jakarta Barat belum memberikan penjelasan atau tanggapan terkait sorotan Forum Jurnalis Jakarta Barat maupun keluhan warga tersebut.



































