Mahasiswa Soroti Korupsi dan Konsentrasi Kekuasaan di Era Prabowo-Gibran

- Jurnalis

Senin, 31 Agustus 2026 - 00:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, suararealitas.co  – Peringatan 81 tahun kemerdekaan Republik Indonesia memantik sikap kritis dari kalangan mahasiswa.

Dalam forum Diskusi Terbuka bertajuk “Mimbar Menggugat 81 Tahun Merdeka : Rakyat Sejahtera atau Kekuasaan Makin Berkuasa?” yang diselenggarakan oleh PMKRI Cabang Jakarta Pusat Sanctus Robertus Bellarminus, mahasiswa menyoroti arah demokrasi yang dinilai semakin melenceng.

Ketua Umum HMI Cabang Jakarta Pusat-Utara, Rusmin Sangadji, yang hadir sebagai salah satu narasumber utama, melontarkan kritik tajam terkait kondisi tata kelola pemerintahan saat ini. Membahas sub-tema “Korupsi, Konflik Kepentingan, dan Konsentrasi Kekuasaan di Era Prabowo-Gibran“, Rusmin sangadji menegaskan bahwa demokrasi seolah direduksi hanya sebatas ritual pemilu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Demokrasi tidak hanya selesai di kotak suara dan pergantian rezim. Demokrasi mutlak mensyaratkan transparansi, pembatasan kekuasaan, dan pengawasan yang ketat. Di era saat ini, kita justru melihat kekuasaan semakin terkonsentrasi dan pengawasan semakin melemah,” tegas Rusmin sangadji di hadapan para aktivis lintas organisasi, sesuai dengan semangat konsolidasi yang tertuang dalam forum tersebut.

Baca Juga :  Realisasikan Cita Indonesia Emas 2045, Fraksi PKB Desak Pengesahan RUU KIA

Korupsi Bukan Lagi Kasus Individu, melainkan Penyakit Struktural lebih lanjut, Rusmin membedah fenomena korupsi yang mendera Indonesia sepanjang tahun 2026.

Ia menyoroti bahwa kasus-kasus rasuah yang terungkap ke publik belakangan ini melibatkan proyek-proyek bernilai fantastis, pejabat republik, hingga program strategis pemerintah.

Menurutnya, publik tidak boleh lagi memandang korupsi sekadar sebagai kejahatan individu yang mencuri uang negara.

Politik Transaksional “Korupsi hari ini adalah produk dari struktur kekuasaan yang korup, sarat akan konflik kepentingan, dan buah dari politik transaksional antara penguasa politik dan pemilik modal,” ujar Rusmin Sangadji merujuk pada latar belakang persoalan bangsa saat ini.

Dampak Multi-Sektor Ia mengingatkan bahwa kerugian negara akibat mega-korupsi ini berimbas langsung pada kualitas hidup rakyat.

Pembangunan infrastruktur yang mandek, serta terbengkalainya sektor krusial seperti pendidikan dan kesehatan, adalah harga mahal yang harus dibayar rakyat akibat minimnya transparansi tata kelola sumber daya publik.

Baca Juga :  Tak Kunjung Ada Kepastian Berkaitan Tambang AMCRP Akan Tempuh Jalur Hukum

Konsolidasi Mahasiswa: Menguji Arah Negara Sebagai pimpinan HMI di wilayah pusat ibu kota, Rusmin sangadji menggunakan forum “Mimbar Menggugat” ini untuk menyerukan konsolidasi besar-besaran gerakan mahasiswa.

Ia menekankan bahwa di usia 81 tahun kemerdekaan, rakyat seharusnya menjadi subjek utama penyelenggaraan negara, bukan sekadar objek penderita.

“Tugas kita sebagai mahasiswa hari ini adalah menguji secara kritis: apakah negara benar-benar semakin kuat dalam melayani rakyatnya, atau justru kekuasaan yang semakin menumpuk pada segelintir kelompok oligarki? Jika jawabannya yang kedua, maka konsolidasi gerakan mahasiswa bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan sejarah untuk merespons situasi bangsa,” tutup Rusmin Sanagdji, menegaskan urgensi perlawanan terhadap pembajakan demokrasi.

Forum kolaboratif ini menjadi sinyal kuat bahwa elemen mahasiswa, baik dari HMI maupun PMKRI, GMNI, GMKI, & PMII mulai merapatkan barisan untuk mengawal ketat jalannya pemerintahan di tengah berbagai dugaan konflik kepentingan yang mencederai cita-cita kemerdekaan.

Berita Terkait

Budi Arie Klarifikasi Pernyataan Politik Sebelum 2029, Tegaskan Itu Analisis Pribadi
Dorong Kemandirian Muktamar NU, Dasco Fokus Tuntaskan Kerja Legislasi
Audiensi Serah Terima Pengelolaan Rusunami Citypark Didorong Melalui Jalur Musyawarah
Ketua FORKABI Jakarta Barat Matrobin: Ketahanan Pangan dan Pelestarian Budaya Betawi Jadi Prioritas
Komisi III DPR Harap Kuntadi Bawa Jampidsus Makin Profesional dan Berintegritas
WPPKBI Tegaskan Dukungan kepada KOWANI, Perkuat Regenerasi dan Tata Kelola Organisasi Perempuan
DPR Tegaskan PAW Ombudsman RI Tidak Wajib Ikuti Nomor Urut Hasil Uji Kelayakan
Wakil Ketua DPR Saan Mustopa Minta Penanganan Kasus Febrie Adriansyah Junjung Asas Kesetaraan di Hadapan Hukum

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 00:19 WIB

Mahasiswa Soroti Korupsi dan Konsentrasi Kekuasaan di Era Prabowo-Gibran

Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:47 WIB

Budi Arie Klarifikasi Pernyataan Politik Sebelum 2029, Tegaskan Itu Analisis Pribadi

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:42 WIB

Dorong Kemandirian Muktamar NU, Dasco Fokus Tuntaskan Kerja Legislasi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Audiensi Serah Terima Pengelolaan Rusunami Citypark Didorong Melalui Jalur Musyawarah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:38 WIB

Ketua FORKABI Jakarta Barat Matrobin: Ketahanan Pangan dan Pelestarian Budaya Betawi Jadi Prioritas

Berita Terbaru